PUTRI PALSU

PUTRI PALSU
BAB 46


__ADS_3

“ Nah, paling mudah melakukan semua hal secara alami. Yah, itu tidak sepenuhnya benar. Tentu saja, yang paling mudah adalah memantrai dirimu sendiri. Kau mengenal dirimu, luar dalam, bahkan meskipun kau tidak menyadarinya. Tentu saja, orang lainlah, selalu orang lain yang membuatnya terasa sulit, karena kau tidak mengenal mereka, tidak mengenal dirimu sendiri. Meskipun begitu, bahkan dengan dirimu sendiri, lebih mudah melakukan hal-hal yang alami. Hal-hal yang, dalam situasi yang tepat, bisa terjadi dengan sendirinya.”


“ Jadi mengubah air menjadi seekor burung akan terasa sulit, karena air tidak akan berubah menjadi seekor burung dengan sendirinya. Tapi air akan membeku, jika cukup dingin.”


Paula menyodok piala dengan jarinya. “ Kau tahu, sesuai wewenang, seharusnya aku memintamu memulainya dengan memantrai dirimu sendiri. Memintamu mengubah warna rambut atau bicara dalam bahasa yang tidak kukenal. Tapi kurasa kau siap menghadapi tantangan, jadi coba ini. Coba bekukan airnya. Tatap airnya, & pinta agar membeku.”

__ADS_1


Sebagian diriku ingin protes bahwa aku belum siap, bahwa aku tidak tahu apa yang kulakukan. Aku ingat bagaimana rasanya sulur tanaman berubah menjadi abu di dalam tanganku, & itu membuatku takut. Tetapi, sebagian diriku yang lain merasakan gelombang semangat, tertantang. Ini adalah sesuatu yang bisa menjadi milikku seorang, sesuatu yang tidak akan mengingatkanku pada kehidupanku yang dulu.


Aku memelototi piala . Membeku, batinku. Membeku. Namun tidak ada yang terjadi. Aku melirik Paula, tapi dia hanya balas menatapku tanpa berkomentar. Aku memalingkan tatapan pada piala lagi. Karena memikirkan kata tersebut tidak membantu, aku harus mencoba hal lain. Tapi apa? Paula tidak menjelaskan cara melakukannya secara spesifik. Aku memelototi piala, & tetap tidak ada yang terjadi.


Aku bisa merasakan pundakku mulai tegang akibat frustrasi. Di luar, angin meniup tanaman yang ada di balkon, & aku menyadari ruang kerja ini pengap. Api di dalam perapian dibiarkan menyala terlalu panas untuk akhir musim semi, & beberapa helai rambut yang terlepas dari kepangan terasa lengket pada tengkukku.

__ADS_1


Mataku, yang sejak tadi jelalatan, tersentak ke arah piala. Sambil memikirkan musim dingin, salju, & es yang retak di dalam benakku, aku menunjuk piala. Terdengar bunyi dentingan pelan, suara sesuatu yang menghantam logam. Saat menurunkan tangan, tiba-tiba merasa lelah, aku melihat pialanya sudah tertutup kristal-kristal beku berukuran mungil.


Sambil tersenyum, Paula mengambil sehelai kain, dililitkan pada tangannya, & memungut piala.


“ Benar-benar beku,” serunya. “ Kurasa di dalamnya tidak ada setetes cairan pun, & itu lebih baik dari percobaan pertamaku… kau tau kan, di tepiannya masih ada sedikit air.”

__ADS_1


Paula menurunkan piala, lalu berkata dengan nada serius lagi, “ & sekarang kau bagaimana rasanya bisa mengendalikan sihirmu. Ingat itu, aku tidak mau kau menghanguskan barang-barangku saat kesal. Nah, kalau kau tidak terlalu lelah, kita bahas soal berbagai trasformasi lainnya.”


Assalamualaikum.. Salam sayang & sehat sll sayangku smua, jangan lupa di like, vote, & komen yah guys.. Jika masih ada typo author minta maaf🙏🌹🥰


__ADS_2