
Juli geleng-geleng kepala, dia tidak habis pikir dengan apa yang dilakukan oleh Nando. Dia melihat bagian bawah sang casanova ada bercak darahnya.
"Hey pria mesum! akibat kau terlalu agresif! anu-mu berdarah itu!" Juli menunjuk ke bagian bawah sang pria gila.
"Mau darah, ataupun itu aku tidak perduli! rasa sakit ini tidak seberapa saat telingaku mendengar dengan jelas bahwa kau menyebut nama Jack! aku tidak terima baby!"
Nando semakin dekat dengan tubuh seksi itu, dia kembali mendorong tubuh Juli hingga kembali terhimpit antara tembok dan tubuh kekarnya.
Nando menggenggam lengan Juli, ia letakkan tangan itu dia atas dan membiarkannya menempel di tembok. Nando memegang kendali.
"Diamlah! aku akan menghukummu karena mulutmu terlalu lancar menyebutkan nama pria lain!"
Nando kembali menyerang Juli, dia melahap bibir ranum yang masih ada bekas gigitan gilanya.
Menikmati setiap sentuhan yang Nando berikan, hanya itu yang bisa Juli lakukan, tangan sudah terkunci, kedua kaki juga tak bisa lari kemanapun. Kini tinggal aksi Nando yang akan membuatnya kembali menyandang gelar si casanova gila.
Entah dia menahan semua rasa sakit atau memang sudah tidak terasa lagi, gerakannya sangat liar dia mengecup bibir, leher, dada hingga ke perut Juli.
Bahkan membalikkan tubuh itu.
Gerakan bibir dan lidah di tengkuk sang wanita membuat Nando harus mendengar suara indah itu lagi, dia puas dengan kebrutalannya.
__ADS_1
Dia mempermainkan dua buah surgawi yang masih terbungkus kain. Dia memijatnya dengan gerakan yang teratur, hingga membuat sang pemilik buah ranum itu bergerak tidak beraturan.
"Baby ... kau menang gila!" ucap Juli saat dia beberapa kali harus mendongakkan kepalanya dan menahan sensasi cairan surgawinya harus tumpah lagi kala tubuhnya telah dikuasai oleh sang casanova.
Nando menuntun Juli menuju sofa yang ada di ruangan itu. Sang casanova membaringkan tubuh seksi di sana.
"Apa yang akan kau lakukan lagi pria gila!" Juli mengigit bibirnya kala jari sang casanova melesat jauh ke dalam ranah nirwananya.
Nando benar-benar menunjukkan kapasitasnya sebagai pemuas partner ranjangnya.
"Keluarkan semuanya baby! hukumanmu masih lama." Nando akan menyiksa Juli karena sang wanita pujaan terlalu lancar mengatakan nama pria lain menggunakan mulutnya.
Namun, saat aksinya akan kembali menggila, rasa kebas terasa di bagian pangkal pahanya.
Juli yang masih dalam kondisi setengah sadar karena terlalu dalam Nando membenamkan wanita itu ke pusat surga dunia, sebisa mungkin tetap menolong Nando.
Wanita itu berjalan sempoyongan menuju kamar mandi, disana dia mengambil kotak obat.
Setelah kotak obat berada di tangannya, dia kembali ke ruang ganti.
Juli berusaha mengambil kesadarannya, dua menit kemudian sang wanita telah sampai di tingkat kesadaran sempurna.
__ADS_1
Rambut yang acak-acakan, baju yang robek sana-sini, bekas kepemilikan yang tidak beraturan hampir di sekujur tubuhnya, membuat Juli menjadi korban kecemburuan casanova gila.
"Kau bisa mati kalau melakukan tindakan seperti itu lagi!" ucap Juli sembari mengobati luka di senjata sang casanova.
"Aku kesal kau sebut nama pria lain! kau adalah milikku, calon isteriku, mana ada sebut-sebut nama Jack! aku kesal karena itu!" Nando yang tak mau kalah membuat Juli gemas, dia me njilat senjata Nando dan membuat tubuh sang pria meremang.
"Bagaimana? kau bisa kan rasakan itu! anu-mu sepertinya sudah mendingan karena menegang terlalu lama, gila ya kau ini! masih sakit juga jiwa casanovamu masih membara. Kau menerobos batasan rasa sakit!" Juli geleng-geleng kepala karena Nando mampu mengobati rasa sakitnya sendiri.
"Mana ada sembuh kalau cuma sekali sentuh? lebih banyak lah baby," ucap Nando yang selalu memiliki ide yang akan membuatnya selalu menang banyak.
"Cukup sekian dan terimakasih, anu-mu sudah tak butuh perban, hanya butuh sarang untuk berdiam diri dan bertapa!" Juli senang karena luka itu sudah mulai mengering dengan cepat tapi karena kecerobohan si casanova, ada beberapa yang masih terbuka.
"Rasanya tak sesakit pas awal kena gigit, sekarang lebih mendingan. Yes! aku bisa nikah, dan enaa-enaa lagi! puasaku akan berakhir! ini adalah bukti kuasa Tuhan! Tuhan adil kepadaku! baby, ayo kita ke butik, cari baju pengantin." Nando sudah terlihat bugar. Dia telah melupakan rasa sakit yang mendera anu-nya karena tidak butuh waktu lama, senjatanya sudah kembali berfungsi lagi.
"Steve! ingat, jaga kesehatan! kau ini otak mesum! dasar, hanya ranjang saja yang ada di pikiranmu, soal J ... Ehm, mantan suamiku bagaimana! jangan kau lupa akan hal itu!"
Juli tidak akan menyebutkan nama pria lain di depan Steve karena akan membuatnya kena serangan lagi.
"Iya, Santos pasti sudah menemukan banyak hal! setelah ke butik, kita bahas ini lagi. Aku heran kenapa anu-ku cepat sekali sembuhnya? kau bilang butuh lebih dari satu minggu?" Nando tak menyangka akan segera menikmati lembah surgawi lagi.
"Entah lah! yang aku tahu kau itu maniak,mesum! anu-mu memiliki kekuatan super untuk mengobati dirinya sendiri, maybe!" Juli asal bicara tapi memang itu kenyataannya, senjata Nando memang super, tak merasa lelah meskipun telah memasuki lembah terdalam lima gadis dalam sehari, ini tidak masuk akal tetapi itulah Nando. Pria casanova yang gila.
__ADS_1
….