Partner Ranjangku Pria Casanova

Partner Ranjangku Pria Casanova
Hidup kedua Juli


__ADS_3

Tap ... tap ... tap ...


Terdengar suara langkah kaki yang membuat Nando menoleh ke arah sumber suara.


Seorang pria dengan pakaian serba putih, berjalan mendekati Nando yang sedang memantau keadaan si wanita malang.


"Anda, anggota keluarganya?" tanya si pria yang ternyata adalah seorang dokter.


"Bukan dok, saya hanya teman," jawab Nando.


"Oh, saya kira anda suaminya. Ehm, kita bicara dulu sebentar Tuan, ada yang ingin saya sampaikan kepada anda." Si dokter merangkul pundak Nando kemudian mengajak pria itu duduk di kursi besi yang tersedia di depan ruang rawat inap VVIP.


"Tuan, jika anda temannya, anda harus mengatakan hal ini kepada suaminya. Wanita itu mencoba melakukan bunuh diri karena ada tekanan batin yang ia alami. Saya hanya bisa mensurvei, biasanya hal seperti itu terjadi karena sebuah kekecewaan yang mendalam atau sebuah pengkhianatan. Tapi hanya prediksi saya saja." Sang dokter memberikan penjelasan akan keadaan Juli.


"Lukanya bagaimana dok?" tanya Nando.


"Cukup dalam, untung pemilik bar segera membawanya ke rumah sakit, jadi wanita itu bisa tertolong," jawab sang dokter.


"Tapi ada kemungkinan jika dia menderita gangguan jiwa?" Nando menanyakan hal ini karena dia merasa terlalu sayang, wanita secantik itu harus gila.


"Hanya gejalanya saja, dia lebih kepada depresi, terlalu kecewa saja." Sang dokter memberikan jawaban yang membuat si casanova lega, dia sebenarnya ingin sekali memiliki wanita itu, jika dia tidak gila, keuntungan besar bagi Nando.


"Oke, dok. Saya akan membawa wanita itu pulang," ucap Nando.


"Tiga minggu lagi boleh pulang, kau harus menunggu. Oh ya, sebentar Tuan, aku akan memeriksa kondisi pasien. Kau tunggu di sini," pinta sang dokter sembari beranjak dari tempat duduknya.


"Baik dok," jawab Nando.

__ADS_1


Si dokter perlahan membuka pintu ruang rawat inap VVIP.


"Wanita itu kasihan juga, jika aku langsung menidurinya? pasti tidak mungkin. Aku harus lebih bersabar untuk kembali bercinta dengannya." Sang casanova untuk pertama kalinya harus lebih bersabar. Bukan gayanya, tetapi untuk sebuah kenikmatan, dia pasti akan melakukannya.


Si casanova duduk di kursi berbahan besi sembari menelepon seseorang.


"Baby? ada apa?" tanya Nando yang sedari tadi mendapatkan missed call dari salah satu gadisnya.


"Kapan kau pulang? buah dadaku sudah menegang sayang, kau harus bertanggung jawab," ucap sang gadis dengan suara menggoda.


"Muah, muah, ini ciuman untuk pucuknya yang berwarna merah muda itu," jawab Nando yang melakukan phone se*x saat berada di rumah sakit.


Bahkan terdengar suara mendesaaah dari balik ponsel Nando, dia percaya diri saja saat menggoda sang gadis di area rumah sakit karena tidak ada seorangpun di sana.


"Sayang, uhg ...," ucap si gadis yang mengeluarkan suara melenguh kala sang casanova menuturkan ungkapan penuh kemesuman.


"Akh, lima sayang. Lagi!" Sang gadis ternyata belum puas, dia ingin Nando berucap kata-kata yang mampu menggairahkan dirinya.


Nando benar-benar menunjukkan bahwa dirinya bukan sekedar penikmat, karena dia juga seorang casanova pemberi kenikmatan duniawi.


Dua puluh menit Nando memprovokasi gadisnya, hingga gadis itu merasakan sensasi terbang berkali-kali.


"Baby, ah ...," suara desahaan itu terdengar begitu nyata, membuat Nando tersenyum tipis.


"Kau sudah puas?" tanya Nando.


"Belum baby! lagi," jawab sang gadis yang tidak akan puas meskipun sudah merasa nyaman lebih dari lima kali.

__ADS_1


"Kau tutup dulu teleponnya, aku akan datang setelah ini," bisik Nando setelah melihat dokter berjalan ke arahnya.


Dia segera menyimpan ponsel di sakunya, kala sang gadis sudah mematikan panggilan teleponnya.


"Tuan, apa kau sedang sibuk?" tanya dokter saat berdiri di depan Nando.


"Tidak, ada apa?" jawab Nando.


"Aku ingin membicarakan kondisi terkini wanita itu."


Sang dokter duduk kembali di samping Nando.


Wajahnya terlihat sangat serius.


"Tuan, dia harus mendapatkan perawatan intensif selama dua bulan penuh, selain itu juga. Dia harus mendapatkan banyak hiburan, jangan mengatakan apapun yang membuatnya sedih atau bahagia terlalu berlebihan, itu akan membuatnya menjadi semakin tidak terkendali."


Nando menghela nafas panjang saat mendengar pernyataan dari dokter itu.


Di dalam benaknya hanya kesenangan dan kenikmatan, dia mampu membeli puluhan gadis yang cantik dan molek, tetapi kali ini dia harus merawat seorang wanita yang tidak diketahui asal usulnya.


Kemudian, dia melakukan itu untuk mendapatkan kenikmatan duniawi bersama si wanita.


Hal yang mustahil baginya, tetapi jiwa dan hatinya tak mampu menolak, dia iba.


Dengan pemikiran yang matang, dia setuju untuk merawat Juli, memberikannya kehidupan kedua yang lebih baik, meskipun tujuan utama setelah wanita itu sembuh adalah menjadikannya partner ranjang.


"Saya akan merawatnya dok."

__ADS_1


*******


__ADS_2