PUTRI PALSU

PUTRI PALSU
BAB 125


__ADS_3

Makanan datang lagi sebanyak dua kali. Apa itu artinya satu hari sudah berlalu, atau dua hari? Aku tidak bisa memastikannya, karena tidak tahu seberapa sering Melani memutuskan untuk memberiku makan. Aku bahkan tidak tahu apakah Melani akan terus memberiku makan atau tidak. Napsu makanku kecil, tapi aku tetap memaksakan diri untuk makan, karena tidak yakin apakah aku akan mendapat kiriman makanan lagi atau tidak.


Apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku tidak bisa berhenti memikirkannya, meskipun aku tahu apa pun yang ada dalam pikiranku tidak akan ada bedanya. Raja sudah meninggal, sejak beberapa hari yang lalu. Biasanya membutuhkan waktu berminggu-minggu sebelum penguasa baru dinobatkan, setelah seluruh negeri mendapat waktu untuk berduka atas kepergian sang penguasa lama. Namun sekarang, setelah Melani memanas-manasi ketakutan lama sang ratu atas keselamatan putrinya, mungkin tidak akan ada seorang pun yang mencurigai penobatan yang dilakukan terburu-buru.

__ADS_1


Mungkin mereka bahkan tidak akan bertanya-tanya mengapa ratu dan putri dijauhkan dari semua orang kecuali beberapa orang konselor Negeri itu masih jatuh cinta dengan gambaran Diana, sang putri yang disembunyikan lalu ditemukan lagi. Tidak ada yang mau membahayakannya.


Itu artinya Melani benar. Meskipun seandainya Devan berhasil membawa Bella ke Vivaskari, dia tidak akan bisa menemukan siapa pun yang mau mendengar cerita kami.

__ADS_1


Kami sudah gagal, aku menyadarinya dengan perasaan merana. Riana akan dinobatkan, dan Melani akan mendapat waktu untuk memburu Bella dan memasukkannya ke dalam sebuah sel seperti ini. Dan aku, yah… apa gunanya mempertahankanku dalam keadaan hidup? Mungkin Melani akan membiarkanku hidup sampai dia menemukan Bella, dengan harapan tipis aku mau membantunya menemukan putri yang asli. Namun setelahnya… Sebuah segitiga, salah satu sisinya runtuh.


Kurasa aku bersikap bodoh, selama beberapa hari setelah Devan mengatakan bahwa dia mencintaiku. Bahkan cukup bodoh untuk mengizinkan diriku membayangkan kata-kata itu lagi. Melani benar, keluarga Devan tidak akan pernah mengizinkan Devan menikahi aku. Paula pernah memberitahuku bahwa mereka sedang mencarikan seorang calon istri untuk Devan, karena sekarang sudah tidak ada harapan sang putri asli akan memilih sahabatnya. Aku tidak pernah menanyakannya pada Devan; sesuatu di dalam diriku, yang saat itu belum kusadari, selalu menghindarinya, tidak ingin tahu. Tidak, aku tidak akan pernah diizinkan untuk menikahi Devan. Bahkan beberapa tahun dari sekarang, setelah aku merasa sudah cukup dewasa untuk menikah, bahkan seandainya aku berhasil belajar cukup banyak hingga mendapat posisi sebagai penyihir Novis. Aku tetap miskin dan rakyat jelata, dan tidak cukup baik.

__ADS_1


Itu pun jika Devan masih mencintaiku. Bukankah aku menolaknya, memasang mantra yang mungkin saja menghilangkan semua cinta yang dirasakannya? Bahkan meskipun Devan datang menyusulku, mungkin dia melakukannya karena kasihan, atau karena merasa berutang atas persahabatan kami di masa lalu. Mungkin Devan sudah tidak mencintaiku, sudah menyadari betapa berbahayanya mencintai orng sepertiku.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2