PUTRI PALSU

PUTRI PALSU
BAB 135


__ADS_3

Udara sudah terasa hangat, batinku saat duduk sambil bersandar pada dinding lumbung, kedua lututku tertekuk di deoan dada. Seandainya raja tidak jatuh sakit, seisi istana mungkin akan melakukan perjalanan ke danau pedesaan selama beberapa minggu untuk menghindari hawa menyengat musim panas yang segera menghampiri kota.


Aku malah membayangkan apa yang sekarang terjadi di istana. Koridor-koridor bawah pasti sudah di-


sibukkan pasukan tukang masak, pelayan, dan kepala pelayan yang bergegas mengatur detail-detail terakhir acara penobatan. Para bangsawan pasti masih tidur, tapi tidak lama lagi, saat para pelayan laki-laki dan perempuan datang untuk membantu mereka mengenakan pakaian terbaik untuk menghadiri acara hari ini.

__ADS_1


Jika tidak menyusulku, Devan termasuk salah seorang dari mereka. Aku melirik pintu lumbung, seakan-akan tatapanku bisa menembus pintu untuk melihatnya. Aku tidak tahu harus berbuat apa. Sebuah ciuman, sebuah pernyataan cinta. Mungkin itu tidak cukup untuk bertahan melawan caraku mengusirnya, menggunakan sihir padanya, memilih Thorvaldor daripada dirinya. Ya, Devan memang datang mencariku, dan mengatakan dirinya salah. Tetapi dia tidak melakukan apa-apa lagi, terlepas dari apa pun yang dikatakan Bella. Mungkin Devan menyadari betapa sia-sia usahanya untuk mencintaiku. Meskipun aku berusaha menyingkirkannya dari benakku, aku cukup paham bahwa aku bisa saja mati hari ini. Devan tidak mungkin lupa. Mungkin rasa itu terlalu berat, rasa takut kehilanganku, sangat berat hingga Devan menyembunyikan hatinya untuk melindunginya.


Tentu saja, kalaupun aku hidup, Devan pasti tahu kami tidak bisa menikah, pasti tahu apa yang akan kukatakan padanya. Earl of Rithia tidak akan pernah mengizinkan anaknya menikahi rakyat jelata, dan aku tidak sanggup memaafkan diriku jika aku membiarkan Devan melepas gelarnya, meninggalkan keluarganya, demi aku. Bahkan Melani pun memahaminya hingga mengolok-olokku dengan masalah ini.


Aku penasaran apakah Melani sedang tidur, di dalam istana. Aku meragukannya. Aku sama sekali tidak berharap dia mengetahui pelarianku. Entah bagaimana dia pasti mengetahuinya—entah sebuah pesan yang diantarkan seorang kurir atau sebuah mantra yang memberitahunya jika aku melintasi gerbang Puri Sare. Melani pasti sedang menyusun rencana, mengawasi, menunggu. Ini momen kemenangannya, dan Melani tidak akan membiarkan aku merebutnya dengan mudah. Melani harus bertindak hati-hati; tidak boleh ada kecurigaan pada Riana. Mungkin itulah kelemahannya. Atau mungkin ditengah keputusasaannya Melani akan melupakan sikap hati-hatinya, tindakan untuk menutupi jejaknya. Agar aku punya celah untuk menggagalkan rencananya.

__ADS_1


Bella. Apa yang akan terjadi padanya? Bahkan seandainya kami berhasil, jalan yang harus dilaluinya akan sulit, mungkin lebih sulit dari jalan yang harus ditempuh olehku atau Riana. Sebentar lagi dunianya akan berubah, akan meluas melebihi batasan yang selama ini yang dikenalnya. Bella tidak memperlihatkannya, tapi dia pasti merasa takut.


Hai readers sayang. 🙏🥰


Jangan lupa tinggalkan jejak, dan dukungan kalian dengan cara; like, vote, dan komen. Jika masih ada typo dan salah tulis, mohon di maafkan. Terima kasih dan sehat sll. 🙏😇💪😘🌹

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2