
Nando menghela nafasnya panjang, kemudian menghembuskannya secara perlahan. Dia berusaha mengukir senyum termanis, sebelum miliknya kembali tidur dan hasratnya tak tersalurkan.
Nando meraih dagu Cantik dan berkata," Baby, di hatiku hanya kau seorang, tidak ada yang lain. Kau percayalah kepadaku. Apapun yang ada di pikiranmu tentang aku, jangan kau buat rumit. Kau tahu kan? aku pria macam apa? aku brengsek dan pecinta wanita, harusnya paham itu sayang? kau yang pertama dan yang merasakan milikku saat dia masih perjaka, kurang apa lagi? kau tetap prioritas utama bagiku!" Nano membual, dia akan seperti itu. Mulut licinnya akan tetap berbohong sampai kapanpun.
"Oke baby, aku percaya kepadamu, kita lanjutkan di dalam kamar hotel saja ya?" Cantika sebenarnya mengetahui jika Nando bukan pria yang suka berkata jujur, tetapi saat dia membual, rasanya seperti rayuan maut yang akan menariknya kembali ke titik yang sama. Dia tidak akan bisa lepas begitu saja dari jerat cinta sang casanova.
"Ya baby, aku menuruti semua yang kau katakan," jawab Nando sembari membereskan sisa-sisa pergumulan di mobil hot itu.
Dia sangat gila hari ini, dia menyebutkan serta memikirkan nama Juli dan Juli. Bahkan lagi-lagi wajah Cantik berubah menjadi wajah Juli, dia sangat frustasi.
Nando sudah tidak sabar untuk menjamah tubuh candu Juli yang kini masih terbaring lemah itu.
Seakan hanya dia yang mampu memahami kekosongan hatinya.
Juli adalah satu-satunya wanita yang tidak bisa Nando lupakan begitu saja. Pertama kali berhubungan dengan wanita bersuami tapi masih perawan, beda sekali rasanya.
Sensasi yang dihadirkan seperti mendapatkan keberuntungan yang bertubi-tubi.
Pria casanova macam dia sudah celup sana celup sini, mencoba gadis masih perawan yang memilki kelas tinggi, tapi belum ada apa-apanya dengan sensasi bermain dengan wanita bersuami yang belum dijamah sama sekali oleh sang suami.
Dia akan selalu mengingat gigitan manja itu, suara desaahan menggelora, seakan Juli menginginkannya selamanya, bukan sekedar hari ini dan pergi.
Nando belum mampu menjabarkan perasaan kagumnya dengan wanita rapuh yang mendapatkan penyiksaan batin oleh sang suami dan adik tercintanya.
__ADS_1
Ada rasa ingin melindungi, rasa ingin memiliki, namun masih terhalang banyak hal.
Para gadisnya tidak akan mudah pergi, mereka senantiasa mengikuti sang casanova dimanapun ia berada, dan yang paling penting, Nando belum siap jika harus berpisah dengan mereka, perkara kisah cinta masa kecilnya juga belum usai, dia merasa bersalah jika harus mengakui perasaan yang tumbuh untuk Juli adalah cinta. Dia mencoba menepis, yang ia harapkan saat ini adalah jika J menjelma menjadi Julia.
Dia pastikan, akan mempertimbangkan untuk meninggalkan para gadisnya.
....
Di depan hotel mewah ...
Perjalanan sepuluh menit plus adegan dewasa telah usai, kini saatnya pak sopir bernafas lega. Dia tidak akan mendengarkan erangan, lenguhan Nando dan Cantik, dia lulus dalam ujian mobil hot.
Sang sopir menghentikan mobil mewah Nando di depan hotel mewah di dekat Menara Eiffel.
"Tuan Muda, Nona Cantika, sudah sampai kita di hotel yang nyaman dan mewah. Silahkan anda berdua beristirahat. Saya akan kembali ke apartemen saya, jika Tuan Muda membutuhkan sesuatu, saya akan segera datang." Sang sopir begitu bersemangat saat semua penderitaannya berakhir, dia tidak akan mendapatkan ujian yang berat lagi karena semuanya telah ia lewati dengan lancar.
"Terimakasih kasih Tuan Muda, kau baik sekali," jawab sang sopir dengan menoleh dan menerima uang pemberian sang majikan.
Si sopir keluar dari mobil dan membuka pintu mobil untuk kedua orang yang masih berhasrat untuk meneruskan pergumulan hebat yang sempat terhenti akibat salah sebut nama.
Keduanya keluar dari mobil, sementara itu, sang sopir tancap gas menuju apartemennya untuk beristirahat.
"Baby ini hotel indah yang kau katakan dua minggu lalu ya? muah," ucap Cantik. Dia mencium pipi Nando dan memeluk tubuh kekar Nando.
__ADS_1
"Iya, let's go baby! milikku sudah menunggu servismu," jawab Nando nakal.
"Iya, apa kau akan melakukannya di sini? aku mau!" Cantika sungguh pemuja sejati Nando, dia rela melakukan apapun untuk sang casanova. Meskipun dia mengetahui, setelah keromantisan di Paris, Nando akan menjamah empat gadis lain yang sudah menunggu di rumah mewahnya.
"Lebih nyaman di dalam baby," jawab Nando. Dia mengendong tubuh mulus Cantik, sepanjang perjalanan menuju hotel banyak orang yang memuji keromantisan ini.
Setelah check in, Nando mendapatkan kunci kartu kamar no 12 yang ada di lantai 10, Nando membawa Cantik masuk ke dalam lift untuk menuju ke lantai 10.
Di dalam lift yang hanya mereka berdua, kedua bibir itu saling bercumbu, entah rasa apa yang ada di dada mereka. Belum menyemburkan cairan surgawinya, membuat Nando lebih agresif.
"Ah ... baby! no, kita masih ... di dalam lift!" ucap Cantik yang kini sudah turun dari gendongan Nando, kemudian dua buah kenyalnya mendapatkan serangan. Dia *******, memiliinn pucuk ranum nan candu itu tanpa jeda, lenguhan itu terdengar jelas.
Permainan Nando di dada yang membusung itu sangatlah lihai. Dia mampu membuat partnernya kewalahan.
Ting!
Pintu lift terbuka, untung saja Nando tidak lupa menekan tombol angka 1 dan 0, jadi keduanya benar-benar sampai di lantai 10.
Nando sejenak menghentikan aksinya, dia kembali mengendong tubuh Cantik menuju kamar hotel nomor 12.
"Baby, kau nakal ya?" ucap Cantik, dia merasakan kenyamanan saat bersama Nando.
Tetapi beda dengannya, selain hasrat yang belum tuntas, rasa gundah akibat teringat akan Juli, juga memenuhi otaknya.
__ADS_1
'Juli? apa kau juga mengingatku sampai segila ini?' batin Nando terkoyak, dia sangat berharap Juli pun merasakan rindu yang sama seperti apa yang ia rasakan saat ini.
….