Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
New Episode ll Siapa J sebenarnya?


__ADS_3

Tuan Heleas masuk ke dalam kamar utama bersama sang istri.


Pria casanova itu, hanya diam saja saat Nyonya Jeslin melepaskan jasnya yang terlihat lusuh kemudian menggantinya dengan jas yang lebih bersih dan pastinya keren.


"Heleas, kau memang tampan, tidak salah, banyak wanita rela mengantri demi mendapatkan satu malam denganmu," ucap Nyonya Jeslin sambil merapikan dasi sang suami.


"Mereka hanya sesaat, dan kau selamanya," tandas sang casanova, sudah tua tapi masih mempesona.


"Cih! sudahlah Heleas, aku tidak peduli kau mencintaiku atau tidak, pada intinya, aku sudah berbakti kepada ayah dan ibu, serta mertuaku. Paling penting, sudah merasa lega karena Steve mendapatkan wanita yang tepat," tegas Nyonya Jeslin yang tidak suka basa-basi.


Setelah merapikan dasi dan menyemprotkan parfum kesukaan sang suami, dia meminta sang suami untuk segera pergi ke kantor.


Namun, si tua tidak mau melakukannya.


Tuan Heleas justru ingin mengajak sang istri ikut bersamanya.


"Kau bisa sendiri kan?" ucap sang istri yang malas bertemu si Yohanes yang sempat menjadi mantan kekasihnya tapi si kakek mesum tidak mengetahui fakta ini.


"Aku mau kau menemaniku, si Yohanes itu pria perfect, dia cocok sekali denganmu, sok serius," sahut sang kakek mesum.


"Haha ... dia memang seperti itu sejak dulu, biarkan saja suamiku. Aku tidak bisa ikut denganmu, hanya menghabiskan waktu saja, hari ini harus membantu calon menantu menyiapkan acara pernikahan, dekorasi, baju pengantin, dan lain-lain Sudah ya? bye!"


Sang istri pergi begitu saja dari hadapan Heleas, membuat pria itu frustasi.


"Istriku! jangan seperti itu! aku tidak suka dengannya, aku hanya suka uangnya saja. Biasanya kau dan aku yang menghadapinya! istriku!" pekik sang suami.


Dia berusaha mengejar Nyonya Jeslin, namun pintu kamar utama sudah di tutup oleh sang istri.


"Aduh!"


Tuan Heleas mengusap keningnya yang terasa berdenyut-denyut akibat terbentur pintu.


"Haisssh ... dia membiarkan aku menjalani semua cobaan ini sendirian? okelah! awas nanti malam, kau akan lelah Jes!"

__ADS_1


Pria tua yang masih on power terus saja mengomel tidak jelas akibat sang istri yang mengerjainya.


....


Drrtt ... Drrt ... Drrt ....


Ponsel milik Tuan Heleas berdering, dia malas untuk menjawabnya karena sang sekretaris menelpon.


"Pasti si perfect sudah ada di ruanganku, ah malas sekali," ucap Tuan Heleas sambil mengacak rambutnya kasar.


"Tapi jika aku tidak datang, Jeslin pasti akan mengejekku karena tak mampu melawan Yohan," imbuh kakek mesyum.


Kakek casanova memilih untuk meraih tas kerjanya, dan keluar dari kamar utamanya.


Dia yakin, Yohan akan bungkam dengan semua kata-katanya tanpa kakek mesyum emosi.


Baru beberapa langkah berjalan, dia melihat salah satu pelayan setianya sedang mendapatkan masalah di sambungan telepon.


"Mana Heleas?" teriak orang yang ada di dalam sambungan telepon.


"Mana bisa seperti itu? panggil atau Perusahaannya akan bangkrut!"


Mendengar kata-kata bangkrut, Tuan Heleas langsung menghampiri sang pelayan.


"Tuan?" ucap sang pelayan saat Tuan Heleas berdiri di sampingnya. Pria itu juga mengkode sang pelayan agar pergi, karena dia yang akan menanganinya.


"Ini aku, siapa kau?" tanya sang kakek casanova.


"Haha ... akhirnya, Tuan Heleas! katakan kepada anakmu, Steve! dia harus bertanggung jawab atas anak gadisku yang depresi!" ungkap sang penelepon.


"Memangnya anakku melakukan apa?" Tuan Heleas masih santai, dia sebenarnya mengetahui permasalahan utamanya, namun tetap diam.


"Dia telah melecehkan putri kesayangan Tuan Roma. Steve harus bertanggung jawab!"

__ADS_1


"Coba, aku bicara dengan anakmu, aku penasaran, yang meminta bercinta, anakmu atau anakku!"


"Cih! dia depresi! bagaimana bisa berbicara?"


"Sudah, berikan saja ponselmu padanya."


Beberapa detik kemudian ...


Di dalam sambungan telepon, terdengar keributan, sepertinya Tuan Roma sedang berdebat dengan putrinya.


"Kau ayah Steve?"


"Betul, kau mengalami pelecehan? apa benar kalian melakukannya tanpa rasa suka?"


BRUAK!


Kembali terdengar suara gaduh, kali ini suara pintu yang dibanting.


"Ada apa? kau mengamuk ya?"


"Tidak Tuan, aku sedang bersembunyi di kamar. Tuan, aku dan Steve saling menyukai, aku hanya ingin bertemu dengan Steve dan menyelesaikan urusan yang belum tuntas! dia hutang satu malam denganku! tapi saat aku ingin berjumpa dengannya, ayahku melarang. Dia bilang, lebih baik memanfaatkan Steve untuk menghancurkan anda!"


"Astaga! apa ini, sudahlah nak, lupakan saja anakku, dia memiliki banyak gadis. Dia buruk," ucap Tuan Heleas yang tidak ingin berbesan dengan pria pecundang macam Tuan Roma yang bar-bar itu.


"Apa ini karena gadis itu? gadis kecil J?"


"Entahlah! kau harusnya melakukan kegiatan yang lebih berguna, daripada menanti kehadiran anakku untuk menghangatkan ranjangmu."


"Jika itu karena J! baiklah, aku akan menghancurkan gadis itu! dimanapun dia berada, pasti akan aku kejar!" ucap sang gadis yang tidak menghiraukan nasehat Tuan Heleas.


Tut ... tut ... tut ....


Panggilan itu berakhir.

__ADS_1


"Dia membuatku pening, Hadeh ... di rumahku ada J, di sambungan telepon juga membicarakan J, siapa Julia itu? bukannya gadis masa kecil Nando itu misterius! Ehm ... baiklah, mulai sekarang, aku akan mencaritahu tentang gadis kecil J milik Steve!"


******


__ADS_2