Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Kembalinya pujaan hati


__ADS_3

Ponsel milik Nando tiba-tiba berdering, dia langsung menatap layar ponsel tersebut. Akan tetapi, alangkah terkejutnya dia saat Manda my love menghubunginya.


"Sial! Juli menelepon! aku harus mengatakan apa?" Wajah Nando pasrah, dia tidak mengetahui apa yang harus ia katakan kepada wanita pujaannya itu.


"Jujur saja kepadanya, semua akan baik-baik saja. Nona Juli sepertinya tidak menyukai orang yang berbelit-belit. Dia menyukai pria berkarakter." Santos menjabarkan salah satu sifat yang si wanita malang miliki. Santos mengetahuinya melalui perbincangan dengan Juli beberapa waktu yang lalu.


"Hm ... sepertinya aku harus belajar banyak kepadamu tentang memahai sifat wanita." Nando tersenyum sumringah. Pria casanova dengan penuh percaya diri menjawab panggilan telepon dari Juli.


"Halo baby, ada apa?" tanya Nando manis sekali.


"Pagi Tuan Nando, aku ingin mengatakan kepadamu bahwa hari ini dokter memperbolehkan diriku pulang. Hm ... kau bilang ingin datang ke rumah sakit?" Juli ternyata menunggu kedatangan Nando.


Si casanova merasa terharu dengan ucapan Juli, sebuah moodbooster baginya saat anu-nya terluka, ada wanita yang ingin kehadirannya.


"Juli, anu-ku kena gigit piranha betina! hiks ... masih mau kah kau menikah denganku?" Nando terdengar sangat menyedihkan, pria casanova mencoba untuk jujur.


"Wkwkwk ... kok bisa? apa kau membuat salah satu gadismu sakit hati?" terka Juli.


"Kau tertawa? syukurlah, aku kira babyku cintaku akan meninggalkanku saat senjata pamungkasku terluka." Nando memiliki pendapat sendiri tetapi ternyata dia salah sangka.

__ADS_1


"Tidak, aku mau menikah denganmu bukan karena permainanmu di ranjang, ini karena balas budi, selain dirimu tidak ada yang perduli padaku. Bukankah aku begitu menyedihkan? hingga hanya kau yang memahamiku? entahlah! aku tidak perduli, kau impoten pun, juga tidak masalah. Pada intinya, aku akan mengabdi kepadamu, jika kau menderita karena anu-mu sakit atau apa, jadikan itu sebuah intropeksi agar kau merenungi segalanya." Juli, gadis mandiri yang sabar dan pengertian itu mampu membuat Nando tersenyum sumringah, dia merasa sudah klik dengan nona J.


"Memang aku tidak salah pilih, love you baby." Kata cinta yang tulus terucap dari mulut penuh dusta yang kini belajar untuk jujur.


"Haha, kau ada-ada saja. Aku akan merawatmu, meski aku masih sakit, aku akan merawat anu-mu itu sampai sembuh. Kau harus banyak bersabar karena luka itu akan sembuh lebih dari satu minggu," jelas Juli.


"Apa suamimu pernah mengalami luka yang sama denganku?" tanya Nando penasaran.


"Bukan suami, tetapi aku pernah baca di sebuah artikel, aku rasa kau tidak berpenyakit jadi cepat kering luka itu." Si Juli bahkan pernah membaca bab tentang anu.


"Haha ..  bacaanmu ngeri juga, kau membaca bab anu." Nando tertawa, dia merasa Juli juga mesum.


"Wkwkkwk ... temanmu pasti ganas di ranjang sampai anu suaminya digigit, tapi aku senang kau tidak melihat dari senjata andalanku yang sedang tidak berguna ini. Kau melihat dari kebaikan hatiku," jawab Nando kembali merasa terharu.


"Diamlah Tuan, aku sudah senang kau mau membantuku dan menikahiku, kau telah mengangkat derajatku." Si Juli melow hingga dia menangis terisak, terdengar jelas di balik panggilan telepon itu.


"Cup ... cup ... cup, jangan menangis, aku adalah pria bodoh jika membuat wanita sebaik Juli ini terluka serta menitihkan air mata." Nando juga ikut melow, chemistry keduanya mulai terjalin, agaknya peran masa lalu mereka sebagai Steve dan Nona J sudah merasuk ke dalam jiwa masing-masing.


"Siapa juga yang menangis, aku hanya pilek. Oh ya, apa kau sudah menemukan Steve Heleas? aku baru tahu dia adalah putra tunggal Tuan Heleas, pria genit yang memiliki banyak harta dan tahta! aku salut dengan istrinya, Nyonya Jeslin. Dia sangatlah sabar, penuh perhatian dan tidak banyak mengeluh meskipun si suami sering terlibat rumor dengan para gadis usia 19-25 tahun. Luar biasa, aku ingin bertemu wanita hebat dan mandiri sepertinya, aku tidak menduga jika Steve memiliki ibu yang sangat fenomenal."

__ADS_1


Mendengar pernyataan Juli, Nando kembali terharu. Ternyata dia tidak melakukan kesalahan saat harus mencari gadis kecil yang ia kagumi sejak usia 10 tahun itu. Gadis sangat lucu dan menggemaskan macam Juli, telah menjelma menjadi wanita hebat seperti ibunya.


Dia mampu mengobrak-abrik hati dan pikirannya yang masih labil akan kenikmatan duniawi tetapi tidak akan pernah lupa dengan rasa sayangnya terhadap Nona J alias Juli.


Dia mantap akan mengatakannya, jujur kepada Juli mengenai kebenaran tentang jati dirinya.


Juli adalah obat yang manjur, dia obat yang mampu membuatnya sembuh secara perlahan dari sifat casanova yang mendarah daging di hatinya.


"Aku sudah menemukannya, dia bilang ingin bertemu denganmu, dia sangat merindukanmu," ucap Nando.


Nando mengatakan semua itu sangat tulus dari hati yang paling dalam.


"Oh, katakan padanya aku juga rindu."


Deg!


Deg!


Kata-kata sederhana tapi mampu membuatnya gila.

__ADS_1


….


__ADS_2