Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Menjemput mu!


__ADS_3

Nando masih belum percaya ketika Juli mengatakan rindu kepadanya dalam wujud Steve Heleas.


Dia yang seorang pria brengsek, terlalu polos jika percaya cinta sejati itu masih ada di dunia ini.


Rasa nyaman yang diberikan oleh semua gadis di sisinya bukanlah definisi cinta sejati yang sangat ingin ia miliki.


Dalam dirinya terdapat dua kepribadian yang berbeda.


Steve dan Nando.


Jika orang mengenal Steve adalah pria aneh yang memilih kabur karena tak ingin dijodohkan dengan gadis terhormat, kini dia juga harus bertanggung jawab terhadap dirinya yang baru, pria casanova bernama Nando yang sudah memilih satu wanita untuk menjaga hatinya. Dia ingin menghabiskan hidup dan mati bersama si wanita.


Tetapi semua itu harus dibayar mahal dengan pertobatan yang berujung gigitan piranha betina di anu-nya yang super hot itu.


"Nando? hey? kau diam? ada apa? apa kau cemburu?" ucap Juli mencoba memanggil nama si lawan bicara agar dia tidak seperti berbicara sendiri.


"Oh, maaf baby, aku melamun karena teringat akan pelayanan memuaskanmu terhadap milikku, aku rindu itu. Ayo menikah, jangan terus menyiksaku!" Nando mengalihkan semua perhatian si wanita, dia tidak ingin Juli memikirkan hal tentang kecemburuan yang mungkin saja Nando miliki jika Steve adalah orang lain.


Namun, kasus yang dia alami berbeda. Dia sendiri adalah Steve Heleas. Sang casanova justru bahagia jika sang pujaan hati merindukannya.


"Haha ... sembuhkan luka si anu, baru memikirkan ronde berapa malam pertama kita. Tenang saja, aku akan memberikan yang terbaik setelah kita menikah, ingat! setelah menikah, jika belum aku tidak terlalu berselera, siapa tahu aku bisa jatuh cinta kepadamu setelah peresmian hubungan kita? mana ada yang tahu? aku diam-diam menyukai kepribadianmu. Meski kau casanova sejati, tapi entah mengapa saat bersamamu rasanya tenang dan damai, padahal kau adalah bajingan kelas kakap yang mampu menebar dusta kepada semua wanita cantik di luar sana."


Lagi-lagi Juli mampu membuat Nando tersanjung, dia sudah bisa memastikan jika cinta yang dia miliki untuk Juli akan terbalas.


"Wow! kau terpesona padaku baby? luar biasa, kau wanita pertama yang begitu jujur dan tidak memiliki rasa takut akan terkhianati saat menyampaikan perasaanmu terhadapku." Si Nando berakting agar tidak ketahuan jika dia bahagia dan jika dia adalah Steve Heleas.


"Lebih baik seperti ini, aku tahu kau memiliki banyak wanita tapi kau masih memberikan kebahagiaan kepadaku, memberikan perhatian, memahami hatiku di saat jiwa ini sepi akan kasih sayang. Thanks Nando, kau yang terbaik. Hm ... sudah ya? aku mau berkemas," ucap Juli yang sebentar lagi akan keluar dari rumah sakit.

__ADS_1


"Baby, Santos akan menjemputmu. Kau tunggu dia, " jawab Nando sangat antusias.


"Oke."


"Muah baby, love you!"


Tut ... tut ... tut ...


Panggilan telepon yang selalu terputus saat Nando mengucap pesan terakhir.


"Cih, kalau cinta akui saja! mengapa harus memakai embel-embel. Dasar bocah kecilku, Juli." Nando tersenyum kala teringat jajaran gigi Nona J yang pertama kali ia lihat saat usianya 10 tahun. Senyum Nona J sangat elegan, mampu menggetarkan hatinya.


"Santos, kau mengetahui apa yang harus kau lakukan setelah ini kan?" tanya Nando yang mencoba memiringkan posisi tidurnya agar lebih leluasa dalam berbicara dengan Santos.


"Iya Tuan, pesanku jangan terlalu banyak gerak nanti anunya Tuan akan terasa perih dan ngilu, nanti sulit keringnya," saran Santos.


"Aku pergi dulu menjemput Nona Juli, daripada lama-lama di sini, aku akan kena semprot terus, serba salah." Santos selalu mengalah seperti biasanya.


"Haha oke, bagus!"


Santos berbalik, dia segera keluar dari kamar pribadi Tuan Muda mesumnya yang sedang berada dalam fase pertobatan hakiki.


Tap ... tap ... tap ...


Langkahnya yakin menuju pintu utama, di sela berjalan, dia terlihat menelpon seseorang.


"Gaery, bawa anak-anak kemari, jaga Tuan Muda. Aku mau ke rumah sakit, ada perlu sebentar. Aku khawatir para gadis akan datang dan memaksa Tuan Muda memuaskan hasrat mereka karena majikan kita sedang sakit," pinta Santos kepada Gaery, rekannya yang sudah ikut Tuan Heleas berpuluh tahun lamanya. Dia bersama rekannya itu memiliki sepuluh anggota keamanan yang terpercaya dan berkredibelitas tinggi terhadap tugas yang diperintahkan Tuannya. Mereka memegang teguh prinsip dan kesetiaan.

__ADS_1


"Siap Santos! aku dan anak-anak akan segera datang," jawab Gaery.


Panggilan langsung ia tutup karena jika terlalu banyak bicara, waktunya akan habis.


Kasihan Juli jika harus menunggu terlalu lama.


Dia berjalan lurus menuju mobil mewah yang terparkir rapi di halaman rumah Nando.


Langkahnya terhenti saat berada di depan mobil mewah Tuannya.


Ponselnya tiba-tiba berdering, di layar ponsel itu, dia melihat ada nomor Tuan Besar menghubungi.


Dia langsung menjawab panggilan telepon itu.


"Ada apa Tuan Besar?" tanya Santos.


"Aku dengar Steve akan menikah, apa kau mengetahui siapa gadis itu? dari kalangan mana dia?" Tuan Besar kepo dengan identitas Juli.


Sial! aku jawab apa ini, Nyonya besar sudah mengatakan apa kira-kira? aku harus mengambil jalan aman.


"Santos? kau masih ada di sana kan? katakan, seperti apa gadis itu?" Tuan Besar Heleas kembali bertanya, kini dia terdengar lebih tegas.


"Seorang wanita elegan, dia seorang pebisnis juga Tuan," jawab Santos. Ini adalah jalan aman, dia tidak akan menambah jawaban yang akan menimbulkan pertanyaan lain.


"Oke, katakan pada Steve, besok temui aku dan Jeslin di Villa keluarga Heleas, aku ingin tahu siapa gadis yang mampu membuat anakku berpikir untuk menikah," tukas Tuan Heleas.


"Baik Tuan!"

__ADS_1


….


__ADS_2