Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Sekali brengsek tetap brengsek!


__ADS_3

Di dalam Cafe, Nando menyadari jika dirinya harus benar-benar bersih dari semua kejahatan yang pernah ia lakukan kepada para gadis.


Ini saatnya dia berubah.


Sang pria meninggalkan uang senilai satu juta di atas meja sebagai biaya makanan yang ia pesan.


Tubuh kekarnya beranjak dari tempat duduknya, dia keluar dari Cafe itu untuk mencari Julia.


"Shiiiitt! kemana dia pergi!" umpat Nando yang mengira Juli masih berada di depan Cafe.


Sang casanova kemudian menghubungi nomor ponsel sang kekasih.


"Sial! mengapa nomor ponselnya tidak aktif!" gerutu Nando.


Dia menyesali perbuatannya di masa lalu. Seharusnya dia tidak berbelit dalam mengatakan kejujuran itu, tapi apalah daya, Nando sudah terlihat cemas saat disinggung mengenai Xia.


Dia tidak bisa berkutik lagi.


Di saat kekalutan hati melanda jiwanya, panggilan ponsel membuatnya terkejut.


Dia menatap ponsel miliknya, ada nomor ponsel Santos terlihat menghubunginya.


Nando langsung menjawab panggilan itu.


"Tuan? nona Julia menangis saat meneleponku, dia mengatakan bahwa Tuan Muda telah menduakannya, hatinya sangat rapuh dan sakit, kini dia sedang berada di sebuah bar yang ada di jalan xxx, dia tidak bisa menahan rasa sakit itu. Aku langsung menyusulnya dan mendapati dirinya sedang mabuk berat," lapor Santos.


Tanpa basa-basi, Nando kembali ke Cafe untuk mengambil mobilnya.


Dia akan mengemudikan mobilnya untuk menyusul Julia.


...


Saat dia berada di depan Cafe, perlahan tubuh kekarnya telah masuk ke dalam mobil.


Nando segera tancap gas menuju bar yang di maksud oleh Santos.

__ADS_1


"Kau bodoh Nando! membiarkan berlian hilang begitu saja!" ucap Nando kesal.


Pria itu semakin mempercepat laju mobilnya


Beberapa menit kemudian, dia telah sampai di depan bar yang dimaksud.


'Untung bar nya tidak terlalu jauh dari Cafe, tapi lumayan juga dia, bisa jalan kaki sampai tempat ini,' gumam Nando sambil memarkirkan mobil di tempat parkir yang tersedia di depan bar tersebut.


Dia perlahan turun dari mobil itu dan masuk ke dalam bar.


Matanya menelisik ke segala arah untuk mencari posisi Julia dan Santos.


Saat ada seseorang yang melambaikan tangan ke arahnya, sang casanova langsung menghampirinya.


Saat berada di depan Julia dan Santos, Nando bersimpuh di depan tubuh Julia, dia merasa bersalah saat melihat kondisi Julia.


"Baby, maaf!" tukas Nando.


Dia memeluk tubuh sang kekasih yang meletakkan kepalanya di atas meja, di depan Juli, terdapat beberapa botol minuman beralkohol yang telah Ia habiskan.


"Baby, aku tidak akan melakukannya lagi! aku berjanji kepadamu!"


"Jika terjadi sesuatu kepadamu, aku adalah pihak yang pantas disalahkan! Maaf baby, bukalah matamu!"


Nando terus saja bicara sampai sang wanita menegakkan kepalanya.


"Aku mendengar seorang brengsek sedang berbicara, di mana dia! rasanya ingin menguburnya hidup-hidup! bagaimana bisa dia menghancurkan hidupku dalam satu tindakan!"


Julia terus aja meracau membuat sang cassanova semakin pilu.


Santos mendapati sang majikan terlihat merasa berdosa, ini kali pertama baginya melihat Tuan Muda mesyum begitu peduli dengan seorang wanita.


Julia, dialah cinta sejati sang cassanova yang selama ini berada di dalam hatinya.


"Tuan, kita harus membawanya pulang ke rumah," pinta Santos.

__ADS_1


Sang pelayan setia tidak bisa membiarkan kedua orang itu terpuruk dalam kesalahpahaman, dia menguatkan sang majikan.


"Baik Santos."


Kali ini, sang casanova menuruti apa yang dikatakan oleh pelayan setianya.


Ini memudahkan Santos untuk membantu Nando menyelesaikan segala kesalahpahaman yang ada.


Namun, tiba-tiba ada seorang pria berjas yang tadi berbicara dengan Julia saat sang wanita berada dalam keterpurukan.


"Kalian berdua adalah 2 pria yang bodoh! bagaimana bisa membuat seorang wanita cantik dan luar biasa ini menderita?" ucap sang pria gagah berjas hitam itu.


Nando menatap wajah sang pria.


"Apa masalahmu bung?"


"Kau bertanya apa masalahku? kau harusnya bertanya pada dirimu sendiri! wanita ini terpuruk, dia sangat terluka! jika kau tidak menjaganya menjaganya, berikan saja padaku! aku akan memberikan cinta yang tulus kepadanya! tidak seperti kau pria brengsek yang menyakiti hatinya!" ujar sang pria dengan nada yang mengejek.


Nando marah, dia segera memukul wajah sang pria.


Kedua orang itu, hampir saja terlibat baku hantam.


Namun, Santos langsung melerai keduanya.


"Stop! apa yang kalian lakukan! dan kau? siapa kau? kami tidak ada urusan denganmu, wanita ini adalah calon istri majikanku! kau tidak ada kapasitas untuk mencampuri urusan kami!" tegas Santos.


Dia segera menggendong tubuh Julia dan meninggalkan dua orang yang sedang berseteru.


"Aku tandai wajahmu! urusan kita belum selesai!" pungkas Nando sambil mendorong tubuh sang pria menjauh darinya.


"Memangnya aku takut denganmu! tidak akan!" pekik sang pria.


Sang pria segera menelepon anak buahnya yang berada di luar bar untuk mengikuti mobil Nando.


Dia tidak ingin kehilangan jejak Julia lagi.

__ADS_1


"Wanita itu harus menjadi milikku bagaimanapun caranya!"


*****


__ADS_2