Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
Hanum 1


__ADS_3

'' ayo lah Hanum, kenapa kau terlalu banyak menuntut tentang hubungan kita bukan kah sejak awal kau sudah tau bagai mana aku kepada mu, bukan kah sejak awal kita sudah membuat perjanjian? kenapa kau seakan payah dalam hal ini..?'' ujar imam ketika kami duduk bersama di gajebo belakang rumah yang kini tengah kami tempati


'' bukan.. bukan begitu mas, apa kah kau tidak tau, bagai mana di posisi ku saat ini, apa kah mas pernah berpikir jika suatu saat orang tua kita tau tentang hubungan kita ini adalah sebuah perjanjian, apa kah mas tidak kasihan melihat orang tua mas..'' ucap Hanum menghela nafas berat..


entah harus bersikap bagai mana, ketika aku mendapati mas imam tengah bermesraan dengan wanita lain di luar sana


aku tau pernikahan kami adalah sebuah kesalahan yang patal, namun apa kah rumah tangga ku tidak bisa di selamat kan,


'' itu urusan ku Hanum, tugas mu hanya baik saja kepada mereka, dan tidak harus menuruti apa mau mereka, aku tidak ingin kau mengurusi urusan ku..'' ujar mas imam membuat ku terdiam menunduk ke arah bawah


mata ini rasa nya memanas ketika mendapati wajah di gin mas imam


apa salah ku kenapa mas imam sekejam itu pada ku..'' runtuh ku dalam hati


'' aku mau keluar malam ini, kau mau di rumah, atau mau pulang ke rumah orang tua mu, terserah kau tinggal memilih..'' ujar mas imam berdiri dari duduk nya sambil menatap ku sejenak


'' apa alasan ku pulang ke rumah orang tua ku tanpa ada mas ikut andil dengan ku..'' 5anya ku mendongak kan wajah ini agar bisa melihat wajah mas imam yang dingin


'' itu urusan mu, setidak nya, aku sudah memberi tahu mu..'' ujar mas imam


membuat ku menghela nafas panjang dan membuang nya secara kasar, kini hanya hening sejenak di antara kami berdua


'' lebih baik aku di rumah saja, aku tidak ingin membuat orang tua ku kecewa untuk kesekian kali nya..'' ucapku menunduk kembali sambil bertopang dagu


'' apa kau yakin..'' tanya mas imam memastikan


aku hanya mengangguk saja, mengiyakan perkataan nya, kurasakan langkah kaki semakin menjauh dari ku,


entah lah, aku tidak ingin mendongak kan wajah ku, untuk melihat kepergian mas imam yang berlalu ke dalam rumah


'' Ya.. Allah, sampai kapan aku terus begini, sampai kapan aku tetap menjalani hubungan dalam ikatan namun suami ku tidak bisa menghargai sebuah ikatan suci ini..'' ucapku sambil meratapi nasib ku yang sudah tidak tertolong lagi

__ADS_1


berbagai usaha telah ku lakukan Ya Allah, tapi tetap saja suami ku tidak bisa bersama ku, sampai kapan suami ku dalam lingkaran dosa terus menerus..'' ucap ku tanpa terasa air mata ku mengucur deras dari mata ini tanpa bisa di cegah sama sekali


sesakit ini menjalani kehidupan rumah tangga tanpa ada nya cinta, siapa yang salah sebenar nya di sini.


apa kah aku yang salah, apakah aku terlalu lembut kepada mas imam, tidak kah seorang istri harus patuh kepada suami nya, tidak kah surga itu berada dengan suami,


bukan kah ladang pahala terletak di suami, kenapa rasa nya hati ini ingin berontak ketika mengingat seorang istri harus patuh kepada suami


'' lebih baik besok aku bertanya saja kepada pak ustad yang ada di masjid seberang .'' ucapku bertekad dalam hati


apa harus begini terus rumah tangga ku, walau rumah tangga yang ku bina baru seumur jagung, namun aku lelah berada di posisi ini


setelah lelah berperang dalam hati ku putus kan untuk masuk ke dalam rumah, di dalam rumah, kini ku dapati rumah yang sepi dan kosong


jangan tanya mas imam, ia benar-benar meninggal kan ku dalam rumah ini, ku tatap sekeliling, rumah ini bagai kan penjara bagi ku, karena hanya ada kesunyian di dalamnya


***


sudah sepagi ini, namun mas imam belum juga kembali, membuat ku menghela nafas panjang ketika mendapati kamar mas imam yang tengah kosong


lebih baik aku ke dapur saja..'' ucap ku dalam hati dan berjalan ke arah dapur


sesampai nya di dapur, aku pun membuka mesin pendingin dan mengeluarkan sayuran dan juga ikan


pagi ini aku ingin membuat balado ikan tongkol dan rebus sawi pahit, dengan cepat meluncur ke wastafel untuk membersih kan sayuran dan juga ikan nya


tak lupa membuat bumbu sebagai pelengkap ke masakan ku hari ini, mas imam abai kan saja, terserah dia mau pulang atau tidak


selesai memasak, kini makanan ku sudah terhidang di meja makan, tinggal menyantap nya saja


'' akhir nya selesai juga, Hem.. lebih baik sebagian ku taruh di wadah saja, dari pada siang nanti mencari makanan, kan lebih baik bawa bekal saja..'' ucap ku seorang diri

__ADS_1


siapa yang ingin menjawab perkataan ku, tidak ada, hanya angin lah yang berhembus, karena di rumah hanya ada kesunyian saja


selesai sarapan dan beberes aku pun memilih masuk ke kamar dan berhias sekena nya saja


hari ini ada jadwal melihat pabrik yang di kelola papa, hari ini papa hanya memantau kafe saja di bantu dengan dua adik laki-laki ku yang sudah beranjak dewasa


aku memiliki enam bersaudara entah bagai mana cerita nya, namun di usia orang tua ku yang terbilang masih belum tua sudah memiliki enam anak dan sekarang sudah tumbuh dewasa


memikir kan ke lima saudara ku, kini aku rindu ingin seperti dulu lagi, bercanda bersanda gurau dengan mereka


namun itu dulu, sebelum aku menikah dengan mas imam, sekarang rasa nya jauh sekali ketika mengingat masa-bersama dengan keluarga ku


***


tanpa terasa kini kaki ku telah sampai di pabrik pengelolah kelapa sawit, di mana kini terdapat banyak mesin penggiling dan mesin-mesin lain nya


'' pagi mbak..'' sapa mbak Dewi ketika aku membuka pintu masuk


'' pagi mbak dew.. apa kesibukan hari ini..'' tanya ku sambil tersenyum ramah kepada mbak Dewi


'' hanya mengecek kontrak saja, selebih nya sudah di tangani mas Kahfi..'' ujar mbak Dewi membuat mata ku mekar seketika mendengar nama Kahfi


kemana anak itu sudah lama aku tidak bertemu dengan nya


'' kemana orang nya sekarang mbak..'' tanyaku cepat kepada mbak Dewi


'' ada di ruangan nya mbak..'' ujar mbak Dewi sambil menunjuk ke arah ruangan milik Kahfi


dengan cepat aku pun meluncur ke sana, meninggal kan mbak Dewi setelah menerima dokumen yang menumpuk darinya


braaakkkkk....

__ADS_1


...****************...


__ADS_2