Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Prank Julia


__ADS_3

Setelah perdebatan yang tidak penting antara ibu dan anak, akhirnya tanpa mereka sadari Tuan Heleas sudah membuka mata dengan perlahan. Gerakannya masih sangat lemah, dia belum bisa melakukan hal seperti sebelumnya.


"Kalian sedang apa? ini rumah sakit, kenapa berisik?" ucap sang kakek moyang casanova dengan suara yang hampir tidak terdengar.


"Kau bicara atau bergumam ayah?" tanya Steve sambil mendekat ke arah sang pria tua yang sedang terbaring lemah.


"Pria sialan!" ungkap sang kakek casanova.


Lagi-lagi suaranya sangat lemah.


Lalu, Julia mendekat, dia yang akan mendengarkan apa yang dikatakan oleh Tuan Heleas.


Bersama Nyonya Jeslin, Julia menuliskan sebuah kalimat di ponselnya, kemudian di perlihatkan kepada Tuan Heleas.


Apa Tuan terganggu dengan kehadiran kami? apa Tuan butuh ketenangan?


Tuan Heleas tidak bisa membaca tulisan itu, Julia mendekatkan ponsel miliknya ke arah netra sang calon mertua.


Setelah tulisan miliknya terbaca sempurna oleh Tuan Heleas, dan pria tua itu mengangguk, Julia meminta semua orang untuk keluar dari ruang rawat inap. Kecuali Nyonya Jes, sang calon menantu ingin pasangan suami istri itu mendapatkan ruang untuk saling memberikan perhatian dan dukungan.


..


Di luar ruang rawat inap VVIP ...


"Santos, kau belikan kami makanan dan minuman," pinta Nando.


"Tuan, kita hanya boleh makan dan minum di luar area VVIP, Tuan Muda lupa ya?" sahut sang pelayan setia.

__ADS_1


"Kalau tidak boleh, belikan aku baju baru, mana boleh pakai baju OB. Tidak keren sama sekali," ungkap Nando kesal.


"Oke siap, Tuan dan Nona, jangan melakukan hal aneh-aneh di sini, karena pasti ada hantu mesyum. Aku di lift juga menemukannya," bisik Santos memperingatkan.


"Cih, ini rumah sakit cabang kedua dari rumah sakit yang satu itu, entah mengapa para manusia tidak bisa menahannya," jelas Nando yang memiliki hasrat berlebihan, hanya karenanya anu-nya sakit saja dia puasa. Jika masih on, pasti ide gilanya akan muncul.


"Kau ini lupa lagi ya? dulu kau kan Nona Fea pernah melakukan di lift? kau memintaku menjadi penjaga sampai lantai teratas dan berhenti. Untung aku adalah pria yang memahami Tuan sejak kecil hingga remaja, sampai dewasa jadi ya tidak terlalu terkejut. Tuan juga tidak terlalu vulgar, paling hanya main yang tidak berbahaya," ucap si pelayan setia panjang lebar.


Julia mendelik, dia bahkan harus mendengar ini dari pria yang seharusnya bungkam.


"Oh, ada rahasia lain?" ujar sang kekasih.


Julia merasa kesal, dia memilih untuk meninggalkan kedua pria dengan usia yang terpaut jauh itu.


"Ya Tuhan Santos, mengapa kau mengatakan semua itu kepadaku di saat ada Julia? kan dia marah lagi, kau urus ini! aku tidak mau tahu!" Steve kembali frustasi.


"Nona, maafkan aku," ucap Santos saat mampu menghentikan langkah Julia.


"Tidak masalah Santos. Aku hanya ingin mengetes seberapa jujur dan terbukanya dia, jika dia memang mencintaiku, dia akan mengatakan segalanya, bukan seperti ini." Julia tersenyum kepada Santos, membuat pelayan setia itu merasa lega.


"Syukurlah Nona, aku kira kau akan memutuskan hubungan dengan Tuan," cakap sang pelayan setia.


"Tidak Santos, aku akan tetap bersamanya. Jika bukan aku, siapa lagi yang mampu merubah kegilaannya?" tukas Julia dengan senyum manisnya.


Santos dan Julia saling pandang, kedua orang itu akan membuat sang casanova kapok, setelah dia sembuh, tidak akan aneh-aneh lagi.


"Santos, kau kembalilah menemani Steve, aku yang akan membeli baju untuk Tuan Mudamu," ucap Julia.

__ADS_1


"Baik Nona," jawab Santos sambil menyerahkan kunci mobilnya.


"Semoga sukses Nona, jangan lama-lama ya, Tuan nanti galau," pungkas Julia.


"Haha ... okelah, aku akan cepat, tepat dan sampai di rumah sakit ini tepat waktu!" jelas Julia.


Santos percaya kepada wanita seksi itu, keduanya berpisah dan berjalan berlawanan arah.


Drttt ... drt ... Drrt ...


Ponsel milik Julia berdering, Julia langsung menjawab panggilan telepon itu.


"Nona Manda? saya salah satu kolega yang datang di rapat tadi, jika anda berkenan, besok saya akan meminta anda bekerja sama dengan perusahaan saya," pinta sang pemimpin perusahaan yang datang saat rapat.


"Bisa Tuan, tapi anda mendapatkan nomor ponsel saya darimana ya?" tanya Julia merasa heran.


"Tuan Heleas kagum dengan anda dan merekomendasikan anda sebagai wakilnya, karena Tuan Steve terlalu payah untuk menjadi wakil," ungkap sang penelepon.


"Baik, saya akan mengkonfirmasi lagi hal ini kepada Tuan Heleas, saya tidak ingin ada mis komunikasi dengan beliau," jelas Julia.


"Baik, maaf jika mengganggu anda. Selamat beraktifitas."


"Ya Tuan terimakasih."


Panggilan telepon itu berakhir. Julia merasa senang, kariernya akan kembali naik, pembalasan dendam akan semakin menarik.


****

__ADS_1


__ADS_2