
Suster memilih untuk diam, dia berpikir bahwa tidak ada gunanya mengatakan kepada Jack tentang kehamilan Xia yang menurutnya adalah suatu kebahagiaan.
Akan tetapi, jika orang yang bersangkutan tidak mau memberikan kabar bahagia ini, bukan menjadi urusannya lagi.
"Maaf Nona, bukan maksudku mengatakan hal yang tidak Nona sukai, tapi aku hanya melakukan oapa yang biasanya aku lakukan di rumah sakit ini. Aku sebagai seorang suster merasa bahagia jika seorang wanita bisa hamil, ada banyak wanita di luar sana yang tidak seberuntung Nona. Jadi saya hanya ingin berbuat baik saja," ucap sang suster berkata panjang lebar untuk menjelaskan apa yang ada di dalam hatinya, segala niat baiknya yang ternyata dipandang buruk oleh Xia.
"Jika kau hanya bisa menceramahi aku, pergi dari sini aku tidak butuh ceramahmu!" teriak Xia yang menganggap apa yang dikatakan oleh suster sesuatu yang tidak penting.
Suster itu memilih untuk keluar dari ruangan Xia, dia tidak mau mendapatkan olokan lagi meskipun niatnya baik.
Kini Xia dibuat pusing dengan kehamilannya sendiri, jika dia mengatakan bahwa kehamilannya ini adalah karena calon suaminya, Jack pasti akan marah dan langsung memintanya untuk menggugurkan kandungannya.
Akan tetapi jika tidak mengatakan apapun, dia juga mendapatkan masalah.
Xia serba pusing.
"Aku harus jujur dengan Kak Jack," cakap sang gadis sambil perlahan beranjak dari brankar.
Namun, dia tidak bisa melakukan apapun.
Saat kegalauan melanda.
Pintu tiba-tiba ada yang membuka.
"Xia, apa kabar?" tanya seorang pria yang sangat Xia kenal.
__ADS_1
"Ferdinand? ada apa kau kemari?" sahut Xia.
"Kau adalah adik dari Julia, jadi aku harus menjengukmu," ucap Ferdinand dengan manis.
"Tapi aneh, bukannya kau tidak suka denganku?" cakap Xia.
"Tidak ada salahnya beramah tamah dengan calon anggota keluarga baru."
Ferdinand semakin dekat dengan Xia. Dia tersenyum smirk.
"Aku tahu kau hamil, kak Jack harus tahu!" bisik Ferdinand.
"A-pa? da-ri ma-na kau ta-hu?"
"Sial! apa yang kau inginkan?"
"Kau harus memberikan anak itu untukku."
Permintaan absurd yang membuat Xia tidak habis pikir.
"Ambil saja, toh akan membuat hidupku lebih baik."
"Oke, tapi jangan sampai ada apa-apa dengan anak itu, jika kau melukainya, kau akan habis ditanganku!"
"Kenapa kau ingin anak ini?"
__ADS_1
"Dia anakku, tapi aku malas menikahimu! kau bukan wanita baik, aku akan menjaga anak itu dan membawanya pergi!"
Deg!
Xia masih pusing.
"Kau ingat, kita sering bersama akhir-akhir ini, urusan bisnis juga kita yang urus. Kita pernah sepakat, akan menjalani hubungan yang serius. Entah kau ingat atau tidak," ujar Ferdin sangat serius.
"Cih, aku tidak mau merawat bayi ini, kau ambil saja!"
"Kau tidak bisa melakukan ini, rawat dia, atau aku beritahu kakakku? pasti akan seru!"
Xia makin pusing, dia lebih memilih diam.
"Ferdin, tolong, jangan katakan apapun, aku tidak mau kehilangan kak Jack," pinta si gadis memohon.
"Oke, kau bisa bernafas lega, aku akan diam. Aku tagih janjimu, 9 bulan aku akan datang lagi, kau menikahlah dengan kakakku, tapi anak itu milikku! ingat!"
"Iya, ambil saja!"
Ferdinand pergi, dia merasa jika itu memang anaknya karena diam-diam sudah tes DNA. Dia lebih tenang untuk sementara waktu.
"Aku memang pria brengsek, tapi anak itu anakku!"
*******
__ADS_1