Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
bab 127


__ADS_3

" kamu kenapa Yang, kok seperti nya kamu sedang kesakitan begitu..'' ujar Kenan melirik ke arah Kiara yang sejak tadi berputar di kamar mereka dan juga ke kamar mandi


'' entah lah, perut ku sangat sakit, dan tidak nyaman sekali...'' ucap kiara seraya meringis menahan sakit


'' apa perlu kedokter sekarang..'' tanya Kenan turun dari ranjang


'' gak tau..'' ucap lirih Kiara


'' duh... gimana ini, apa aku tanya mama aja ya..'' ucap Kenan seraya melirik ke arah jam dinding yang menunjuk kan pukul tiga pagi


'' apa gak mengganggu mama..'' ucap Kiara pelan


'' gak tau,, mudah-mudahan mama terbangun..'' ucap Kenan seraya mengotak-atik ponsel nya


sudah panggilan ketiga, namun belum juga ada tanda-tanda panggilan Kenan yang di angkat satu pun, melirik Kiara yang semakin pucat, membuat Kenan semakin kebingungan


'' Kenan.... aku pipis..'' rengek Kiara seraya melihat ke arah bawah,


begitu Kenan melihat ke arah Kiara, air sudah berceceran di bawah, membuat Kenan sedikit mendekat ke arah Kiara


'' yang... kenapa pipis nya seperti itu..'' ujar kenan panik melihat istri nya


'' gak tau,, hu..hu..hu.. ini kenapa..'' ujar Kiara menangis tergugu membuat Kenan bingung setengah mati


'' ayo kita ke dokter aja yang...'' ucap Kenan mengajak Kiara


'' bawa ganti ku..'' pinta Kiara pada Kenan


dengan terburu-buru Kenan mengambil baju Kiara asal,, dan entah kenapa, Kenan menyahut ransel perlengkapan bayi mereka


sebelum bulan kesembilan, Hani sudah mewanti-wanti Kiara menaruh semua perlengkapan bayi dan juga diri nya,


'' ayo... ayo..'' ajak Kenan, ia tak sadar, sedang memakai baju tidur


'' mana baju ku..'' tanya Kiara


'' sudah,, ayo.. ke dokter..'' ucap Kenan memapah Kiara ke luar rumah dan masuk ke dalam mobil

__ADS_1


Kiara pun menurut, ketika ia di papah keluar dari kamar menuju ke mobil, ketika naik di mobil Kenan menahan tangan Kiara agar tidak jatuh


pukul empat subuh, Kenan baru sampai di depan rumah sakit terdekat, banyak drama yang harus di lalui oleh Kiara dan Kenan, ketika menuju ke rumah sakit


'' sus...tolong,, istri saya kesakitan..'' ucap Kenan polos


'' mari dek saya bantu,, mau lahiran ya.. kakak nya..'' ucap suster ketika hendak membantu Kiara


'' hah... mau lahiran..' ucap Kenan terkejut, cepatan Sus... ini istri saya kesakitan..'' ucap Kenan meninggi kan suara nya di depan suster yang terus menatap nya


'' eh.. iya,, mari saya bantu..'' ucap suster tersebut


tak berapa lama, Kiara pun di naik kan ke atas berangkar rumah sakit, dan di bawa keruang bersalin


'' mana perlengkapan nya dek..'' tanya suster kepada Kenan


'' tunggu sebentar sus... biar saya ambil kan .'' ucap Kenan berlari keluar dari dalam rumah sakit menuju ke mobil nya


tak berapa lama, Kenan kembali dengan ransel yang ia bawa tadi, dan memberikan ransel tersebut kepada sang suster


sedang kan Kiara sudah meringis menahan sakit sejak tadi, ia mencoba untuk tetap tidak menangis, walau air mata nya sudah hampir tumpah di pelupuk mata


'' saya mau di apa kan dok..'' tanya Kiara polos yang tak tau mau di apa kan oleh dokter bersalin tersebut


'' ibu nya berbaring saja dulu, kaki nya Taru di sini ya..'' ujar dokter tersebut, dan di bantu oleh suster


Kiara hanya bisa menurut, dengan ia berbaring, dan dokter pun memeriksa nya, setengah mati Kiara menahan sakit, untuk pertama kali nya dokter memeriksa nya


'' pembukaan belum lengkap ya.. buk, tunggu lengkap baru saya beri aba-aba...'' ucap Kiara


Kiara hanya mengangguk saja, sedang kan Kenan meringis melihat wajah Kiara menahan sakit, ia tak tau harus berbuat apa ketika Kiara kesakitan seperti ini,


Kenan bingung, Kenan pucat pasi, melihat keadaan Kiara seperti ini, kalau ia tau melahir kan sesakit itu, Kenan tak akan membuat Kiara seperti saat ini


'' sakit sekali ya..Yang..'' ucap Kenan sendu yang berada di dekat Kiara


Kiara hanya menggeleng saja, tak ada sepatah kata pun yang kiara ucap kan, ia hanya menetes kan air mata tanpa suara, lama kelamaan sakit itu semakin menyerang nya,

__ADS_1


tidak seperti tadi, sakit secara perlahan semakin bertambah, semakin sakit dan semakin sakit, membuat Kiara harus menahan kesakitan nya sambil menggenggam tangan Kenan erat


'' aduh Yang,, tangan aku sakit... ini kekencengan megangi nya..'' ucap Kenan lirih


Kiara seketika melirik ke arah Kenan yang berada di samping nya dengan lirikan maut, dan menatap Kenan sinis


'' sakit ku berkali-kali lipat dari genggaman tangan ku ini, bahkan jika tangan mu patah sekali pun, belum tentu bisa merasakan sakit nya yang kurasakan saat ini..'' ucap Kiara pelan


membuat Kenan terdiam seribu bahasa, ia pun membiar kan Kiara berbuat semau nya di tubuh Kenan, ia tak mau Kiara melirik nya lagi seperti lirikan kematian, seakan-akan malaikat mau akan datang kepada nya


tak berapa lama, dokter tadi pun memeriksa Kiara kembali, dengan susah payah Kiara mencoba menahan sakit nya akan jari sang dokter masuk


'' sudah lengkap, coba ibu nya lebih lirex dan tarik nafas dalam-dalam dari hidung, dan hembus kan secara perlahan dari hidung..'' saran sang dokter


Kiara pun mengikuti apa yang di ucap kan dokter kepada nya, berulang kali Kiara berbuat seperti itu, hingga aba-aba berikut nya yang harus Kiara lakukan kembali sampai berulang kali


Kiara entah sudah berapa kali mengejang istirahat, dan begitu lah seterus nya, sampai bayi yang penuh harapan dan cinta terlahir kedunia


'' oek....oekk.....oooeeeeekkkkkkk.........


suara kecil dan melengking terdengar menggema di seluruh ruangan bersalin, tangisan yang membuat Kiara menetes kan air mata, perjuangan nya sungguh membuat Kiara menatap ke arah anak nya yang bersuara melengking dengan perasaan haru


'' selamat ya.. buk,, anak nya baby girl... cantik, seperti ibu nya..'' ujar sang dokter tersenyum lebar kepada Kiara


ia pun menelangkup kan baby merah tersebut di atas permukaan perut Kiara beberapa detik, Kiara menyambut nya dengan haru, ia menetes kan air mata nya ketika anak nya berada di dekapan nya


tak berapa lama suster pun mengambil alih anak Kiara, membawa nya untuk di bersih kan, sedang kandang dokter, kembali mengurusi Kiara


semua sudah bersih, kini giliran tugas Kenan, untuk mengazan kan bayi mungil mereka, menatap wajah anak nya membuat Kenan sedikit meringis gemas


'' silahkan di azan kan keponakan nya dek..'' ujar suster membuat urat masam Kenan timbul di permukaan


'' ini bukan keponakan ku sus,,, tapi ini anak ku, ini aku yang buat..'' sentak Kenan sedikit kesal


membuat sang suster menatap Kenan dan Kiara secara bergantian


'' kalau tidak percaya, lihat saja biodata kami..'' ucap Kenan menatap sinis sang suster

__ADS_1


...****************...


__ADS_2