Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Kakek moyang casanova kena mental


__ADS_3

Nando yang sudah muak dengan semua perkataan Jack, mencoba mengalihkan perhatian pria gila itu dengan perlahan enyah dari hadapan Jack. Xia yang tergila-gila padanya juga sama sekali tidak memperdulikannya, Nando cukup paham jika pria dengan pekerjaan rendahan, tidak akan mendapatkan pandangan baik dari orang yang memiliki harta dan jabatan yang lebih tinggi.


Mulai saat ini, Nando berjanji dalam hatinya bahwa semua OB dan OG harus mendapatkan 3x gaji setiap bulannya, dia akan membiayai para karyawan yang sekiranya memiliki beban dalam urusan ekonomi, karena diremehkan itu sangatlah tidak nyaman.


Dia yang menyamar saja rasanya sakit hati, apa lagi para OB dan OG yang kadang sering ia marahi saat bekerja saat melakukan kesalahan yang tidak seberapa.


Nando benar-benar ingin menjadi pria yang lebih berguna, dia akan meninggalkan kebiasaan buruknya yang telah mengakar itu.


...


Nando melangkah mundur, menjauhi pasangan sialan yang meresahkan, perlahan sang casanova berjalan menuju Julia yang duduk di kursi dengan melipatkan tangan di meja, sesekali dia menatap jengkel ke arah sang ayah yang terlihat menggoda sang calon istri.


'Cih, dia mau bermain-main rupanya, oke! akan aku layani!' gumam Nando sambil tersenyum smirk.


Awalnya Nando tidak ingin memberi minuman yang mengandung bubuk pencahar kepada sang ayah, namun karena sikap sang ayah yang genit, Nando gas pol dengan niat jahatnya yang membahana.


"Its show time!" ucapnya pelan.

__ADS_1


Tap ... tap ... tap ....


Langkahnya berhenti tepat di meja yang membatasi jarak antara dirinya dan Julia.


Sang kekasih yang mengetahui jika itu adalah Steve, pura-pura tidak mengenal saat pria itu mengajaknya mengobrol.


"Nona, pria disampingmu itu suamimu ya? dari tadi, ku lihat dia menggodamu terus," ledek Steve.


"Bukan, dia yang punya kantor ini," jelas Julia juga berpura-pura tidak tahu apa-apa.


"Heh! OB, sok tahu sekali, istriku ada di tempat lain, dia tidak ada disini," jelas Tuan Heleas yang gugup, dia mencoba mengumpulkan kewarasannya saat pesan dari ponselnya mengatakan bahwa Nyonya Jeslin berada di depan pintu ruangan rapat dan senantiasa mengetahui gerak-gerik Tuan Heleas sampai apa yang sang suami katakan juga terdengar dengan jelas.


"Astaga, istriku benar-benar ada di sini, heh OB sok tahu, minggir! aku akan menjelaskan kepadanya bahwa aku tidak melakukan apapun dengan Manda, kami hanya mengobrol saja, ayo Manda tolong jelaskan kepada istriku," pinta Tuan Heleas sambil memapah tubuh Juli, dia ingin memeluk tubuh itu, tapi Steve langsung mencegahnya.


"Eits! Tuan jangan macam-macam, setahuku Tuan Muda juga ada di sini, mereka berdua sedang menyaksikan kegilaan anda yang selama ini tak terbendung itu," ucap Steve sambil terus menunduk.


"Tuan minum dulu sebelum bertemu dengan Nyonya Jeslin datang, takutnya nanti tenggorokan tiba-tiba kering karena kena mental sama ceramah luar biasa Nyonya Jeslin yang terkenal se-pantry kantor," celetuk Steve yang mengatakan hal yang sebenarnya, karena Nyonya Jes adalah wanita detail yang tidak bisa diganggu gugat, apalagi mengenai sajian minuman. Dia akan memastikan jika semuanya sesuai selera sang suami. Semua OB dan OG selalu mendapatkan wejangan yang super mantap, apalagi waktu ada momen rapat dengan para kolega, Nyonya Jes ada di garda depan untuk meminta para OB dan OG bersikap baik dan sopan saat kedatangan mereka.

__ADS_1


....


Tuan Heleas tak memikirkan apapun, dia langsung meraih minuman yang disodorkan oleh Steve.


Gleg!


Suara yang berasal dari tenggorokan itu menandakan bahwa Tuan Heleas kehausan juga gugup, dia sebenarnya takut saat istrinya yang cerewet itu marah dan meminta cerai, so pasti dia akan ribet sendiri.


Kedua orangtuanya tidak segan-segan memukulnya, karena lebih respect dengan Nyonya Jes yang sabar dan tidak pernah mengeluh meskipun sang suami jarang pulang karena menghangatkan ranjang para gadis simpanannya, cerita ini sudah menjadi masa lalu, tapi dia lebih takut jika permintaan cerai itu terlontar dari mulut sang istri.


Tuan Heleas teringat saat dia harus melawati cobaan penyakit kelamin, yang selalu bersamanya adalah Nyonya Jeslin bukan para simpanannya.


"Kau jaga sekertarisku, awas saja kau pegang-pegang dia, aku beritahu anakku, agar dia melibas dirimu," ungkap Tuan Heleas sambil meletakkan gelas berisi minuman yang mengandung pencahar di atas meja.


"Siap Tuan, dengan senang hati," ucap Steve dengan penuh kemenangan.


******

__ADS_1


__ADS_2