
Pagi ini semua orang terbangun dengan canda tawa kembali, keusilan kiano yang mengganggu Kiara menjadi bahan tawa yang lain
" Bangun tukang tidur.." ucap kiano sambil menjapit hidung Kiara dengan dua jari nya
" Hhmm.. aku masih mengantu kiano, jangan ganggu aku.." ucap Kiara menepis kan tangan kiano dari wajah nya
" Sudah siang ini, masih betah saja kau di atas ranjang ini.." kata kiano kembali
Membuat Kiara menyelusup kan wajah nya ke dada bidang Kenan yang ada di samping nya
" Hei..kak, kau buka dulu mata mu, lihat itu, semua orang tengah memandang mu.." ucap kiano lagi masih dalam misi yang sama
Mengganggu tidur Kiara di samping Kenan, sedang kan Kenan perlahan mengerjab kan mata nya, karena terganggu dengan suara kiano yang mengganggu Kiara
" Jangan ganggu mereka bang, kau ini usil sekali.." gertak Kania
" Biarin saja, siapa suruh jam segini masih tulidur.." ucap kiano menggoyah kan lengan Kiara
Kenan yang memang merasa terganggu, akhir nya bangkit dari tidur nya, menatap kiano yang sedang menjahili Kiara,
" Apa sih.. ulah mu sepagi ini.. selalu saja menjadi pengganggu orang yang sedang tidur..," sepagi ini, Kenan harus mengomel karena ulah kiano
" Apa sih, aku tidak mengganggu mu, aku kan hanya mengganggu kak Kiara.." ucap kiano sinis menatap Kenan
" Itu sama saja kiano, kau ini ya.." Kenan perlahan melepas kan dekapan Kiara pada nya, dan mengambil ancang-ancang untuk menghajar kiano
Bbuukkk
Tanpa ba-bi-bu, Kenan menghantam kan bantal yang ia kenakan tepat mengenai wajah kiano, as kiano membeku di tempat Karena terkejut serangan dari Kenan
" Sakit Kenan, kau apaan sih, aku tidak mengganggu mu, kan sudah ku bilang sejak tadi, aku hanya mengganggu kak Kiara, kenapa kau menyerang ku.." sungut kiano tak terima
" Kau memang mengganggu nya, tapi aku yang jadi nya merasa terganggu karena ulah mu itu.." ucap Kenan lagi, sambil melempar kan bantal milik Kania yang hendak di bawa masuk ke dalam kamar
" Bang... Jangan di lempar kan, Kania mau membenahi nya.." Kania berdecak kesal menatap ke dua Abang nya
Sedang kan Kiara tidak terganggu sama sekali dengan perdebatan dua orang yang ada di sisi kanan dan kiri nya
__ADS_1
" Kau ya.. awas kau.." ucap kiano mengurai kan Omelan Kania pada mereka
Bbuuukkkk
Lemparan kiano tepat di wajah Kenan, membuat Kenan sedikit mundur dari tempat ia berdiri, melihat kiano membalas, membuat Kenan pun melempar kan kembali bantal yang semula di lempar kiano
Pagi ini menjadi hujan bantal antara Kenan dan kiano, membuat Fikri yang masih nyenyak tidur nya terkena lemparan dari kiano
" Aduh.. apa ini.." ucap Fikri terkejut mendapat kan lemparan bantal dari kiano
Sedang kan Aldo, hanya terkekeh kecil melihat anak nya bertengkar, pemandangan seperti ini yang sangat di rindu kan oleh Aldo, sudah lama sekali Aldo tak melihat pemandangan seperti ini, semenjak Kenan menikah, dan pindah ke kota A
Aldo tak pernah lagi melihat yang seperti ini, hanya ada kesunyian setiap hari yang ia lihat, tak ada lagi kiano yang selalu mengganggu sang kakak seperti ini
" sudah cukup, kenapa kalian sudah dewasa, masih sama seperti anak kecil.." Oma ana yang mendengar keributan dari depan, ia pun berjalan tertatih melihat apa yang sedang terjadi
Namun tak di sangka, ternyata cucu nya lah yang sedang membuat keributan di depan, ketika ia melirik ke samping, menatap Aldo yang hanya terkekeh kecil melihat ke arah anak nya
Sedang kan Kenan dan kiano, tak menghirau kan larangan sang Oma, mereka melanjut kan lagi aksi mereka
" Eh.. ma, kaget aldo..? biar kan saja lah ma, yang penting mereka tidak melampaui batas, Aldo juga sudah lama tidak melihat pemandangan seperti ini,," saut Aldo,
Ia pun kembali melihat ke arah anak nya yang kembali lagi saling serang, sedang kan ana, permintaan nya tak di tanggapi, ia pun berjalan kembali ke dapur tanpansepatah kata pun
" Aduh... Apa ini.." ucap Kiara terkejut, ketika leparan bantal tersebut mengenai nya
" Menjadi korban ke dua kamu Kiara.." saut Fikri pelan,
Kiara pun menoleh ke arah samping, dan mendapati Kenan yang sedang Tiarap, sedang kan Fikri menertawa kan nya,
" Kau sedang apa di situ..," ucap Kiara menatap ke arah bawah
" Kau sudah bangun Yang, pasti tidur .u terganggu oleh kiano.." Kenan mendongak ke arah Kiara yang sudah terbangun
" Kiano..." Ucap Kiara, Kenan hanya mengangguk saja, kemudian Kiara pun menoleh ke arah kiri, mendapati wajah menyebal kan kiano yang sedang menatap nya dengan tatapan jahil
" Aduh...." Kiara mengasuh kesakitan untuk yang ke dua kali nya
__ADS_1
" Hahahah.... Bangun juga kau akhir nya kak.." saut kiano tertawa lepas
" Kurang ajar kau ya... Kianoooo...." Geram Kiara, ia pun mengambil bantal yang mengenai muka nya tadi, lalu melempar ke arah kiano
Tentu saja kiano mengelak, karena sudah tau apa yang akan di lakukan oleh kiano pada nya,
" Sebentar lagi, bakal ada yang akan mengadu tuh.." celetuk Kania menatap Kiara
" Mengadu bagai mana.." tanya bunga dan leya kepada Kania
" Lihat saja nanti, pasti ada yang mengadu, aku sudah biasa melihat pemandangan seperti ini, bahkan aku terkadang menjadi korban mereka juga..?" Ucap Kania kembali
" Papa mama bagai mana, apa kah mereka tidak marah melihat ini..?" Tanya leya menatap ke arah kegaduhan
" Mungkin sudah biasa juga? Sama seperti ku..?"
" Aneh juga ya.." ucap bunga
" Hhmmm..." Ucap Kania
Sedang kan Daren, pokus nya tidak ke arah tiga k, ia pokus menatap leya yang tak sadar di pandangi terus menerus oleh daren
" Sudah cukup, sekarang kalian bersih kan diri kalian, dan berkumpul makan, papa dan mama mau pulang hari ini ke rumah..." Lerai Aldo yang merasa sudah cukup melihat perdebatan anak nya
" Papa mau pulang.." Kiara menoleh cepat ke arah Aldo
" Tentu saja,, papa sudah lama meninggal kan perkebunan sawit papa.." saut Aldo
Membuat Kiara sedikit murung, keramaian ini pasti lama lagi akan terjadi, apa lagi ini bukan hari besar, melain kan hari biasa
menghela nafas panjang, itu lah mungkin salah satu cara, agar Kiara terlepas dari perasaan nya membuat sedih,
tapi, apa boleh buat, semua itu sudah menjadi porsi nya masing-masing, kini Kiara menatap sang mama, agar mau untuk tinggal sementara waktu dengan mereka
'' jangan sedih begitu, nanti? kalau ada waktu luang, pasti papa dan mama berkunjung kembali..,'' ucap Aldo seraya tersenyum manis
...****************...
__ADS_1