
" Edwin! " teriak nya kala nyawanya sudah terkumpul semua ia beranjak dari brangkat langsung turun menghampiri sang adik yang malang
" hiks hiks hiks Edwin.. maaf kan aku, maaf " terisak dengan rasa bersalahnya ia menggenggam tangan mungil sang adik
Rai sang pengawal bayangan milik Nara berlari memasuki ruangan yang saat diri nya mendengar suara teriakan dan tangisan yang histeris. Rai pun ikut panik ketika melihat gadis yang ia gendong menuju ruang istirahat saat pingsan
" ada apa " tanya Rai dengan wajah terlihat khawatir.
entah lah Rai pun tak tahu apa yang sedang terjadi dengan dirinya ketika melihat dan mendengar suara tangis dan air mata yang meleleh keluar dari mata biru nya,
gadis yang menangis pun menoleh kala ada suara yang menanyakan ada apa , dan mata biru laut itu bersitatap dengan mata milik Rai yang berwarna coklat.
Rai sempat kaget ketika melihat bola mata yang berwarna biru laut itu , " astaga, apa aku ini sedang salah masuk " ucap dalam hatinya
" kau ! siapa !"
" saya " menunjuk pada diri sendiri
" hmm "
meski wajah terlihat sedih tapi tidak dengan aura yang gadis itu miliki " kenapa nona Ara malah bertanya siapa saya " masih dengan pemikiran sendiri
ya , orang yang ada di hadapannya adalah gadis yang Nara tolong, tapi Nara dan juga pengawal bayangan nya tidak mengetahui wajah gadis dan adik yang malang tertabrak saat pagi menjelang, kini matahari pun sudah merangkak di tengah ke pala ma usia
" kau siapa, dan bagai mana saya ada di sini " dengan wajah anggun nya berbicara pada pengawal milik Nara
" sa saya ya yang sudah membawa nona kemari " Rai tidak berani memandangi wajah gadis yang ada d depannya meski terlihat imut dan manis tapi memiliki aura ketegasan
" oh,, terima kasih anda sudah menolong saya dan adik saya, " mengalihkan pandangannya pada brangkar yang di tempati anak kecil
" su sudah seharusnya, kami menilolong anda nona "
alis gadis tersebut menarik, " kami, ! "
" iya nona, saya hanya pengawal dari tuan kami "
" ooh .. di mana tuan mu " masih ingin tahu siapa orang yang Sudi menolongnya, sedangkan dirinya sengaja menutupi jati dirinya untuk menemukan saudaranya lagi yang hilang entah kemana, hanya ada petunjuk melalui kalung yang sengaja orang tuanya bagikan pada anak nya agar saat bisa bertemu dan membuktikannya , hanya kalung tersebut lah jawabannya
" ah , " Rai terkejut, mendengar gadis yang ada di hadapannya ingin tahu di mana keberadaan tuannya, sedang dirinya pun tidak tahu, sudah ponsel tertinggal di mobil, dirinya tak bisa menghubungi si kembar dan tuannya, sehingga dirinya tidak berani meninggalkan dua orang atas instruksi dari dokter,
"( bila nanti pasien yang ada di dalam siauman , jangan pernah kau tinggalkan mereka )" ucapan itu yang selalu di ingat ketika dokter mengatakan nya, dan aneh nya diriny pun menuruti perintah tersebut
__ADS_1
" aish ,, ada apa denganku ini " mulut nya bergumam dengan lirih sambil memukul kepalanya dengan pelan.
" apa kau sakit " tanya gadis bermata biru
" tidak tidak , hanya gatal, iya gatal " mengubah jalur tangannya yang awal mengetok getok kepala kini menggaruknya yang tidak gatal
" oh.. boleh aku bertemu dengan tuhanmu "
" mmmhhh "
" kenapa !"
" say tidak tahu di mana tuan saya berada, mungkin masih di sekitar sini , akan saya cari terlebih dulu "
" katanya kamu pengawal nya, kenpa harus mencari,! kenapa tidak kau hubungi saja "
" maaf nona, ponsel saya tertinggal di mobil, dan saya disini menemani anda selama anda belum tersadar dari pingsannya "
" jadi saya sudah merepotkan mu ya, maaf kan saya tuan pengawal "
" tidak apa apa nona," membungkuk untuk mengundurkan diri" saya permisi dulu nona
" silahkan " gadis yang terlihat manis imut tapi sedikit mengerikan jika mengintrogasi seperti seorang polisi dengan wajah yang mengimitasi
" masuk " masih memejamkan matanya
" siang menjelang sore queen "
" hmm , ada apa !"
" saya ada informasi " ucap seorang pria berperawakan tinggi dan badan lumayan besar berwajah garang memiliki tato yang ada di bawah telinga
" apa itu "
" ini queen " orang suruhan queenara yang berada di bagian rumah sakit ini yang sengaja ia menyuruh untuk membobol identitas milik dua orang yang ia tolong pada malam tadi. menyerahkan amplop berwarna coklat yang berisikan informasi orang tersebut
" taroh di atas nakas saja " Nara sungguh. sangat malas untuk bangun dan melihat informasi apa yang sudah di dapatkan oleh anak buahnya
" saya permisi tuan "
" hhmm, jangan lupa, suruh pengawal ku menghadap padaku "
__ADS_1
" baik "
meski queenara memiliki anak buah dan pengawal banyak tapi hanya tiga orang yang sering mereka ajak selain dua gadis yang berada di kota M.
" hah, jadi ke inget sama mereka, bagai mana ke adaan mereka ya " Nara merasa bersalah pergi tanpa pamit pada orang orang yang sudah sanggup menompangkan hidupnya
tok tok tok
tidak butuh lama setelah sepuluh menit anak buah nya keluar , tiga orang di antaranya dua gadis kembar dan satu pria tampan yang memiliki seribu pemikat, tapi dirinya diam seperti batang pohon tanpa gerak dan ada rasa terhadap orang lain dan sekitarnya, hanya terfokus pada satu orang yaitu tuan nya
" siap tuan, kami menghadap " jawab tiga orang dengan serentak seperti seorang militer
pria tampan dengan sebutan Rai sempat tersesat saat ingin mencari tahu di mana keberadaan tuannya yang ia tinggalkan sewaktu datang di tempat ini gedung tua ini, sedang kan pria bernama Tristan sudah di suruh pergi oleh Nara, agar tidak ada yang mengenal dan melihat si biang kerok , biang rusuh di kota Z itu
" Rai, sudah kau menjaganya "
" sudah tuan, "
" bagai mana keadaannya "
" gadis itu sudah bangun . tapi anak kecil tersebut masih belum sadar juga tuan " memberi informasi kepada Nara sang tuan nya
" kau jagalah mereka untuk saat ini "
" baik tuan "
" kau kembar . ! kembali lah dengan Tristan "
" bukankan tuan itu sudah pergi ka " ucap Lei
" dia tidak pergi, aku hanya menyuruhnya untuk tetap diam di mobilnya"
" oohh " si kembar hanya mengangguk tanda mengerti
" tapi bagai mana dengan mu nona " ucap Rai yang sudah terlihat biasa tidak seperti tadi, saat menghadap seperti seorang bawahan yang di panggil oleh jenderal nya
bersambung
maaf ya man teman, jika salah typo dan alur yang agak acak acakan.
maklumin ajj perintis baruš¤
__ADS_1
semangat terus untu