
Kamu'' apa gak mau Kenan,, kenapa di dalam mobil terus..'' tanya Hani menatap Kenan dari cela jendela mobil yang terbuka
'' ada Hanum di dalam ma..'' saut Kenan melirik ke arah Hanum yang ada di belakang
mungkin mereka melupakan Hanum yang tertidur di belakang, apa juga mereka memang sengaja meninggal kan Hanum begitu saja
Kenan berdecak kesal melihat ke tiga orang tua yang sedang asik makan sate tersebut,
apa lagi melihat Kiara, yang begitu lahab nya menghabis kan beberapa tusuk sate dalam sekejap mata
'' bungkus aja ma.. buat di bawa pulang..'' ucap Kenan melonggok kan kepala nya ke arah luar
melihat keluarga nya yang selalu sederhana, membuat Kenan menatap penuh sayang keluarga nya
walau pun keluarga berada, namun keluarga nya tak pernah menunjuk kan sisi orang berada mereka di kala sedang makan
semua keinginan Kiara terpenuhi, mereka pun kembali ke dalam mobil, sedang kan Kenan, ia hanya bisa geleng kepala melihat istri nya yang malah menenteng banyak bungkusan sate di tangan nya
'' untuk apa lagi sebanyak itu, aku kan hanya pesan satu Yang..'' ujar Kenan
'' siapa bilang ini untuk kamu, ini untuk aku ya,, kamu satu aja.'' ujar Kiara
membuat Kenan hanya bisa menghela napas panjang, tidak tau harus berkata apa pada Kiara, Kenan hanya bisa geleng-geleng kepala saja,
'' sok, di abis kan tapi ya..'' ujar Kenan
'' oh.. sudah pasti dong..'' ucap Kiara
sedang kan Hani dan aldo, hanya tersenyum melihat Kiara yang seperti orang kelaparan
sepanjang perjalanan terasa sepi, di kala Hanum tertidur pulas, tidak ada yang berisik dan tidak ada yang mengoceh seperti biasa nya
dua puluh menit sudah berlalu, kini mereka sudah berada di depan teras rumah Kenan
begitu Kenan menghenti kan mobil nya, semua penumpang pun turun, dengan Aldo, tentu saja mengotong cucu nya masuk ke dalam rumah
'' gedung sebelah, kapai selesai nya..'' tanya Aldo ketika sudah membaring kan Hanum ke atas ranjang
'' gak tau pa,, entah apa lagi yang salah, pekerja nya tiba-tiba aja mogok kerja dalam dua hari ini, padahal kenan sudah bayar untuk bulan ini..'' ucap Kenan lesu
semua permasalahan nya jadi satu, di mana sang istri mengalami kecelakaan, dan di situ lah para pekerja mereka berulah,
hingga saat ini, Kenan belum sempat menyelidiki, apa penyebab nya pekerja mereka mogok untuk kerja
'' coba kamu selidiki lebih dulu, mana tau ada kecurangan, maka nya semua pekerja kamu gak mau kerja..'' tebak aldo
__ADS_1
'' kecurangan bagai mana pa,, tukang nya minta Depe awal, dan gaji tiap bulan nya di awal, Kenan turuti, tapi, kok? sampai kemari, mereka gak ada kerja, sudah terhitung tiga hari ini loh pa,, mereka seperti ini.'' heran Kenan
'' sudah tiga hari?'' tanya Aldo terkejut
'' iya pa, entah apa yang terjadi, aku juga bingung pa, entah sampai kapan siap nya, padahal kalau di hitung-hitung setahun saja, semua nya sudah rampung..'' ucap Kenan
'' ada yang gak beres ini, kenapa kamu nggak bilang sama papa cepat.?'' tanya Aldo
'' kemarin sih.. udah bilang sama opa, tapi, opa gak ada tanggapan apa pun pa..?'' ucap Kenan
'' nggak bisa di biarin ini..?'' ucap Aldo berdiri dari duduk nya
'' papa mau kemana..'' tanya Kenan yang melihat Aldo berdiri
'' mau ke rumah opa, mau tanyak, dapat dari mana opa mu carik tukang itu, kenapa sampai sekarang belum selesai juga itu bangunan.'' ucap Aldo sedikit tersulut emosi
'' aku ikut pa..'' ujar Kenan
'' pamit dulu sama mama dan Kiara..?'' ujar Aldo berjalan ke teras rumah
sedang kan Kenan hanya mengangguk saja, menyetujui apa yang di ucap kan Aldo, Kenan berjalan cepat ke arah dapur.
di mana ada ketiga wanita, sedang bersanda gurau,
'' iya.. ada apa?'' saut Kiara menoleh ke arah belakang
'' aku sama papa mau ke rumah opa ma,..'' pamit Kenan
'' kalian mau ke sana, mama mau ikut.?'' ujar Hani buru-buru berjalan ke arah Kenan
'' mama pergi, Kiara sama siapa.'' rengek Kiara
'' mama belum ke rumah opa mu, mama mau lihat ke adaan mereka, semalam kata nya lagi sakit juga, maka nya gak bisa datang ke rumah sakit jenguk kamu..?'' ujar Hani pada Kiara
'' kalau begitu, aku ikut juga ma..?'' ujar Kiara cepat
'' ini gimana sih, niat nya mau pamit, kenapa jadi pada ikut.?'' Kenan geleng kepala melihat dua wanita yang malah sibuk mau ikut
'' mama mau ke rumah opa mu Kenan,, mau lihat mereka juga, mama kemarin langsung kemari, belum sempat berkunjung..?'' ujar hani
'' aku mau siap-siap bentar ma..'' ucap Kiara,
sedang kan Hanum, celingukan melihat nenek dan mama nya sibuk sendiri,
Kenan yang melihat Hanum seperti orang bingung pun, ia langsung menghampiri nya
__ADS_1
'' Hanum sama papa aja, kita mau ke rumah uyut..?'' ucap Kenan sambil meraih Hanum ke dalam dekapan nya
ia pun berjalan ke arah ruang tamu, sedang kan Kiara dan Hani, sudah hambur dari tadi
'' Kiara... bawa ganti Hanum..?'' teriak kena dari ruang tamu
'' sebentar Yang..?'' saut Kiara yang ikut berteriak juga
setelah mendengar sautan Kiara, Kenan membawa Hanum ke arah teras rumah, di mana kini ada sang papa sedang menunggu nya
'' loh... kenapa bawa Hanum.?'' heran Aldo
'' hemm.. semua nya pada mau ikut pa..?'' ujar Kenan
'' kenapa gak kami bilang, kita mau menyelidiki tentang para pekerja..?'' ujar Aldo berdecak kesal
'' gimana mau jelasin, baru aja bilang mau ke rumah opa, mama langsung mau ikut aja..?'' keluh Kenan
sedang kan Aldo hanya bisa geleng kepala, melihat kelakuan istri nya, padahal kemarin pun, ke dua orang tua mereka sehabis dari rumah mereka
tak berapa lama menunggu, kini Kiara dan Hani muncul dari dalam rumah
'' ayo.. mama udah siap..'' ucap Hani begitu semangat nya
'' mama ini, padahal papa cuma sebentar, papa mau bertanya saja sama papa..'' dengus Aldo
'' mama mau ikut pokok nya, gak mau apa alasan papa .'' sangkal Hani cepat
membuat Aldo hanya bisa menghela nafas saja, ketika Hani sudah berucap.
'' ya sudah, kalau semua sudah selesai, ayo cepat naik, keburu zhuhur ini..?'' ujar Aldo
dengan sumringah, Hani dan Kiara cepat-cepat naik ke dalam mobil, di mana kini mereka mengambil duduk belakang,
menyisakan kenan dan Aldo yang geleng kepala melihat tingkah ke dua nya
'' untung sayang ya.. pa,, kalau tidak? mungkin sudah di tinggal sejak tadi..?'' ujar Kenan terkekeh kecil
'' Hem.. apa beda nya dengan mu..?'' ucap Aldo menatap Kenan sinis,
membuat Kenan bertambah tertawa lepas, melihat sang papa terlihat sangat kesal,
Kenan pun naik ke dalam mobil, dengan Hanum yang masih menempel di dekapan nya, karena Kiara melupakan anak mereka
...****************...
__ADS_1