
Julia yang dalam kondisi mabuk, terlihat sangat kacau, dalam gendongan Santos, dia mengigau di alam bawah sadarnya.
"Nando, apa kau pria kurang ajar? apa kau sejahat itu? bagaimana bisa melakukan kejahatan ini dengan sempurna, kau telah menghancurkan hatiku berulang laki, mematahkan hati sampai ke tulang-tulang. Aku diam saja saat harga diriku diinjak-injak oleh ayahmu, untuk apa? untuk tetap bersamamu, apa kau memahami hal ini?" tandas Julia.
Sang wanita terlihat menangis, dia terisak dan memeluk Santos.
Nando melotot ke arah Santos, dia meminta pria itu agar tidak bertindak terlalu jauh, rasanya dia ingin sekali memeluk tubuh Julia dan menciuminya, namun sepertinya semua itu akan gagal, dia harus lebih bersabar.
Santos masuk ke dalam mobil dan meminta Tuan Mudanya duduk di jok belakang bersama sang Nona Muda.
Nando sangat bersemangat.
Dia segera menyanggupi apa yang diminta oleh Santos.
Kini posisi Nando pernah berada di jok belakang dengan Julia tidur di pangkuannya.
Nando meminta sang Santos segera tancap gas untuk pulang ke rumahnya.
....
Santos tidak sengaja melihat mobil tepat berada di belakangnya, dia curiga jika mobil itu menguntit.
Sang pelayan mengatakan ini kepada majikannya, lalu si majikan memberitahukan kepadanya untuk mengelabui si penguntit.
__ADS_1
"Cih, mobil itu pasti milik pria yang kurang ajar tadi, bisa-bisanya dia ingin memiliki Juli-ku, mana bisa dia melakukannya, selama aku masih hidup?"
Nando tidak habis pikir dengan tindakan sang penguntit.
"Dia sepertinya bukan orang biasa Tuan," terka Santos.
"Mau dia orang biasa, atau penghuni rumah sakit luar biasa? aku tidak perduli sama sekali. Pada intinya aku ingin segera pulang ke rumah dan merawat calon istriku," ungkap Nando.
Dia terlihat lebih memperhatikan sang calon istri karena dia tidak ingin kehilangan wanita yang sangat ia cintai itu lagi. Dia merasa bersalah saat membiarkannya pergi saat berada di Cafe.
Bahkan membuat pria lain juga ingin memiliki Julia, ini sangat fatal baginya karena tidak segera mengambil tindakan.
Nando mengatakan kepada Santos untuk membuat list para gadis yang pernah bersamanya, Santos seketika memprotes majikannya.
Mendengar keluh kesah dari pelayan setianya, sang casanova justru tertawa terbahak-bahak.
Dia menyadari bahwa selama ini memang menjadi beban Santos, pria tua yang semakin beruban itu sudah menjaga sang tuan muda dari usianya masih 0 bulan, baru beberapa hari lahir, Tuan Heleas sudah membuat masalah yang membuat Nyonya Jeslin harus tetap tertekan sehingga Santos yang menjadi pelayan utama yang menjaga Nando.
Santos dibantu oleh beberapa pelayan lainnya untuk menjaga sang tuan muda agar tidak rewel saat waktunya minum susu.
"Tuan, harus lebih menghargai seorang wanita, dulu waktu kau masih 0 bulan, Nyonya jesslyn mengalami tekanan yang luar biasa, akan tetapi dia masih bisa memberikan susu untukmu. Bahkan Nyonya Jeslin menyimpan stok susu untukmu, sebelum tidur dia memompa susunya, ibumu adalah wanita terbaik di dunia ini," ungkap Santos menjadi terharu karena Nyonya Jes sangat mencintai putranya.
Nando sendiri menatap ke arah depan dengan tatapan kosong, meskipun tangannya tak henti membelai rambut Julia.
__ADS_1
"Santos, aku harus tegas kepada diriku sendiri, bagaimana pun juga, seorang pria memiliki tujuan akhir. Aku memutuskan tujuan akhir ku adalah hidup bersama Julia, hanya wanita ini yang akan memiliki jiwa dan ragaku," pungkas Nando dengan nada suara yang bersungguh-sungguh.
"Semoga saja Tuan tidak berubah pikiran saat melihat gadis lain yang lebih cantik dan semok, aku masih melakukan hal itu, sudah aku pastikan hidupmu akan lebih sengsara dari Tuan Heleas," ujar Santos.
Dia sepertinya sudah gedeg dengan apa yang dilakukan oleh majikannya.
"Astaga! kau menyumpahi ku? kau tega sekali Santos!" tandas Nando memasang wajah sedih.
Namun Santos tidak bergeming, ingin melihat wanita lain mengalami penderitaan seperti Nyonya Jes.
Rasanya sesak harus melihat kejadian beberapa tahun lalu terulang kembali, apalagi keadaan Julia arti miris daripada Nyonya Jeslin yang berangkat dari kalangan berada.
Nyonya Besarnya, bisa saja pergi dari sisi Tuan Heleas, akan tetapi pertimbangan tentang Nando, kedua orang tua serta mertuanya, membuat wanita tangguh itu mampu bertahan meskipun rasanya sangat sakit..
"Kau harus mengambil sikap tegas, jika tidak, aku akan mengundurkan diri sebagai pelayan setiamu! ini adalah hal serius, aku tidak ingin melihat Nona Julia menderita."
Santos yang juga memiliki anak gadis sangat iba dengan kondisi Julia yang memprihatinkan, selama ini, Santos selalu menganggap Julia sebagai anaknya.
Dia sangat mengagumi sosok Julia yang tegas, tangguh dan penuh tanggung jawab dalam melakukan pekerjaannya.
Santos dan Julia sudah dekat saat keduanya berbincang di rumah sakit, kala Julia mendapatkan perawatan karena usaha bunuh dirinya gagal.
****
__ADS_1