
Kiara sangat terkejut, Kenan sudah ada di belakang nya, bukan kah Kenan ada di ruangan nya di saat Kiara meninggal kan nya
'' kenapa di sini, bukan kata nya tadi lagi ngecek ke uangan..''' tanya Kiara menatap heran kenarah Kenan
'' iya.. tadi nya, melihat dua bidadari ku di rubungi begini,,, eehhmmm... berasa gak tega .'' ucap Kenan menghela nafas panjang
'' apa sih... mereka kan hanya menyapa Hanum saja..'' ucap Kiara besengut ke arah Kenan
Kiara tau, pasti sipat posesif Kenan tengah muncul saat ini, jangan kan dengan orang lain, dengan kiano saja yang saudara sendiri Kenan pasti akan cemburu atau posesif ke pada diri nya
'' ayo masuk Yang, udah aku pesan kan makanan dan juga cemilan untuk kalian..'' ujar Kenan merangkul Kiara kedalam pelukan nya
'' eh.. kenapa pesan Yang..'' tanya Kiara sedikit keheranan
'' kamu mau aku lihat kamu di kerumunan orang ramai seperti ini..'' ujar Kenan pelan tepat di dekat telinga Kiara
''ya.. ampun kenan,, baru aja aku keluar..'' keluh Kiara yang tak di tanggapi oleh kenan
'' ayo masuk ke dalam, aku tak 8ngin kalian di lihat banyak orang seperti itu, menyebal kan sekali..'' ucap Kenan kesal
'' hanya di lihat saja, apa salah nya sih Kenan..'' ujar Kiara sedikit kesal melihat Kenan yang agak kolot kepada nya
'' tidak boleh,, hanya aku yang boleh melihat kalian..'' tandas Kenan membuat Kiara hanya bisa menghempas kan tubuh nya di sofa ruang kerja yang semula milik Kiara, kini berpindah tangan ke pada Kenan
'' aku juga ingin berbaur dengan orang lain Kenan, aku bosan hanya berdiam diri di ruangan ini..'' ucap Kiara
'' apa yang membuat mu tidak bosan, akan aku berikan apa yang kau mau, asal kan kau jangan berbaur dengan lelaki lain selain aku..'' ucap kenan menatap ke arah Kiara
'' aku hanya butuh teman cerita Kenan,, tidak ada yang lain untuk saat ini..'' ucap Kiara sedikit sendu
'' aku kan bisa jadi teman cerita mu,? jadi? apa yang mau kau cerita kan, aku akan mendengar kan mu..'' ujar Kenan semakin membuat Kiara kesal berkali-kali lipat
'' lebih baik aku pulang saja..'' ujar Kiara bangkit dari duduk nya dan membenahi Hanum ya g ada dalam dekapan nya
'' ini di makan dulu Kiara, sudah di pesan juga..'' ucap Kenan pada Kiara
__ADS_1
'' aku tidak berselera,, lebih baik kau sendiri saja yang makan..'' ucap Kiara berjalan ke arah pintu keluar,
ia terlalu sumpek di dalam ruangan Kenan, 8ngin hati berjalan-jalan di area kafe, agar Kiara tak terlalu strees memikir kan Hanum yang selalu menangis
namun sayang, harapan nya sia-sia semua karena Kenan, ia nampak sedikit kesal kepada Kenan, melihat kepergian Kiara, Kenan hanya bisa menghela nafas panjang,
sebegitu posesif kah ia, sampai-sampai Kiara tak mau lagi berpamitan pada nya, atau kah ia terlalu mengekang Kiara terlalu berlebihan
mengerjakan pekerjaan yang menumpuk, setelah selesai, Kenan pun beranjak dari duduk nya, ia menyusul Kiara yang tengah merajuk pada diri nya
.bukan kah tadi Kenan yang sedang merajuk menahan kesal, ini ke apa sebalik nya, membuat Kenan berada di posisi serba salah selalu
sedang kan Kiara kini sibuk mengurus Hanum yang tengah di mode rewel kembali, membuat Kiara bertambah semakin stress
'' aduh sayang... mama capek nih,, kamu nya nangis terus..'' ucap Kiara sedikit mengeluh akan suara tangisan Hanum
Kiara yang sudah merasa sedikit lelah, memilih untuk mengangkat Hanum dan membawa nya ke luar dari kamar mereka
berketepatan di mana Kenan membuka pintu depan, dan terlihat langsung oleh Kiara, melihat kenan masuk, Kiara mengabai kan saja apa yang hendak di lakukan Kenan
namun Kiara tak menjawab, Kiara lebih memilih diam saja, di saat seperti ini, mood Kiara tak lagi bagus, di tambah sore tadi, Kenan terlalu mengekang diri nya
'' masih marah ya..'' tanya Kenan sekali lagi, namun Kiara tetap diam saja
membuat Kenan menghela nafas berat, ternyata marah seorang lelaki tak sama dengan marah nya wanita, membuat Kenan berada di posisi salah
'' biar aku saja yang mendiam kan nya, kamu lebih baik makan dan istirahat saja sana..'' ujar Kenan mengambil alih Hanum dari dekapan Kiara
memberikan Hanum kepada Kenan, membuat beban Kiara sedikit berkurang, ia pun mengambil kesempatan untuk mengurusi perut dan mengisi tenaga nya untuk nanti malam
'' kenapa nangis terus sayang, mama nya capek tuh..'' ujar Kenan mengajak anak dua bulan tersebut berbicara
seakan paham akan perkataan Kenan, Hanum hanya tersenyum simpul ke arah Kenan, membuat Kenan sedikit gemas kepada Hanum
jam sembilan malam, Hanum belum juga tertidur, membuat Kenan sedikit merasa kan kelelahan, di tambah ia belum mandi dan mengisi perut sama sekali dari sore tadi
__ADS_1
namun melihat Kiara yang tertidur pulas, membuat Kenan urung untuk membangun kan Kiara dari tidur nya
'' aduh.. aku ketiduran terlalu lama..'' Kiara terbangun dari tidur nya
ia cepat-cepat lari ke kamar mandi dan membasuh wajah dan menyegar kan diri sejenak,
'' kemana pergi nya mereka, kenapa tidak ada di dalam kamar..'' ucap Kiara seorang diri
ia panik tidak melihat keberadaan Kenan dan Hanum berada di dalam kamar mereka, ia pun beranjak ke luar untuk mencari keberadaan Kenan dan Hanum
'' ternyata mereka ada di ruang tamu..'' gumam Kiara ketika melihat keberadaan Kenan dan Hanum
'' aahh.. ternyata kamu sudah bangun Yang,, emm... tolong buat kan aku mie instan,, aku sedikit lapar..'' ujar Kenan menatap Kiara seraya tersenyum manis
tanpa bersuara, Kiara berlalu ke dapur, membuat kan mie instan untuk Kenan, ia melihat tak ada apa pun di dapur untuk di makan
pantas saja Kenan meminta nya untuk membuat kan mie instan, ternyata ia tidak memasak sayur sama sekali, Kiara lupa akan hal itu,
sore tadi Kiara hanya memasak nasi saja, tanpa memasak sayur, karena Hanum sudah kepalang menangis hebat
selesai memasak satu porsi mie instan, Kiara menaruh nya di atas nampan dan mengambil sepiring nasi dan juga segelas minum
'' sini Hanum, ini makan mie instan nya..'' ujar Kiara meletak kan nampan di atas meja ruang tamu
'' ehm... terimakasih banyak Sayang...'' ucap Kenan seraya memberikan Hanum kepada Kiara
Kiara mengambil alih hanum yang melihat nya tanpa berkedip, membuat Kiara sedikit menatap lama ke arah Hanum
'' kenapa sayang,, ini mama..'' ucap Kiara berbicara kepada Hanum
namun Hanum, bukan nya tertawa, ia malah menangis lepas di saat Kiara menyapa nya, membuat Kenan yang menelan makanan nya menjadi tersedak, karena mendengar tangisan Hanum yang begitu kencang
'' loh.. kok? nangis sih..'' ujar Kiara sedikit bingung..
'' kasih ASI saja sana..'' suruh Kenan setelah ia berhasil menelan makanan nya
__ADS_1
...****************...