
'' ada apa ini..'' papa datang melerai pertengkaran antara Kahfi dan juga mas imam
'' Kahfi berhenti? Jangan kau pukuli terus. Itu Abang ipar mu..? ujar papa datang melerai begitu juga dengan yang lain nya
Yap.. setelah perkataan Kahfi tadi, dengan tiba-tiba saja, Kahfi melayang kan tinjuan nya ke wajah mas imam begitu saja
sedang kan Ihsan, hanya terbengong melihat Kahfi yang memukuli mas imam di depan nya
'' ada apa ini Kahfi, bisa di bicarakan secara baik-baik.. Tidak perlu ada kekerasan seperti ini. '' ujar Deddy Kiano menghalau Kahfi
'' aku tidak sudi memiliki Abang ipar seperti diri nya, tukang selingkuh tapi mengatakan bahwa kakak ku lah yang selingkuh. CK . memalukan sekali ya..kamu..'' ujar Kahfi tertawa kecil melihat wajah mas imam yang sudah babak belur
'' kenapa kamu bisa bilang seperti itu Kahfi, sedang kan kamu saja baru pulang dari luar negri..'' ujar om Daren sedikit kebingungan
Sedang kan mama menatap ku penuh selidik begitu juga dengan papa
'' aku tadi siang bertemu dengan nya, dia sedang bersama seorang wanita yang mengaku menjadi tunangan nya, dan kalian tau, kakak ku ini banyak merasakan sakit? Tapi di pendam sendiri, demi membuat keluarga nya bahagia, kakak ku ini mengorbankan perasaan nya demi melihat keluarga bahagia, tapi kalian tidak melihat kesedihan nya kan, dan lelaki ini, dengan seenak nya menuduh kakak ku ini selingkuh..?'' ujar Kahfi penuh emosi
Pengakuan Kahfi barusan membuat ku tercekat kaget, seakan aku susah bernafas ketika Kahfi malah mengatakan semua nya di depan semua keluarga
Ku lihat wajah mas imam sekarang, ia tentu terkejut mendengar pengakuan Kahfi, bahkan seluruh keluarga ku kini menatap ku dengan iba
Tiba-tiba saja mama dan papa mendekat ke arah ku, dan merangkul ku membawa ku kedalam pelukan mereka
'' maaf kan mama kak, mama tidak bermaksud membuat mu seperti ini..'' mama datang merangkul ku begitu juga dengan papa
'' mau kita apa kan dia bang..?'' tanya Ihsan tersenyum miring melihat mas imam yang sudah babak belur
Sedang kan Kahfi hanya terdiam saja ketika melihat wajah mas imam sudah babak belur oleh nya
Bagai mana tidak, Kahfi ahli taekwondo dan pencak silat, dengan mudah nya Kahfi menghantam mas imam
Semua anak cowok papa di latih di bidang bela diri, sedang kan kami para wanita pun sama
mama memang menentang dan melarang, tapi papa bersikeras menyuruh kami, walau tidak semua kami pelajari,
__ADS_1
Namun kata papa, yang penting ada salah satu nya, untuk pertahanan diri, agar suatu saat ilmu yang kami pelajari, dapat berguna untuk menjaga dan membentengi diri kami di saat kami sedang terdesak
'' jangan Ihsan, biar kan saja kakak mengobati nya..'' ucap ku mencegah Ihsan yang hendak mendekat ke arah mas imam lagi
mau bagai mana pun mas imam tetap suami ku, selagi kami masih bersama
Aku pun melepas kan pelukan mama dan papa pada ku, dan berjalan ke arah mas imam yang sedang menahan sakit
'' kakak masih kasian pada nya, sedang kan dia.. Tidak ada kasian nya sama sekali pada kakak..'' ujar Ihsan mencibir tidak suka
'' walau bagai mana pun, dia masih suami kakak, lagian ini di rumah papa, kalau di luar sana kalian bertengkar kakak tidak akan melerai kalian dan mempermasalah kan nya..'' ucap ku masih memikir kan kehormatan keluarga ini
'' CK.. Ganteng gak seberapa, nyakitin nya nauzubillah.'' ucap Ihsan mengejek ke arah mas imam
Ia pun berlalu pergi begitu saja meninggal kan halaman belakang begitu juga Kahfi yang sinis melihat ke arah mas imam
Tentu saja ia sinis melihat nya, karena mereka berdua tau apa yang kurasa kan tidak dengan yang lain,
'' mari mas, aku bantu..'' ucap ku ketika aku mendekat kepada mas imam
aku pun membawa mas imam ke kamar lama ku, di sana tidak ada yang menempati nya, karena semua anak mama memiliki kamar masing-masing
'' habis di obati, kasih makan dan suruh minum obat..'' ujar papa
Aku hanya mengangguk saja ketika papa menyuruh ku memberi makan mas imam
'' sini.. Biar di obati dulu, agar tidak infeksi..'' ucap ku mencoba mengompres wajah mas imam yang sudah babak belur
'' gak usah sok baik deh kamu..'' ujar nya membuat ku tersentak kaget dengan pernyataan nya
'' sok baik bagai mana sih mas, aku kadang heran deh lihat kamu, kadang sudah baik, kadang marah gak jelas..'' ucap ku menghela nafas kasar
'' kenapa kamu gak bilang, kalau kamu punya adik cowok..'' ujar nya bengis menatap ke arah ku
'' lah.. Mas nya ada nanyak sama aku..'' ujar ku cepat
__ADS_1
ia sejenak terdiam mendengar perkataan ku, memang apa ada nya, selama menikah, ia tidak pernah menanyakan bahwa aku memilliki saudara yang sama atau tidak
'' sudah selesai.. aku keluar sebentar hendak mengambil kan mu makan.." ujar ku menatap mas imam sejenak
" jangan,, aku ingin pulang saja, kau ikut aku tidak.." ajak mas imam pada ku
" mungkin aku tidak bisa ikut dengan mu mas, karena besok acara lamaran Kahfi pada kekasih nya.." ujar ku menatap mas imam sejenak
Ya.. Kahfi membawa ku kemari hanya karena ia akan bertunangan, dan acara akan berlangsung besok pagi
" kalau begitu, biar aku pulang sendiri saja.." ujar mas imam bangkit dari duduk nya berjalan ke arah ku
" apa tidak sebaik nya mas makan lebih dulu.." tanya ku penuh selidik apa kah ia sudah makan apa belum
" tidak usah, aku mau pulang saja.." kekeh nya, yang tak bisa ku cegah
" ya.. Silah kan, hati-hati di jalan.." ucapku pada nya
mas imam hanya mengangguk saja ketika aku berucap demi kian, aku pun mengantar kan nya sampai pintu depan di mana semua orang sudah tidak ada lagi di depan rumah
mungkin mereka memilih untuk beristirahat lebih awal agar mudah terbangun esok pagi nya . .
mas imam perlahan melajukan motor nya meninggal kan perumahan mama
" sudah kemana pergi nya pecundang itu.." tanya Ihsan mengagetkan ku tiba-tiba ia datang entah dari mana
" apa sih.. Kamu bikin kaget saja.." ujar ku mengelus dada
" kakak terkejut ya.." kekeh nya,
" maka nya, jangan melihat terlalu serius kali, jadi tidak melihat keberadaan ku kan.." ucap nya menertawa kan ku
" menyebal kan.." umpat ku kesal kepada Ihsan yang malah mengejek ku saja tau nya.
" hei..kak, mau kemana.." ucap Ihsan berusaha mencegah ku
__ADS_1
...****************...