
Waktu sudah menunjukkan pukul 06.55 pagi, kurang lima menit lagi pesawat yang Tuan Muda tumpangi akan lepas landas meninggalkan kenangan pahit di Paris.
Awalnya Nando berpikir akan bersenang-senang dengan Cantika. Menghabiskan waktu dua hari dengan penggempuran tiada henti. Mengucurkan peluh bersama.
Berbagi suara desaah dan eraangan yang sama. Menikmati cairan surgawi yang memanjakan hasrat dan jiwa.
Tetapi, rencana hanya tinggal rencana. Semuanya yang tersusun rapi, gagal sudah.
Cantika kabur, Nando galau karena rudalnya tak mampu menembus lembah memabukkan milik Cantik.
Dia dicampakkan, ditinggalkan begitu saja hanya dengan secarik kertas berisi pesan terakhir Cantik untuk Nando.
Kini, dia akan kembali ke dalam negeri. Rencana lain, sudah tercipta di dalam otak penuh kemesuumannya tentang wanita bernama Juli. So pasti tak akan jauh-jauh dari hasrat dan napsu semata.
....
Di luar bandara Charles de Gaulle...
Nampak seorang pria tampan dengan sang sopir sedang bercakap, keduanya terlihat sangat akrab, meski saat dilihat dari jarak dekat, kasta mereka terpaut jauh.
Tuan Muda vs sopir pribadi.
__ADS_1
Tetapi Tuan Muda yang ternyata adalah Nando, tidak terlalu memperdulikan kasta ini. Si sopir hanya mengetahui jika Nando adalah majikannya yang baik hati meskipun senang bermain dengan 5 gadisnya dan terjebak dengan wanita bersuami.
"Hati-hati di udara ya Tuan, meskipun tidak macet seperti di jalur darat, tetapi setidaknya kau harus berdoa sebelum naik ke pesawat." Si sopir sangat senang menggoda sang majikan di saat terakhir seperti ini, meskipun pada akhirnya, dia akan merindukan candaan messum Nando kala pria casanova itu kembali ke habitatnya.
"Haha, sialan! kau pikir aku sebodoh itu tak berdoa saat melakukan apapun, tapi terima kasih pak sopir. Kau terlalu baik padaku, sampai kau mau saja menjadi satpam saat aku bermain dengan gadisku beberapa jam yang lalu." Nando kadang merasa menjadi pria gila kala mengingat apa yang ia lakukan. Tapi hasrat dan gelora itu tak mampu ia bendung setiap melihat dua pengunungan indah yang tinggi menjulang serta lemah yang curam nan dalam millik para gadisnya, entah itu Kiara, Cantika, Alea, Fea dan yang terakhir adalah Erina.
Semua gadis itu candu baginya.
"Semoga Tuan segera mendapatkan informasi tentang nona kecil J dan mengakhiri petualangan cinta Tuan Muda. Jika saat itu tiba, aku akan berhenti menahan diri dan mencari kekasih untuk berkencan," ucap si sopir yang bernama asli Valen. Tapi si casanova sering lupa namanya, alhasil dia hanya akan memanggil Valen dengan sebutan pak sopir.
Apa yang dikatakan oleh Valen, membuatnya tertawa karena Valen adalah pria polos yang telinga dan netranya telah ternodai oleh Nando yang sering memadu kasih bersama lima gadisnya di jok belakang saat Valen menyetir.
Dia tidak akan percaya Valen mampu mengungkap perasaannya, karena Valen termasuk pria pemalu dan jarang bergaul.
Dimanapun berada, Valen hanya takut dengan ancaman tidak digaji, atau gaji dipotong 100 persen karena sumber keuangannya hanya dari Nando, dia harus membiayai hidupnya di Paris karena dia sedang melanjutkan pendidikan S2nya di sana.
Tak terasa waktu berpamitan telah habis, satu menit lagi, pesawat akan take off. Nando berpamitan dengan kata-kata yang menyentuh hati Valen.
"Pak sopir, pada dasarnya, kau sudah aku anggap sebagai adikku sendiri karena kau hanya memiliki aku didunia ini. Jadi kau harus belajar dengan giat, lupakan urusan wanita sebelum kau benar-benar sukses. Biarkan aku saja yang menjadi pemain cinta, kau jangan. Kau terlalu polos untuk menjadi bajingan sepertiku."
Suasana haru menyelimuti pada detik terakhir perpisahan keduanya.
__ADS_1
Nando memeluk Valen dan menepuk pundaknya lembut.
"Selamat jalan Tuan Muda," ucap si sopir dengan menyeka air matanya.
"Oke," jawab Nando. Dia berbalik arah dan berjalan perlahan menuju pintu masuk bandara.
Setelah Nando menghilang dibalik kerumunan penumpang yang juga ingin naik pesawat, Valen meraih ponsel yang ada disaku celananya kemudian menelepon Santos.
"Santos, Tuan sudah otw pulang. Kau harus menjaganya, sepertinya dia akan luluh dengan wanita bernama Juli," ucap Valen sembari membuka pintu mobilnya, selanjutnya dia duduk di kursi kemudi.
"Pastinya, kau juga belajarlah yang giat. Buktikan kepada orangtuamu di surga jika kau akan menjadi anak yang berguna dan berbakti. Haha, kau juga merasakan hal itu Valen?" tanya Santos yang sudah mulai mengingat nama si sopir.
"Setelah lima tahun bekerjasama menjaga Tuan Muda, kau baru ingat siapa namaku? keterlaluan!" canda Valen yang mulai mengendarai mobil mewah sang casanova meninggalkan bandara.
"Haha maaf Valen, aku terbiasa memanggil pak sopir, seperti apa yang Tuan Muda katakan. Oke, Valen, selamat menganggur karena tugasmu telah usai. Kini tinggal aku yang akan pusing mengurus segalanya di sini. Kapan-kapan kau pulang, bantu aku." Santos galau karena akan mendapatkan banyak mandat. Selain rencana pernikahan palsu, pasti Nando juga akan melibatkannya dalam misi balas dendam Juli terhadap adik dan mantan suaminya serta misi mencari keberadaan nona kecil J yang masih misteri.
Dia akan menjadi pria sibuk setelah Nando kembali.
"Semangat Santos! aku juga melewati hari yang berat disini tapi aku bisa menjalaninya dengan baik meskipun setelah ini, aku harus beli obat sakit kepala!" jelas Valen. Dia sudah tidak mampu berkata apapun, kepalanya selalu sakit saat Nando datang ke Paris.
"Haha, oke! semangat untuk kita!"
__ADS_1
Dua penjaga setia Tuan Muda Nando, si casanova yang banyak tingkah, saling menyemangati agar tidak oleng menghadapi kegilaan sang majikan.
.....