Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
back in the present


__ADS_3

" hah. kenapa jika mengingkatkan dulu aku merasa sakit sendiri " ucap Eliza sambil menarik nafas dalam ketika mendengar cerita Nara yang di saat kecil hidupnya sungguh tersiksa. padahal Luis adalah ayah kandungnya sendiri


" sudah lah . semua masa lalu biarlah berlalu. yang saat ini aku inginkan adalah menemukan wanita itu" ucap queenara


" apa kamu tahu keberadaannya " tanya eliza


" tahu. tapi wanita itu selalu lolos dari kejaran ku "


" apa mereka tahu. bahwa kamu sedang memburu dia "


" aku tidak tahu. tapi yang pasti ada orang kuat yang melindungi dia dari balik layar " ucap queenara sambil menatap tajam kedepan


" siapa dia "


" nanti kak Liza juga akan tahu siapa dia "


queenara sudah mencari tahu siapa siapa musuhnya dan siapa siapa orang yang mengincar keluarganya


" orang itu berada di kota C dan kota X"


" apa !! " dua orang berbeda gender terkejut karena daerah itu memang tempat para musuhnya dan yang paling terkejutnya adalah di kota X.


" ishh apa ini kak Lisa Ama Edwin " queenara mengucap telinga nya ketika mendengar teriakan dua orang itu pas tepat berada di kuping kanan dan kirinya


" he he he maaf kak " ucap Edwin membetuk dua jari V


Eliza pun sama hanya tersenyum merasa tidak bersalah melanjutkan lagi ngobrol nya.


" lalu apa rencana kamu " tanya eliza kembali


" tidak ada " sambil menyandarkan punggung nya di sofa


Elisa mengerutkan keningnya ingin bertanya kembali kenapa bisa tidak ada rencana . tapi di urungkan saat melihat queenara menyadarkan tubuhnya dan memejamkan matanya

__ADS_1


" apa mereka benar benar tidak ingin kembali di keluarga cloyeri. hah memang takdir yang sangat sulit . bagai mana bisa hidup di tengah tengah bahaya yang selalu mengintainya " ucap Eliza dalam hati sambil memandangi wajah lelah queenara yang cukup terlihat. mengusap rambut queenara sehingga membuat sang empu pun kembali terbangun.


" jika kamu lelah istirahat saja " Nara menggeleng pelan


" tidak kak. aku masih ada urusan "


" apa kamu akan pergi. " tanya nya


" hemm " mengiyakannya


" kita baru bertemu tapi kamu ingin pergi lagi. apa kamu tidak ingin menginap disini "


" iya kak. istirahat lah dulu jika kak Ara merasa lelah. " timpal Edwin


" aku GK apa apa kak Eliza."


" tapi wajahmu terlihat pucat " Nara hanya membalas dengan senyuman.


yang nyatanya memang biar bagaimanapun Nara hidup susah atau senang pun akan di senyumin terus oehnya


" Ara. kak Ara " teriak dua orang tersebut. sehingga membuat dua penjaga dan pelayan yang sempat keluar langsung berlari masuk


" tolong telpon sudah dokter " suruhnya ketika melihat ketua pelayan itu berlari menghampirinya. tapi bukan menelpon apa yang di suruh oleh Eliza. tapi malah kembali lari keluar dari ruang tamu untuk memanggil dokter


" Ra bangun Ra " Eliza merasa cemas ketika memegang tangan Nara yang sudah dingin. padahal tadi masih anget. Eliza mencoba mengecek nadinya dan juga nafasnya


merasa masih ada deru nafas meski lambat. tapi mengurangi rasa khawatir nya


brak


" kenpa bisa pingsan "


" saya tidak tahu dok. tuan meminta untuk berkunjung kemari " dokter itu pun mengangkat Nara dimasukkannya ke kamar yang ada di ruang an tersebut. kamar pertama milik Nara

__ADS_1


" waahh. ternyata masih ada kamar " ucap Edwin merasa takjub ketika melihat ruang kamar yang desain berwarna abu biru


Eliza tidak memikirkan ruangan tersebut. yang ada di pikiran Eliza adalah queenara adik sepupu yang baru bertemu itu


" ada apa dengannya dok " ucapnya cemas


" hah. untung masih disini . kalo tidak bisa abis aku " ucap dokter sambil bergumam


" dok gimana ke adanya"


" ah. tidak apa apa. dia hanya kelelahan karena baru tersadar dari koma beberapa hari yang lalu


" koma " beo Eliza dan Edwin


" Hem. dia sempet drop karena kekurangan gizi. karena mendonorkan darahnya pada adik kecil anda nona "


" jadi "


" benar nona. jika nona berpikir bahwa nona queen adalah tuan kami yang pemilik R P hospital ini . dan yang menolong kalian dari jalan itu . beliau orang nya " terangnya dengan jelas


" apa.. ja jadi dia qu queen nya sland " dengan terkejutnya


" benar " dokter tersebut membenarkan nya.


" tidak salah papi memilihmu Ra. kamu memiliki banyak bakat dan kemampuan yang baik " berucap dalam hati mengucap syukur karena tidak salah memilih calon penerusnya


meski masih banyak penerus cloyeri tapi hanya sebagian tertentu yang bisa memiliki darah yang identik sama yang bisa memiliki kekuatan fisik serta mental yang kuat. meski bnyak cobaan yang di hadapinya


dokter dan para pelayan mengundurkan diri setelah memberi obat pada queen nya yang masih lemah tapi memaksakan diri untuk pergi


Eliza mengambil jari tangan milik Nara yang tidak terpasang infus


" cepet sembuh ya. jangan sedih lagi ada aku di sini sekarang " ucap Eliza lirih

__ADS_1


bersambung


__ADS_2