
'' ya.. enak-enak saja,, tapi kadang ada gak enak nya juga sih..'' ujar Kiara menoleh sejenak ke arah leya
'' enak nya gimana.. dan gak enak nya gimana kak..'' tanya leya penasaran
'' enak nya.. ya,, di perhatikan, orang nya pengertian, dan mau membantu tugas di dapur, tidak pernah mengeluh..'' ucap Kiara
'' lalu? gak enak nya di mana, tapi kakak dapet perhatian terus dari bang Kenan..'' tanya leya mengerut kan kening nya
'' gak enak nya,, orang nya terlalu posesif sekali,, apa-apa di larang, jangan kan mengobrol dengan lain jenis, bertegur sapa saja dengan karyawan pria di kafe sebelah, Abang mu sudah kebakaran jenggot, padahal jenggot nya saja tidak selebat para ulama-ulama atau ustadz-ustadz yang ada di televisi, atau para pejuang, atau sebagian orang Kairo..'' ujar Kiara terkekeh kecil kala mengingat Kenan dalam mode cemburu buta
'' haa... masak sampai seperti itu sih bang Kenan kak...?'' ucap leya menjatuh kan rahang nya sangkit terkejut nya, yang ia tau, sipat posesif kenan, hanya pada keluarga nya saja
'' memang nya Daren tidak seperti itu..'' tanya Kiara gantian pada leya
'' tidak pernah sih,, malahan. Daren ini? orang nya terlalu cuek,..'' ucap leya sambil mengingat kembali
'' lumayan lah,, dari pada seperti kakak, mau ke kampus saja, harus bersama dia nya, apa lagi mau keluar rumah, harus izin dulu, dapat izin baru boleh keluar, walau pun hanya di depan rumah, atau ke kafe samping, atau hanya mengecek ke uangan atau bangunan samping..'' ujar Kiara sambil mengupas kentang dan wortel
'' Daren tidak pernah seperti itu pada ku, malahan pernah kak? pas kami pergi berdua ke mall yang ada di kota E,. dan saat itu kami sedang makan,, ada dua cowok yang mendekati ku,, dan meminta no ponsel ku, Daren tidak keberatan sama sekali, dan membiar kan aku memberikan no ponsel ku tersebut kepada mereka..'' ujar leya dengan lesu
'' bisa-bisa nya Daren secuek itu ke kamu..'' ucap Kiara tak habis pikir dengan sikap cuek Daren
tidak seperti Kenan, yang selalu mengekang kemana pun ia melangkah, jika ia berada di posisi leya, mungkin sudah habis tujuh hari tujuh malam mendengar Omelan Kenan dan hukuman nikmat Kenan kepada nya
'' Hem...aku aja gak habis pikir kak,, aku terkadang iri sama kakak yang selalu berduaan terus dengan bang Kenan, sedang kan aku, pulang kuliah, ia selalu membantu ayah di kantor, pulang kantor, mandi makan, setelah itu main game... itu-itu saja keseharian Daren tidak ada yang lain..'' ujar leya menekuk Wajah lesu nya
'' kamu ingin hidup seperti kakak, dan kakak malah iri sama kehidupan mu yang di bebas kan oleh Daren..'' ujar Kiara
'' andai bisa tuker nasib, mungkin aku mau pasangan hidup kayak bang Kenan..'' ujar leya lagi
'' gak enak leya jadi kakak,, udah.. mending kamu terima apa ada nya aja Daren itu, dari pada bernasib seperti kakak, yang terkekang setiap waktu..'' ujar Kiara
__ADS_1
'' wah... ada yang sedang menggosip kan kita ini bang..'' ujar Daren terkekeh kecil dari belakang ke dua nya
'' seperti nya..'' ujar Kenan mendengus sebal
'' kalian sejak kapan di situ..'' tanya Kiara menatap jengah Daren dan Kenan
'' sejak tadi,, kalian saja yang tidak sadar..'' ujar Kenan menatap intens ke arah Kiara
'' mata di jaga,, aku tidak suka dengan tatapan mu itu kenan..'' sentak Kiara besungut kesal. kepada Kenan yang sedang menatap nya sejak tadi
'' huuhh... dasar nya wanita,, selalu tidak mau kalah..'' keluh Kenan
membuat Daren tertawa lepas, ia merasa lucu dengan keluhan Kenan barusan,
'' sebegitu galak nya kau kak,, sampai-sampai bang Kenan banya mengeluh seperti itu..'' ejek Daren tertawa lepas
'' diam kau manusia dingin..'' sentak Kiara menanca kan pisau dapur nya di atas sayur sawi yang potong
'' biar ku cincang sekalian kau, bersama mereka, bergabung menjadi satu di dalam sup nanti nya .'' ujar Kiara tersenyum sinis
'' gak benar ini, lebih baik aku melari kan diri saja..'' ujar Daren meninggal kan dapur dengan cepat
sedang kan Kenan, masih anteng di tempat nya, dan menghirau kan kepergian Daren yang mulai menjauhi nya
'' kau kenapa masih berada di situ..'' tanya Kiara menatap tajam ke arah Kenan
'' lantas? aku harus pergi kemana?'' tanya Kenan sedikit heran dengan pertanyaan Kiara kepadanya barusan
'' terserah mu, yang penting, jangan di hadapan ku, aku mulai kesal menatap wajah mu setengah harian ini..'' sungut Kiara
Kenan hanya mengacuh kan ke dua bahu nya tandai ia mengabai kan perkataan Kiara, ia berjalan ke arah minum dan menuangkan air putih ke dalam gelas dan menenggak nya hingga tandas tak bersisa
__ADS_1
lalu ia berjalan ke arah Kiara yang pokus kembali ke arah potongan sayur nya, dengan cepat Kenan mencium singkat pipi Kiara sebelah kanan dengan cepat, membuat leya yang berada di samping nya membelalak kan mata nya
'' jangan di sini atuh,, kalau mau mesra-mesraan..'' sindir leya seketika
'' perduli sekali dengan mu,, kalau kau mau, tinggal kau buat sana..'' ucap Kenan singkat,
setelah itu, ia berlalu meninggal kan dapur, tanpa mendengar kan protes Kiara kepada nya, sedang kan Kiara yang di tinggal kan oleh Kenan Tampa mendengar amukan nya menjadi bertambah kesal kepada Kenan
'' awas saja kau nanti,...'' ancam Kiara mendengus kesal kepada Kenan
'' hahaha... kakak kenapa sih,, kenapa sensitif betul..'' ujar leya menertawa kan Kiara yang sedang marah-marah tidak jelas
Kiara lebih mengabai kan tawa leya, ia memilih menyiap kan pekerjaan nya di bantu oleh leya, hingga jam satu siang, semua masakan Kiara dan leya, telah selesai
'' kakak mau sholat zhuhur dulu, setelah nya baru makan.. kau tidak sholat dulu..'' tanya Kiara pada leya
'' aku sedang tidak bisa kak..'' ucap leya
'' oh... kalau begitu,? kakak tinggal sebentar ya..'' pamit Kiara pada leya
'' iya.. kak,, aku mau memanggil anak-anak lebih dulu, sebelum kita makan bersama..'' ucap leya
mereka pun berjalan beriringan, yang satu ke kamar, yang satu lagi ke akamr tamu, untuk memanggil anak-anak makan, begitu juga dengan bunga
sedang kan Kenan dan daren, sudah di suruh sebelum leya masuk ke dalam kamar tamu yang di gunakan oleh bunga untuk beberapa saat.
'' anak-anak.... mari kita makan..'' ujar leya membuka pintu kamar yang di gunakan oleh bunga untuk sementara waktu
'' loh... pada tidur sih... pantesan gak ada suara nya sejak tadi..'' ujar leya menghela nafas panjang ia pun menutup pintu kamar tersebut Kembali, dan berjalan meninggal kan kamar tamu dan berjalan ke arah dapur
...****************...
__ADS_1