PUTRI PALSU

PUTRI PALSU
BAB 145


__ADS_3

Melani mengenakan sebuah gaun merah yang dilapisi jubah hitam seorang Master penyihir. Dia terlihat cantik, bak ratu, dan matanya berkilat saat melihatku, lalu melebar saat tatapannya tertuju kebelakangku dan melihat Devan dan Bella.


“ Apa ini?” Melani bertanya dengan suara merdunya, yang tetap terdengar hingga bagian belakang balkon.


“ Kau tahu apa ini, Melani,” aku berkata dengan suara rendah. Kemudian, sambil mengalihkan tatapanku ke arah Riana, aku berkata lembut, “ Maafkan aku.”


Kemudian, aku berputar menghadap para bangsawan Thorvaldor dan berteriak, “ Kalian sudah dikelabui! Kalian sudah dikhianati oleh salah seorang dari kalian.”


Aku mendengar suara gemerisik di belakangku, lalu sang ratu berseru, “ Nal—Amelia Muller. Apa maksud dan semua ini?”

__ADS_1


Saat berbalik untuk menatapnya, aku merasa jantungku berdegup menyakitkan. Apa pun yang dikatakan Melani, bagaimana pun sang ratu membiarkan orang-orang itu memperlakukanku dengan buruk, dia pernah menjadi ibuku, dulu. “ Kau dikelabui,” aku mengulanginya dengan suara lebih lembut. “ Kita semua dikelabui. Oleh Melani Enderson.”


“ Ini konyol,” ujar Melani, tapi Riana cepat-cepat mengangkat tangan.


“ Biarkan dia bicara,” hanya itu yang dikatakan Riana, tapi Melani terpaksa mundur, wajahnya terlihat penuh ancaman.


“ Dia bersekongkol melawanmu, Yang Mulia,” ujarku. “ Dia bekerja sama dengan sang peramal Siderros—saudara perempuannya—untuk membuat sebuah ramalan palsu, ramalan yang membuatmu berpikir Diana dalam bahaya. Dia meyakinkanmu untuk menukar putrimu dengan anak perempuan lain demi melindunginya, tapi saat melakukannya, Melani menukarnya lagi, dengan putrinya sendiri.” Aku mengangkat tangan untuk menunjuk Riana yang berdiri sangat tegak dan kaku di atas panggung kecil. “ Melani menyerahkan Diana pada seorang perempuan miskin di Saremarch, tempat uang selalu bisa diawasinya.


Terdengar suara terkesiap dari belakangku, lalu sang ratu berdiri. “ Apa?” serunya. “ Kaubilang apa?” Wajahnya, yang sudah terlihat pucat dan lelah, semakin terlihat pucat, dan kedua tangannya mencengkeram roknya.

__ADS_1


“ Dia membunuh raja,” aku berkata pelan. “ Melani bilang padaku dia melakukannya.”


Ratu merapatkan bibirnya hingga membentuk garis lurus dan kaku. “ Untuk apa dia melakukannya? Selama ini Melani setia pada keluarga kami, salah seorang penasihat terbaik kami. Untuk apa dia melakukan semua itu?”


Aku ingin menghampiri ratu, menggenggam tangannya, tapi aku memaksa diriku berdiri tegak. “ Ini bukan untuk dirinya sendiri. Ini sebuah balas dendam. Dia menyembunyikannya, tapi Melani seorang anggota keluarga Feidhelm, dan dia menginginkan tahta untuk keluarganya.”


Kisah keluarga Feidhelm adalah sebuah cerita lama, tapi ratu mengetahuinya. Aku bisa melihat matanya beralih pada Melani, mempertimbangkan. Gumaman mulai terdengar dari kerumunan saat orang-orang yang mengingat keluarga Feidhelm berbisik pada orang di sampingnya, lalu orang itu menyampaikan pada orang di sampingnya.


“ Kisah yang bagus.” Suara Melani menyela kericuhan, jernih dan tajam, dan saat berbalik aku melihatnya sudah berpaling menghadap kerumunan. “ Tapi hanya itu—sebuah kisah yang dikarang seorang gadis yang di maksudkan untuk menggantikan putri yang asli agar bisa tumbuh dewasa tanpa terancam.” Gumaman di mulai lagi saat orang-orang menyadari siapa aku. Melani menggelengkan kepala, sebuah gerakan yang anggun dan luwes. “ Semua itu sulit bagimu, ya kan, Amelia? Membiasakan diri dengan kehidupan aslimu? Cukup sulit hingga kau datang ke tempat ini membawa kisah omong kosong, berharap bisa menggulingkan putri yang asli?”

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian, dengan cara; like, vote, dan komen ya guys. Terima kasih🙏🥰😘🌹


Bersambung


__ADS_2