
Kami harus cepat-cepat sampai di kota sebelum acara penobata, tapi kami juga harus menghindari jalan raya. Sebisa mungkin kami terap berada di hutan, lalu melintasi tanah pertanian, mengikuti jejak yang digunakan para petani untuk memeriksa ladang mereka. Tidak ada waktu melakukan percakapan panjang, dan pada malam hari kami nyaris ambruk ke tanah saking lelahnya. Jadi aku hanya mendengar kisah Devan dan Bella sedikit-sedikit, saat kami harus menuntun kuda atau berhenti untuk makan dan istirahat.
Pada malam pertama kala itu mereka berlari ke hutan, Bella memimpin jalan melewati jalur hewan yang dikenalinya dan Devan mengikuti di belakangnya. Ada sebuah gua yang letaknya tidak jauh dari rumah Bella,dan mereka bersembunyi di sana selama lebih dari satu hari, karena khawatir para pengawal Melani masih menggeledah hutan. Setelah itu, Devan pergi ke March Holdings untuk membeli makanan dan melihat keadaan sekitar. Devan berharap malam itu para prajurit tidak terlalu jelas melihatnya, tapi dia tidak berlama-lama di tempat tersebut karena takut mereka sedang mencari orang asing. Namun Devan berhasil mengumpulkan informasi bahwa seorang penduduk desa, yang rumahnya berada paling dekat dengan jalan yang mengarah ke Puri Sare, melihat satu pasukan panuju rumah besar itu, bersama sang baroness.
__ADS_1
Sama sepertiku, mereka juga tidak terlalu berharap aku bisa keluar sendiri. Jadi suatu malam mereka menyelinap mendekati rumah, dan bersama-sama menyusun rencana untuk menyulut kebakaran dan berusaha mendesakku keluar.
“ Aku nyaris menolaknya,” Devan memberitahuku. “ Bagaimana kalau Melani meninggalkanmu dalam keadaan terantai, dan kami malah membunuhmu? Tapi kemudian aku berpikir, seandainya Melani ingin kau mati, dia pasti sudah membunuhmu saat di luar rumah Bela, jadi dia pasti akan melindungimu dari kebakaran. Jadi kami melakukannya. Aku pergi ke desa terdekat dan membeli sejumlah makanan untuk bekal di perjalanan, dan sedikit mintak, pura-puranya untuk lampu. Kami menggulung jubahku hingga seperti bola dan mencelupkan sebagian besarnya ke dalam minyak, membakarnya, dan melemparnya ke istal dari atas dinding.” Devan menggelengkan kepala. “ Tapi aku tidak menduga apinya akan sebesar itu. Tapi mereka langsung membuka gerbang saat melihat seburuk apa keadaannya, dan kami menyelinap masuk. Selebihnya kau sudah tau.”
__ADS_1
Namun di sisi lain, aku menikmati dua hari itu. Aku bersama Devan, yang datang untuk mencariku. Saat semua ini selesai, aku terpaksa memberitahunya kami harus melupakan kenyataan bahwa dia mencintaiku, melupakan aku mencintainya, karena dunia tidak mengizinkan kami bersatu. Melani memang benar soal itu. Namun sekarang aku bisa berpura-pura kami akan selalu bersama.
Bersambung
__ADS_1