PUTRI PALSU

PUTRI PALSU
BAB 147


__ADS_3

Berjuang melawan Riana yang merupakan temannya, berjuang untukku, sahabatnya, dan seorang gadis berna Bella yang baru saja ditemuinya, tapi langsung disukainya.


Sebuah tawa muram meluncur dari bibirku, Devan menyayangi kami bertiga dengan cara yang berbeda, tanpa memberinya keuntungan apa pun.


Kemudian ada sesuatu yang berubah di dalam diriku, seakan-akan ada potongan atap retak yang runtuh hingga memungkinkan cahaya memasuki ruangan yang gelap.


Devan menyayangi kami. Kami bertiga, dengan cara yang berbeda. Dia melihat sesuatu pada masing-masing diri kami yang bisa diandalkannya, yang bisa dicintainya. Apakah itu kepingan jiwa yang kami bagi? Meskipun Bella memilikinya sejak lahir, sebagian dirinya hidup di dalam diri Riana, dan di suatu tempat, bagian yang sangat kecil masih tersembunyi di dalam diriku. Bahkan Melani mengatakannya, bahkan mereka tidak sanggup mengeluarkan semuanya.

__ADS_1


Apa yang di katakan Paula? Mantra. Aku merasakannya—antara kalian berdua. Sesuatu yang menghubungkan.


Mantranya masih mengikat kami, tiga sisi sebuah segitiga, menyatukan jiwa kami. Mantra yang masih membuat Riana terlihat seperti sang putri. Seandainya ada cara membuat Melani melepas mantranya, atau memanggil Omar ke kota. Namun itu konyol, lebih dari konyol—aneh. Melani tidak akan pernah melepas mantranya, dan Omar sakit atau sekarat , dan terlalu jauh untuk membantu. Tidak ada seorang pun, tidak ada seorang pun yang bisa.


Aku terpaku, jantungku berdebar sangat kencang hingga terasa sakit. Di dalam kepalaku, suara Paula yang konyol dan asal-asalan berkata; Tentu saja, yang paling mudah adalah memantrai diri sendiri. Kau mengenal dirimu sendiri, luar dalam,bahkan saat kau tidak menyadarinya. Tentu saja, orang lainlah, selalu orang lain yang membuatnya sulit, karena kau tidak mengenal mereka, tidak seperti kau mengenal dirimu.


Jiwa Bella masih ada di dalam diriku, menjadi bagian diriku. Dan ada di dalam diri Bella juga, dan Riana. Sebuah segitiga sesungguhnya, kepingan jiwa yang membentuk sisi-sisi yang menghubungkan kami. Mantranya sangat kuat, dirancang untuk membodohi siapa pun yang terpikir untuk memeriksanya, dibuat oleh para penyihir paling kuat pada masanya. Namun sihir itu ada dalam diriku. Mungkin aku tidak mendapat pelatihan seperti Melani, tapi aku punya kekuatan, kekuatan yang belum pernah kulepaskan seutuhnya. Dan, akhirnya, aku tahu siapa diriku. Aku. Sudah menemukannya sejak meninggalkan identitas lamaku pada musim semi itu, meskipun sesekali aku menolak dan mengutuknya. Dalam beberapa minggu terakhir ini aku sudah dicoba dan diuji, dan aku berhasil melewatinya, tapi bukan tanpa pengorbanan. Akhirnya aku bisa melihat diriku yang sebenarnya, kebaikan dan keburukannya, bagian diriku yang kuat dan bagian diriku yang lemah . Aku tahu siapa diriku.

__ADS_1


Devan berteriak; Bella menjerit saat Melani meraihnya. Aku tidak punya waktu untuk berpikir, atau mempertimbangkan, atau khawatir.


Temukan, batinku. Temukan jiwanya yang ada di dalam diriku, dan di dalam Riana, dan kembalikan pada Bella.


Aku menengadahkan kepala, mengangkat kedua tangan dan melepaskan sihirku.


Kendali. Selama ini aku sangat menginginkannya, sangat membutuhkannya. Aku tidak pernah sungguh-sungguh ingin mengeluarkan sihirku, merasa tidak sanggup melakukannya kecuali aku bisa meredamnya. Aku khawatir sihir akan mengambil alih diriku, membakarku dari dalam dan luar, dan membakar semua yang ada di sekelilingku.

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian dengan cara; like, vote, dan komen ya guys. Terima kasih.🙏🥰😘🌹


Bersambung


__ADS_2