PUTRI PALSU

PUTRI PALSU
BAB 133


__ADS_3

Aku menyandarkan pada dinding lumbung. “ Jadi sekarang semuanya… aneh. Dan dia belum… bilang apa-apa soal itu sejak menemukanku…” Aku membiarkan ucapanku memggantung sambil menggigit bibir. Aku sudah menghabiskan banyak waktu untuk mengkhawatirkan cara memberitahu Devan bahwa dia tidak bisa mencintaiku lagi, tapi aku bukannya tidak sadar Devan tidak mengungkut halbitu sejak menemukanku. Mungkin hala-hal yang kukhawatirkan saat berada di dalam sel Melani memang benar. Mungkin aku sudah terlalu menyakiti Devan, karena menggunakan mantra itu padanya. Mungkin Decan hanya menyusulku karena kami berteman, karena dia merasa bersalah setelah membiarkanku pergi sendirian.


“ Dia belum bilang apa-apa,” ulang Bella dengan nada datar. “ Selama kita berkuda melintasi pedesaan bersama para penjaga Melani yang berada di depan atau belakang kita, dan setiap malam aku tidur hanya beberapa jengkal dari kalian.” Bella menggelengkan kepala dengan jijik. “ Untuk seorang gadis yang seharusnya mendapatkan seluruh pendidikan yang ada, kau bisa bodoh juga, Amelia.”


“ Apa?” ujarku dengan ketus.


Bella membungkukkan tubuh hingga wajahnya mendekati wajahku, lalu dia berkata, pelan-pelan, seperti yang kaulakukan saat bicara dengan seorang anak kecil, “ Dia mencintaimu. Semua orang bisa melihatnya. Dia menyusulmu, ya kan? Mengakui kesalahannya karena menelantarkanmu?”

__ADS_1


Aku mengedikkan bahu. “ Kami sudah berteman sejak aku lahir, atau hampir selama itu.”


“ Caranya menatapmu tidak seperti seseorang yang menganggapmu hanya seorang teman.”


“ Itu tidak penting,” aku berkeras. Keraguan yang di pancing Melani, yang sangat lama kurenungkan saat berada di dalam selnya, membara lagi di dalam diriku. “ Apa yang akan didapatnya dengan mencintaiku? Dia tetap putra seorang Earl dan aku…. seorang gadis penyalin. Keluarganya tidak akan pernah pengizinkanku untuk menikahinya. Sebelum kami berangkat, orangtuanya sudah membariskan para gadis di istana untuk dipilih Devan, para gadis yang memiliki gelar dan harta… gadis bangsawan. Tidak ada bedanya meskipun Devan mencintaiku. Kami tak bisa bersatu.”


Aku melongo menatap Bella. Devan, tidak menihahi gadis pilihan keluarganya? Itu belum pernah dilakukan, tidak di keluarga bangsawan Thorvaldor. Kau menikah untuk membangun ikatan dengan bangsawan lain, untuk memperkuat posisi keluargamu. Terkadang kau juga mendapatkan cinta, tapi itu hanya keberuntungan yang bisa dianggap sebagai bonus.

__ADS_1


“ Dan kau. Kau bersedia berjuang dalam sebuah pertempuran mustahil demi mendudukkanku di atas tahta, tapi kau tak mau berjuang untuknya?”


“ Aku tak pernah bilang begitu,” ujarku, tersinggung, “ Aku hanya—“ Tetapi aku tidak bisa melanjutkan, karena tepat pada saat itu aku mendengar gemerincing pelana kuda, lalu melihat Devan menunggangi kudanya.


Devan turun dari kudanya setelah menatap sekeliling untuk memastikan di sekitar sana tidak ada siapa pun. “ Kurasa tak ada yang melihatku,” ujarnya. “ Aku beli minum di penginapan dan mendapatkan informasi dari orang-orang yang ada di sana. Raja dimakamkan dua hari setelah kematiannya.” Devan terdiam, matanya tertuju padaku. Selama ini Raja bukan ayah yang baik, tapi dia yang paling mendekati sosok ayah bagiku. Rasanya menyakitkan, saat menyadari aku tidak akan pernah melihatnya lagi. Namun aku tidak punya waktu untuk berduka, jadi aku hanya mengembuskan napas melalui dadaku yang terasa sesak, dan mengisyaratkan agar Devan melanjutkan ceritanya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2