
Julia menatap sang kekasih, dia tersenyum sambil geleng-geleng kepala. Dia hanya berpikir, bisa-bisanya cemburu dengan seorang casanova modelan Nando, padahal sudah jelas jika pria itu memang tidak bisa hidup dengan satu wanita.
Akan tetapi Julia, dia justru cemburu bahkan sampai cemburu buta.
"Anggap saja ujian sekolah," ucap Julia lirih sambil memulai acara makan malamnya. Dia segera bangkit dari tempat duduknya, Julia sudah terbiasa mengambilkan nasi kepada anggota keluarga lain dibandingkan dirinya sendiri.
Sang gadis yang tidak menyukai Julia, langsung mencegah Juli mengambil nasi dan lauk untuk Tuan Heleas, Nyonya Jeslin dan Nando.
"Gadis pendatang baru, kau tidak perlu melakukan ini, biarkan aku yang melakukannya," ujar gadis itu.
Dia langsung merebut piring yang ada di tangan Julia.
Nando tidak tinggal diam saat si gadis melakukan hal ini kepada wanita kesayangannya.
"Biarkan dia yang melakukannya, bukannya dia sudah mengalah? dia bahkan memberikan tempat duduknya untukmu? berhenti mengatakan pendatang baru karena dia adalah calon istriku," pungkas sang casanova.
Mendengar hal itu, Julia langsung menatap wajah si gadis, perebutan usai.
Tuan Heleas menjadi penonton.
Semakin lama dia mengetahui bahwa ada hal yang harus ia prioritaskan dan tidak, kali ini dia harus mengalah.
Namun, dasar pria itu sangat keras kepala, Tuan Heleas menghempaskan apa kata hatinya dan lebih mementingkan egonya saja.
"J, kau ambilkan nasi dan lauk untukku," pinta Tuan Heleas.
__ADS_1
"Oke, ayah mertua."
Praannkk!
Nando membanting piring dan beranjak dari tempat duduknya, dia kesal dengan apa yang terjadi di depannya.
"Makan malam macam apa ini!" ucap Nando sambil mendekat ke arah tubuh Julia yang masih berdiri saja, dia wanita paling teraniaya di kondisi saat ini, tetapi masih saja baik. Akan tetapi, Nando tidak suka, kebaikan Julia justru hanya dipandang sebelah mata.
"Baby, jika kita tidak dihargai disini, lebih baik pergi saja!" imbuh sang casanova sambil menggenggam jemari Julia.
Saat keduanya berjalan menuju pintu utama, Tuan Heleas menghentikan langkah keduanya.
"Oh, hanya ini bentuk bakti mu terhadap ayah? pengecut sekali!" ledek Tuan Heleas.
Nando menghentikan langkahnya dan hanya menoleh, dia berkata," Aku akan berbakti jika kau bisa melihat kebaikan Julia, menerimanya menjadi menantu keluarga Heleas. Masalah rapat, tidak perlu kau mengkhawatirkannya. Kami akan menyelesaikan tantangan itu dengan baik!"
"Tunggu saja, semoga kau beruntung," pungkas Nando mantap melangkah ke depan bersama Julia di sampingnya.
Julia menatap wajah Nando dari samping, dia melihat sisi kewibawaan dari pria casanova tak tahu aturan itu.
Saat berada di pintu utama, dia membukanya," Rumah ini penuh kenangan indah meski harus ternodai dengan kegilaan ayah, tapi aku akan tetap menunjukkan kepada ayah jika pilihanku tepat. Ibuku juga selalu bersamaku, dia akan mendukungku karena bersikap tegas dan memilihmu menjadi kekasih hatiku baby," jelas Nando sambil menatap Julia.
"Nando, aku tidak mampu berkata-kata, thank you so much atas semua cinta ini. Sampai kapanpun, aku akan menjaga cinta kita, aku sangat mencintaimu," ucap Julia dengan penuh rasa haru.
Pria dengan banyak wanita ini, ternyata memiliki sisi maskulin dalam bentuk ketegasan sikap.
__ADS_1
Julia memang mengharapkan ini dari Nando, gentle dan mau berjuang mempertahankan hubungan.
Dia mau menerima Nando juga karena hal ini, Julia yakin jika Nando adalah pria yang bertanggung jawab, hanya saja terjebak oleh hasratnya yang hanya bisa dikendalikan jika dia bersama sang casanova.
Nando membuka pintu utama rumah masa kecilnya, ini kali kedua dirinya pergi dari rumah. Alasannya juga masih sama, untuk Nona kecil J.
Kali ini bukan mencari keberadaan Nona J, namun ingin hidup bersama Nona J, memilih wanita itu menjadi satu-satunya di hati Nando.
Langkah Nando dan Julia, semakin menjauh.
Nando mendekati mobil sang ibu yang ada di depan rumah, dia meminta Julia masuk ke dalam mobil itu.
"Baby, masuklah. Kita tidur di rumahku saja, tidak perlu berada di rumah si gila ini, untuk berterima kasih dan mengagumi ku yang keren ini, nanti saja. Kau bisa membayar ini dengan berciuman denganku semalaman penuh, hingga puas. Kau harus menerima penawaran menarik ini," jawab Nando.
Dia tersenyum smirk, membuat Julia ngeri sendiri
"Penjahat kelamin akan menunjukkan eksistensinya, aku belum setuju ya? kita harus mementingkan tantangan ayahmu, aku tidak mau gadis itu merasa menang. Setidaknya harus menunjukkan sesuatu agar orang mengetahui, orang yang terlihat lemah tidak selamanya diam saat ditindas, hanya saja mereka menunggu waktu yang tepat untuk melakukan serangan balik," ungkap Julia sambil masuk ke dalam mobil.
"Astaga ... baby ku, cintaku, kau menunjukkan kapasitas mu sebagai wanita kelas tinggi. Andai saja ayahku tahu, bisa tepar dia," sahut Nando merasa bangga dengan karakter Julia yang memang berbeda dari para gadis yang pernah menghangatkan ranjangnya.
Julia tersenyum tipis," Ini Nando yang mengajarkannya, dia memberiku keberanian. Jika kau mengenal orang itu, sampaikan cinta yang banyak untuknya," bisik Julia.
Kedua orang itu saling pandang dan tersenyum bersama, tangan keduanya kembali bergandengan.
Pasangan serasi abad ini.
__ADS_1
Julia x Nando
********