PUTRI PALSU

PUTRI PALSU
BAB 6. PART 6


__ADS_3

Ayahku menunduk, seakan sedang mempersiapkan diri untuk mengatakan sesuatu, & saat mendongak, dia memasang ekspresi sang raja, kuat, tenang & dingin.


“ Tahukah kau,” ujar ayahku.


“ Setiap kali seorang putra atau putri keluarga kerajaan dilahirkan, sang peramal di Istana membuat sebuah ramalan mengenai bayi itu.”


Aku mengangguk pelan. Tentu saja aku tahu, semua orang tahu. Sang peramal di Istana merupakan di Isidros merupakan kanal ramalan yang berasal dari sang Dewa tanpa nama. Orang-orang dari seluruh penjuru Thorvaldor, bahkan dari luar, mencari sang peramal untuk meminta petunjuk, terkadang jika sang Dewa mengizinkan, mereka menerima sebuah jawaban. Namun untuk seorang anak yang berasal dari keluarga kerajaan, sang Dewa tanpa nama selalu mengirim sebuah ramalan sebelum kelahiran bayi tersebut. Terkadang ramalannya spesifik, memberitahu bagaimana anak itu meninggal atau menceritakan sebuah kemenangan di dalam perang, tapi biasanya ramalannya sangat umum hingga artinya terus diperdebatkan selama bertahun-tahun.


“ Apa kau bisa menyebutkan ramalan yang diberikan untukmu?”


Lagi-lagi aku mengangguk, aku hafal kalimat itu dengan sepenuh hati.


“ Dia akan memerintah dengan baik untuk waktu yang panjang. Perang tidak akan menyentuhnya, atau kelaparan, maupun wabah.”

__ADS_1


Ayahku tersenyum, tapi senyumnya getir, tanpa rasa nyaman.


“ Sebuah ramalan yang bagus,” ujarnya “ tapi ramalan itu palsu.”


“ Apa?” Ramalanku palsu? Apa mereka memanggilku untuk mengatakan semua ini ?


Sekarang aku bisa mendengar getaran kecil dalam suara ayahku, tapi dia melanjutkan ucapannyatanpa jeda.


“ Sebelum kelahiran, saat sang ratu masih cukup kuat untuk bepergian, kami mengunjungi sang peramal, & perempuan itu memberi kami ramalan sang Dewa. ( Pesan saya pembaca budiman jangan percaya peramal yakin sama Tuhan aja yah 🙏🥰)


Jantungku berdebar di dalam dada, & aku nyaris tidak bisa mendengar ayahku karena suara berdesing di telingaku.


“ Menurut sang peramal, ada sebuah kemungkinan sang putri meninggal, dibunuh, sebelum ulang tahunnya yang keenam belas. Itu belum pasti, tapi kemungkinannya cukup besar hingga, saat meramalkannya yang dilihat sang peramal hanyalah darah, & sang putri yang tewas di ruangan ini.”

__ADS_1


Tetapi aku berusia enam belas tahun, aku berpikirdengan bingung, tapi sepertinya aku tidak sanggup bicara. Apa itu yang ingin mereka katakan padaku, bahwa sekarang aku sudah aman?


Ayahku terus bicara, ucapannya semakin cepat.


“ Itu adalah….. pembuahan yang sulit, & kelahiran yang lebih sulit lagu. Para dokter memberitahu kami kemungkinan besar sang ratu tidak akan bisa mengandung anak lagi. Sang putri merupakan pewaris satu-satunya. Kami harus melindunginya, apa pun bayarannya. Kami menyusun sebuah rencana.”


Aku ingin mengusap kepala, tapi aku berhasil menahan tanganku tetap di samping tubuhku. Mengapa ayahku terus mengucapkannya. Sang putri. Seakan-akan aku tidak ada di sana. & seandainya sekarang aku sudah aman, mengapa dia terlihat sangat muram?


“ Setelah kelahiran, kami menjalankan rencana itu. Hanya beberapa orang yang melihat bayinya, & seorang bayi terlihat mirip dengan bayi lainnya.”


Ayahku tiba-tiba berhenti, tatapannya tertuju padaku. Saat bicara lagi dia terdengar lelah, seperti seorang pria yang baru saja menyelesaikan sebuah perjalanan panjang.


“ Kami menyembunyikan sang putri agar dia selamat sampai ulang tahunnya yang keenam belas. & kami menggantinya dengan bayi yang lain, seorang putri palsu yaitu. Kau.”

__ADS_1


Tubuhku limbung Aula Thorvaldor miring, cahaya dari jendela terasa sangat kuat menyilaukan, membutakanku. Aku memicingkan mata untuk menghalau kecemerlangan yang datang tiba-tiba ini, & saat melakukannya ruangan seakan-akan berubah, bentuknya familiar berubah hingga aku tidak yakin masih mengenalnya.


__ADS_2