
Dua gadis remaja yang di temukan oleh Queenara di saat mereka kehilangan arah , berjalanan luntang Lantung dan kelaparan Mereka anak yatim piatu yang di telantarkan oleh bibi nya sendiri serta pamannya
" Oya tadi dapet kabar dari nona, bahwa nona sudah melepaskan para Sandra"
" benarkah" jawab lussy dengan wajah penuh antusias,
" hmm" Alexa hanya berdehem
sedangkan dua gadis remaja hanya diam dengan wajah datarnya,
" jadi kita akan kemana"
" tetap mengawasi saudara nona" ucap serempak gadis remaja tersebut
lussy dan Alexa hanya mengernyitkan, bukankan mereka akan kembali ke penginapan, pikir dua gadis dewasa itu dengan wajah bingungnya
" kenapa, mereka pulang ke penginapan twins"
" tidak"
dua gadis dewasa itu di buat bingung dengan dua remaja yang ada di hadapannya
" apa ada masalah lain" Alexa mencoba untuk menetralkan kebingungan nya
" benar" ucap lea sang kakak hanya berbeda sepuluh menit
" okeh, masalah apa" kini Alexa kembali dengan wajah serius untuk mendengarkan permasalahan apa yang akan terjadi
" mereka ada di penginapan yang sama"
" maksud kalian siapa"
" ketua dari para pemberontak, mereka sedang berdiskusi bersama para sekutunya "
" mmmmhh " lussy memegang dagu nya seperti orang berfikir" berarti ketua pemberontak itu tidak mengetahui jika maskasnya telah di babat habis oleh nona" memanggut manggut kan kepalanya
" okeh kita berangkat" dua gadis dewasa berjalan terlebih dulu di banding si twins, saat menyadari dua gadis remaja tidak mengikutinya pun berbalik sedangkan jarak sudah sepuluh kilo meter
" hey twins, kenapa kalian masih diam" teriak lussy agar bisa terdengar oleh si gadis remaja
sedangkan dua gadis remaja yang masih berdiri di belakangnya yang jaraknya lumayan jauh hanya membungkuk kepada lussy dan Alexa untuk memberi hormat lalu dua gadis remaja langsung melesat,
lussy hanya melongo saat melihat dua gadis remajanya pergi dengan cepat kilat seperti kereta ekspres, sedangkan Alexa hanya terkejut sebentar lalu menyadarkan temannya yang masih melongo
" Meraka tidak ikut kita" sambil menepuk pundak lussy, lussy pun tersadar dari rasa terkejutnya
__ADS_1
" sebenarnya mereka siapa"
" apa kau tidak tau, bahwa mereka tidak akan kenal lelah jika di beri misi oleh princess "
" oh,,,," lussy menganggukan kepalannya" aku baru tahu"
" memang kau belum lama mengenal princess, kau hanya beruntung di pertemukan olehnya di saat kau baru menginjakan kaki di stasiun kereta dengan keadaan jadi korban pencopetan " lussy hanya menghela, setelah mendengar apa yang di katakan oleh alexa
lussy memang di awal bertemu dengan queenara dengan keadaan yang kacau, mata sembab baju berantakan, dan tasnya telah di curi, untung nya foto yang di berikan ibunya ada di kantong bajunya, hanya uang,ponsel dan baju hanya berapa steel yang di ambil oleh pencuri
" lebih baik kita bergegas ke tempat penginapan, dan kita menyamar sebagai penyewa"
" ide bagus" Alexa menanggapi saran lussy
mereka pun berangkat menuju penginapan yang tidak jauh dari bandara, tempat yang memiliki fasilitas yang disediakan oleh pihak hotel
,
,
,
queenara yang sudah sampai di perbatasan kota Z yang ikut mengiring mobil yang di isi oleh tujuh orang yang berbeda , empat bawahannya, gadis, anak kecil, dan wanita paruh baya
tok tok tok
" permisi, apa ada pasport untuk menuju kota Z, "
sedangkan bawahannya tidak tahu bahwa melewati perbatasan harus memakai pasport tanda pengenal untuk melewati perbatasan
Nara yang berada di belakang bersama Rai yang masih setia di samping tuannya pun turun dari kendaraan roda dua
tap
tap
tap
" ada apa" ucap datar queenara
" maaf nona, kami hanya menjalankan perintah dari kepala atasan kami" orang yang berpakaian seragam tentara itu tidak tahu bahwa orang yang di ajak olehnya berbicara adalah kepalanya
" benarkah"
" benar nona, jadi mohon maaf jika nona dan tuan tidak memiliki pasport tidak bisa melewati perbatasan ini" masih dengan sopannya orang berseragam tentara menjawab
__ADS_1
" baik, panggilkan trio" seketika orang yang berseragam langsung terkejut, kenapa gadis ini mengenal ketua, pikirnya
" biasakan kau panggil dia kemari"
orang itu pun tersadar dan segera berbalik menuju pos untuk memberitahu pada ketuanya,
" Patrick Patrick memberitahu bahwa ada seorang gadis memanggil nama ketua, mohon segera datang di perbatasan"
ucapnya, setelah memanggil selang lima menit datanglah ketua yang bernama trio
tap
tap
tap
derap suara yang melangkah menuju pos perbatasan
" siapa yang memanggil" ucap ketuanya saat sampai di pos penjagaan
" siap ketua, " memberi hormat " seorang gadis di luar perbatasan ketua, satu mobil dan dua sepeda motor"
" antarkan saya kesana"
" siap ketua, baik" dua orang berseragam pun keluar dari gerbang pos penjagaan menuju luar perbatasan untuk melihat
queenara hanya memandangi wajah satu orang yang di anggap ketua oleh tentaranya yang berada di perbatasan
" heh, rupanya kau masih betah dengan tumpukan yang ada di ruangan mu ya" belum sampai sudah di ejek oleh kepalanya,
" padahal kan tugas dia sendiri, kenapa menyalahkan ku" mendesah dalam hati
" hormat kami kepala" trio langsung memberi hormat, sedangkan orang yang mencegah masuk mobil serta motor hanya melongo
" kenapa kau tak memberi hormat pada kepala pemimpin,"
" apa!!" orang berseragam itu pun terkejut dan langsung memberi hormat
queenara memutarkan bola matanya karena sangkin lelahnya menunggu , saat sudah datang malah begini
" kerja bagus, perketat penjagaan," Nara menepuk sekali pundak orang berseragam, sedangkan orang tersebut sudah merasa takut jika di keluarkan atau di pindah tugaskan
" siap, terimakasih pemimpin" dengan suara lantang nya
bersambung
__ADS_1