
" kalian ikut saya" dua gadis itu pun terkejut dan kaget saat melihat ada suara perempuan menyuruhnya untuk ikut, mereka merasa takut hingga tubuh mereka pun terlihat bergetar
" tidak usah takut, ikuti saja" ucap seorang pria yang entah sejak kpan sudah berada di belakang Nara, dia adalah Rai, pemuda yang membunuh dengan cara menebas dengan pedangnya
dua gadis itu pun bangun, dan berjalan mengikuti Nara dan Rai, saat gadis yang telah lama menangis itu tak kuat saat bangun dari duduk nya , ia di gendong oleh Rai mengikuti Nara
" buka gerbang, jika tidak akan saya bakar"
" baik nona" orang itu pun membukakan gerbang dengan tangan gemetar
tidak sampai di situ, setelah Nara dan para anggotanya mengiring para tahanan untuk menuju mobil yang sudah di siapkan dan mengantarkan mereka di kota W,
tempat di mana orang akan mendapatkan kembali hidupnya ,
Nara berhenti di mobil APV yang sudah di isi oleh Aldi dan wanita paruh baya,
" maaf kalian ini siapa" ucap wanita paruh baya itu dengan lembut
belum juga ada jawaban, suara gadis yang di gendong oleh Rai memanggil nama bi iyoh dan juga Aldi
" bi iyoh . Aldi!!" teriaknya. Rai pun menurunkan gadis tersebut
gadis itu pun berlari tertatih tatih menuju mobil yang terlihat ada seorang anak berusia sepuluh tahun dan wanita paruh baya,
beberapa mobil berjejer, sedangkan para tahanan sudah lebih dulu di bawa oleh anak buah Nara
" non"
" kakak"
dua orang yang mendengar ada yang memanggil pun ikut bersuara memanggil orang tersebut
__ADS_1
" bibi" menghampiri wanita yang sudah tua itu dengan air mata yang membanjiri wajah tirusnya
Queenara hanya mampu melihat dari kejauhan dengan air mata yang mengalir di pipi nya yang Chaby ,
" kita akan kemana tuan" ucap Rai menyadarkan Nara yang sedang menatap tiga orang yang saling mengasihi, meski dirinya di besarkan oleh keluarga pranata dengan penuh kasih sayang, tapi dirinya tetap menginginkan kasih sayang dari para saudara dan saudari nya,
" bawa mereka kekota terlebih dahulu, jangan sampai ada yang lecet dari mereka"
" baik nona" dua orang yang telah di intruksi untuk mengantar
" Rai,"
" siap tuan"
" kita ikuti dari belakang, "
" baik"
,,,
" kita nyari kemana lagi" ucap Bima yang sudah merasa frustasi, mengingat siapa yang mereka cari
" apa kah kita harus mencari di perbatasan"
" untuk apa,? tidak mungkin queen ada di sana" Bima pun merasa bimbang, ingin sebenarnya mendatangi perbatasan tersebut tapi masih ragu
" kenapa tidak mungkin" rayan menjawab pertanyaan Bima
" kita hubungi saja Willie, biar kita bisa berdiskusi lagi"
" oke" Rayan pun mengambil ponsel di dalam sakunya dan menekan nomor telepon Willie
__ADS_1
Tut Tut Tut
dering di kantong Willie berbunyi ia pun langsung mengangkatnya,
" hallo, " dengan suara yang sedikit lelah
" Will "
" hhmm"
" bisa kita berdiskusi lagi"
" masalah apa" Willie pun mengangkat alis sebelah, untuk apa berdiskusi lagi
" oke, kita kumpul lagi di penginapan"
" baik" Rayan mematikan ponselnya dan bekata pada Bima . jika ingin berdiskusi harus kembali ke penginapan terlebih dahulu
" Lex"
" apa"
" mereka mau kemana lagi" Alexa hanya mengedikan bahunya bahwa ia tidak tahu
" Lea, Lei, "
" siap nona"
" sudah dong ,, jangan bersikap dingin seperti itu"
" maaf nona, kami sudah terbiasa seperti ini" saudara kembar yang memang sudah di latih dengan sikap tegas dan dinginnya saat menghadapi orang,
__ADS_1
dua gadis remaja yang di temukan oleh Queenara di saat mereka kehilangan arah , berjalanan luntang Lantung dan kelaparan Mereka anak yatim piatu yang di telantarkan oleh bibi nya sendiri
bersambung