
Dua orang yang sudah resmi menjadi pasangan suami istri itu saling pandang tanpa ada rasa ingin bercumbu, entah mengapa hari ini Nando tidak terlalu menggebu.
"Aku tidak akan melakukan hal yang membuatmu malu," ucap Nando sambil bersalaman dengan salah satu tamu undangan. Senyumnya tak henti mengembang dari bibir seksinya.
Nando terlihat sangat seksi dan menggoda, entah karena sudah resmi menjadi suaminya atau memang asli tampan dan penuh pesona, kini Julia justru yang tergila-gila dengan Nando.
"Hm, benarkah?" sahut Juli sambil melingkarkan tangannya di lengan kekar Nando.
"Tentu saja benar, tapi sepertinya kau yang menginginkanku?" Nando menatap wajah sang istri yang mengedipkan mata ke arahnya.
"Nah kan, mulai genit," cakap Nando lagi, dia lebih cool dari biasanya.
"Genit pada suami kan boleh," jawab Juli membela diri.
Tamu undangan tak hentinya berjabat tangan dengan keduanya, hingga dua orang yang tadi bersama Nando dan Julia saat berada di Green Resto, nampak tersenyum sambil bertepuk tangan dan berjalan mendekat ke arah dua mempelai.
"Oh ini ya? yang tiba-tiba pergi lalu sudah menikah? Hm, tidak menunggu kah Kak Julia? aku kan adikmu yang paling unyu!" ucap Ferdinand, diikuti oleh Santos dibelakangnya.
Ferdinand ingin memeluk tubuh Julia, tetapi dihalangi oleh Nando.
__ADS_1
"Bung! mau apa? dia istriku, Woy!" teriak Nando kesal, merasa jika Julia hanya miliknya seorang, dia bahkan tidak menggebu-gebu, tapi Ferdinand datang-datang justru sudah mau memeluk istrinya yang notabene adalah kakak iparnya itu. Sang adik ipar memang tidak memiliki rasa sopan santun. Begitulah pemikiran budak cinta bernama Steve Heleas alias Javier Fernando.
"Astaga kakak, aku kan hanya ingin memeluk kakakku, mengapa begitu kejam padaku? Kak Julia, tolong marahi dia saja! dia sudah jahat padaku karena tidak mengizinkan diriku memeluk Kak Julia," ucap Ferdinand membela diri.
Julia tersenyum, dia memahami rasa cemburu sang suami.
"Steve, tak pernah melakukan hal itu. Dia adalah adikmu juga sekarang," cakap Julia mencoba meredakan rasa cemburu itu.
"Hm, aku tidak akan pernah menganggap di adikku, dia Ferdinand Howard, mendengarkan marganya saja sudah malas." Nando benar-benar telah dibakar api cemburu karena kedatangan pria tampan lebih keren darinya.
"Hahaha ... maaf ya, jangan pernah kau berpikiran seperti itu karena aku tidak ada niatan untuk merebut kakakku sendiri dari tanganmu." Ferdinand mencoba menjelaskan jika dirinya memang tidak menyukai kakak iparnya, dia sudah memiliki tambatan hati lain yang entah dimana keberadaannya.
"Haha, terserah kau saja pada intinya aku hanya ingin mengucapkan selamat menempuh hidup baru, semoga kalian berdua selalu sehat sentosa bahagia sepanjang masa segera mendapatkan momongan yang cantik dan tampan." Doa untuk kedua mempelai terucap sudah, Ferdinand memilih pergi dari hadapan dua orang itu agar mempelai pria tidak terlalu mencurigai keberadaannya di pesta pernikahan yang megah ini.
"Nah, begini kan baru enak, bagaimana bisa dia menyebut dirinya adik iparku? aku tidak memiliki adik ipar bermarga Howard, tidak satu pun dari anggota keluarga itu memiliki sifat yang baik." Nando terus aja mau membuat sang istri heran, sang casanova tiba-tiba saja menggerutu tidak jelas.
"Hadeh, tidak perlu mengatakan apapun, lebih baik kau fokus dengan semua tamu yang ingin bersalaman denganmu," bisik Julia sambil menetralkan rasa amarah sang suami.
Nando sangat sensitif memang dengan keluarga Howard karena ia selalu teringat akan sakit hati ibunya yang mendarah daging.
__ADS_1
.
.
.
Saat kebahagiaan Nando dan Juli terasa nyata, mata-mata Jack melaporkan hal yang membuat dunia patah hati tertawa terbahak-bahak.
"Tuan, Nona yang bernama Manda masuk ke dalam rumah mewah dan sepertinya dia ingin melangsungkan pernikahan dengan OB itu." Anak buah Jack melaporkan langsung dari tempat kejadian.
"Astaga! mengapa kau mengulangi nama Manda lagi? aku hanya ingin Juli! titik!" Lagi-lagi penyakit sok memiliki yang menjangkiti sang mantan suami Julia benar-benar nampak.
Bahkan dia tidak mengetahui bahwa, Julia yang dimaksud adalah Manda itu sendiri.
.
.
.
__ADS_1
*****