Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
bab 91


__ADS_3

'' kamu harus ini ada jadwal kuliah tidak Yang..'' tanya Kenan pagi ini ketika ia tengah bersiap untuk kuliah


'' gak ada, hari ini jadwal kosong..'' ujar Kiara menatap sekilas kenarah Kenan


'' oh.. baik-baik di rumah, kalau kamu tidak kemana-mana, kancing dari dalam saja pintu nya, nanti aku bawa kunci serep..'' ujar Kenan lagi


pagi ini mereka sarapan pagi buatan Kiara, entah mengapa, hari ini Kiara begitu rajin membuat sarapan, biasa nya kenan selalu beli dan siang sampai malam, mereka berdua akan makan di kafe seperti biasa


'' bagai mana masalah leya..semalam.'' tanya Kiara ketika mereka selesai makan,


Kenan hanyanmengedik kan bahu pertanda tidak tahu apa-apa dengan kondisi leya semalam,


'' ayah sebenar nya bingung, leya harus di ambil tindakan apa pun, karena keluarga gali pun tak menerima kenyataan bahwa anak mereka telah berbuat jahat..'' ujar Kenan


'' kasian leya kan.. masih muda, tapi harus menanggung beban seberat itu..'' ujar Kiara menerawang jauh


'' itu kemauan nya sendiri Kiara, kalau tidak? mana mungkin leya senekad itu,?'' ujar Kenan


membuat Kiara menghela nafas nya, bagai mana jika posisi Kiara saat ini ada pada leya, mungkin Kiara tidak akan sanggup menjalani hidup nya sendiri


'' sudah? jangan di pikir kan, biar kan berjalan seiring nya waktu, hidup harus tetap berlanjut, walau leya sulit untuk menjalani kehidupan awal nya.?'' ucap Kenan menatap Kiara yang berpikiran terlalu jauh


'' mau berangkat nih, kamu di rumah yang harus hati-hati, semua pintu dan jendela di tutup aja, takut nya nanti Dita datang kemari tiba-tiba..'' pesan Kenan sebelum ia berangkat kuliah, Kenan pun menyodor kan tangan nya kepada kiara


'' iya.. aku tau itu..'' Kiara pun menyahut tangan Kenan yang ada di hadapan nya


setelah kepergian Kenan, Kiara pun beraktivitas seperti biasa nya, mulai dari mencuci pakaian membersih kan rumah dan mencuci piring, sampai Kiara lupa waktu


'' aduh.. lelah nya..'' Kiara bersandar pada sofa ruang tamu


kini semua aktivitas nya telah selesai, kini Kiara tinggal mandi dan menunai kan sholat zhuhur, setalah itu, ia pergi ke kafe, hanya untuk memantau sekitar saja


'' Yang... mau kemana..'' Kenan yang pulang awal melihat Kiara yang berada di samping rumah berjalan menjauh

__ADS_1


Kiara yang mendengar suara Kenan pun, spontan balik badan, melihat ke arah Kenan yang ternyata sudah kembali dari kuliah nya


'' sudah pulang,, kok? cepat.?'' ujar Kiara berjalan kembali ke arah Kenan


'' satu mata pelajaran lagi, dosen nya tidak datang..'' ujar Kenan sembari duduk di kursi teras rumah mereka


'' sudah makan belum..'' tanya Kiara dengan suara lembut pada Kenan


'' kebetulan belum nih..., makan bersama yuk.. kamu ada masak apa..'' tanya Kenan melambaikan tangan nya pada Kiara yang masih agak jauh dari nya


'' gak ada masak, Masi sayur tadi pagi.? mau...'' ujar Kiara berdiri di hadapan Kenan


'' sayur itu juga gak apa,, aku sudah lapar sekali..'' ucap Kenan ikut berdiri dan merangkul Kiara masuk kembali ke dalam rumah mereka


Kiara pun dengan cepat menyaji kan makanan yang sempat ia panasi sebelum pergi tadi, beruntung Kiara tadi memanas kan nya


'' gak apa nih.. makan sayur nya masih sama seperti tadi pagi..'' ujar Kiara merasa tidak enak hati,


Kiara berpikir, bahwa Kenan pulang nya akan lama, jadi ia hanya membersih kan rumah dan memanasi sayur yang ada saja


'' belum sih, tadi masih di panasi juga kok?'' saut Kiara cepat sambil mengangguk kan kepala nya


'' ya udah.. jangan gak enak hati gitu? kamu pasti juga capek, mengurus rumah dan lain nya..'' ujar Kenan seraya tersenyum lebar pada Kiara


membuat Kiara juga ikut tersenyum, hati Kiara ikut damai, melihat senyum tulus Kenan kepadanya


Kiara tidak tau bagai mana nasib nya, jika ia menikah dengan lelaki lain, mungkin kah nasib nya akan sama seperti sekarang ini,


atau jauh lebih buruk dari leya, Kiara hanya bisa bersyukur untuk saat ini, walau pun Kenan umur nya masih muda, tapi Kenan mampu membuat nya bahagia


hari demi hari di lalui mereka berdua dengan aktivitas kuliah dan lain nya, Kiara pun kini semakin menaruh hati untuk Kenan


membuat Kenan semakin bertambah sayang pada Kiara, hari mereka kini di penuhi dengan perkembangan cinta yang semakin membuat mereka tak bisa di pisah kan

__ADS_1


'' mau lagi Yang.. nasi nya..'' pinta Kenan menyodor kan piring milik nya kepada Kiara


dengan cekatan Kiara pun mengambil kan kembali pada Kenan, kiara mengambil seperti apa yang di pinta Kenan


selesai makan, Kiara memberes kan kembali meja makan yang mereka guna kan tadi, dengan Kenan membantu kiara


'' kalau kita punya anak lagi, mungkin rumah ini ramai kan Yang..'' ujar Kenan membantu membilas piring kotor


'' kita masih kuliah Kenan, lebih baik kita pokus dulu pada pelajaran kita..'' ucap Kiara sejenak menatap ke arah kenan


'' hhmm... padahal, aku kepingin memiliki anak banyak..'' ujar kenan mendesah pasrah


'' anak banyak, seperti yang mau mengurus nya saja.. kerjaan kami saja keteter Kenan..'' ujar Kiara tertawa pelan


'' ambil pengasuh dong.. aku enak, kamu nya juga enak, dan plus.. kamu ada teman nya, kalau aku pergi bekerja.'' ujar Kenan menaik turun kan kedua alis nya


'' gak berani ambil pengasuh, takut nya kayak dulu lagi..'' ujar Kiara mengingat cerita ke dua orang tua nya yang memiliki pengasuh,


'' tidak semua nya sama Kiara, itu kan dulu papa dan mama tidak mencari pengasuh yang benar, maka nya terjadi seperti itu..'' saut Kenan lembut


'' gak mau,, kalau pun ada anak nanti nya, aku yang akan mengurus nya sendiri.. walau pun anak kita nanti nya banyak..'' ucao Kiara tidak mau ambil pusing dengan ada nya pengasuh


'' nanti kamu keteteran gimana..'' tanya Kenan pula


'' kan ada Oma.. mama juga ada, Kania juga ada.. mereka semua pasti mau menjaga anak ku nanti..'' ujar Kiara yang mengsndal kan sang Oma


'' sudah sepuh, masih aja di harap kan... mana mungkin Kiara..'' ujar Kenan terkekeh kecil dengan. harapan Kiara barusan


'' walau pun sepuh, pasti nya mau mengurus cicit nya nanti, lihat saja, kalau gak percaya..''


'' eh.. ini kok? jadi bahas anak sih,, anak masih lama, bicara nya mulai sekarang, dasar aneh..'' Kiara menyelesai kan piring kotor terakhir, dan memberi kan nya kepada kenan untuk di lap dan di masuk kan ke dalam lemari piring


'' gak apa.. karena aku mau punya anak banyak dari sekarang, jadi ketika umur ku tidak terlalu tua, aku harus sudah memiliki cucu,. aku akan bermain dengan cucu ku kelak, kalau usaha, semua biar di pegang anak nanti nya..?'' ucap Kenan penuh dengan harapan indah

__ADS_1


...****************...


__ADS_2