
mungkin saja hanya orang lewat. "
" hem. kita balik lagi ke pos penjaga saja "
gadis yang masih anteng duduk bersila di atas pohon yang orang tidak akan mengetahuinya
" siapa mereka. ? dari tim mana ? " nara masih memikirkan kiriman dari mana orang orang yang memakai seragam tersebut, dan bukan kah ia sudah membebaskannya
setelah di rasa dua orang yang berseragam sudah tidak terlihat Nara turun dari atas pohon yang lumayan tinggi, tapi dengan kelihaian Nara dengan mudah nya mencapai pada batang pohon yang bercabang
bruk
sepasang kaki yang di baluti sepatu boots mendarat dengan sempurna meski ketinggian yang ia naik tadi sekitar tiga meter lebih
" huh " menepuk nepuk bagian Hoodie yang kotor yang terkena gesekan pada kulit pohon
sebelum berjalan kedepan gadis tersebut mengeluarka ponsel genggaman nya dan menekan nomor orang yang akan ia temui malam ini, **** ia datang agak sedikit terlambat
Tut
Tut
Tut
sambungan telepon tidak ada yang mengangkatnya
" kemana lagi si anak cengeng ini " jengkelnya, sudah berkali kali tapi tak kunjung di angkat oleh orang nya
" arrgghh,. sial sial sial !!"membanting ponselnya kesalnya dan meninju angin
" kurang asem tuh si cengeng . huh " masih dengan nafas yang memburu sangkin kesalnya, tapi saat ingin mengambil ponsel yang ia lempar ke tanah kini bergetar menandakan ada yang menelpon kembali, dan pas di lihat
" heemm, dasar" dengusnya sambil mengangkat ponselnya untuk menerima panggilan tersebut
" heem " jawab Nara hanya dengan deheman
" ha halo Ar " dengan gugup dan takutnya sampai tergagap untuk berbicara
" kenapa "
" ma maaf, Ki kita tidak bisa bertemu sekarang, karena " masih ragu ingin mengatakan nya
" ada orang yang berpatroli di desa ini "
" hah. " dengan terkejutnya orang yang di panggil cengeng itu melongo saat mendengar ada yang berpatroli
" si siapa mereka " dengan rasa paniknya
" entah, aku pun tidak tahu, tapi mereka memiliki lambang macan "
" lambang macan. " cicit nya
saat di ingat ingat siapa yang memiliki lambang macan dan dari tim siapa
" apa tuan turun tangan. tapi tidak mungkin tuan tahu bahwa aku akan bertemu d sana " berucap dalam hati dan dengan herannya pula kenapa ada yang berpatroli di desa tersebut
" hey. masih ada kah "
" ah. a ada ada "
" siapa mereka "
__ADS_1
" aku tidak tahu " ucapnya berbohong
" baik lh. pertemuan kita batal. "
" ja jangan!! " sedang Nara hanya mengangkat alis sebelah dengan bingung kenpa jangan
" jangan di batalkan. kita bisa bertemu di kota saja "
" kota mana yang kau maksud "
" di kota sebelah Ar "
" hah. " Nara menghela " baiklah. kau jalan sekarang. jangan membuang waktuku Tristan harfand " geram nya
" he he he baik baik tuan putri " dengan cengirannya yang tidak akan terlihat oleh Nara
setelah mematikan panggilan tersebut kini Nara menekan nomor dan menyambungkan tiga bayangannya
" kita kembali , dan menuju kota Y di sebelah kota ini" mematikan ponsel nya dan berjalan kembali ke mobil yang memang dirinya belum terlalu jauh dari tempat mobil yang di sembunyikan nya
setelah sampai tiga banyangan mendekat dan membungkuk
" tuan " ucap Rai
" Hem, " dengan wajah dinginnya meski masih terlihat warna merah ketika ia marah dan kesal pada seseorang
" di dalam desa tersebut sedang di adakan pengontrolan tuan "
" dari mana "
" mereka dari tim macan yang di mana semua orang akan tunduk dengan tuannya "
" siapa "
" baik lah, kita k kota Y "
" baik tuan ,"
Rai berputar menuju kemudi nya sedangkan si kembar sudah masuk terlebih dulu saat ia sudah datang tadi
saat mobil sedang berjalan di tengah hutan yang tidak ada lampu satu pun yang menerangi jalanan yang terjal. tiba tiba si kembar mengatakan jika ada yang aneh dengan orang berseragam tadi saat melihatnya
" kak, " ucap Lea,
" ya, "
" mereka suruhan siapa, "
" hah. aku pun tak tahu kembar "
" tapi EA merasa ada yang aneh kak " alih Nara mengerut
" ada apa "
" aneh aja kak , orang yang memakai seragam tadi hanya beberapa orang saja saat berpatroli tadi "
" Hem , terus. ". masih menyimak pembicaraan si kembar
" saat EA sama ei sembunyi di atas rumah warga desa tersebut EA lihat, orang yang berpatroli tadi di bekap dan di bunuh . dan mereka berganti pakaian milik mereka "
Nara sendiri masih bingun dengan apa yang di bicarakan si kembar tadi, orang yang berpatroli di bunuh tapi yang membunuh memakai seragam mereka,
__ADS_1
" apa artinya mereka penyusup "
" bisa jadi begitu ka "
" tapi dari tim mana mereka "
" saya akan mencari tahunya tuan " ucap Rai untuk mengurangi rasa penasaran sang tuan
" baik, aku tunggu informasi darimu "
" Hem " Rai mengangguk pasti
berjalan melewati berbagai jalanan dan juga sungai yang akan ia lewati untuk sampai di kota sebelah yang bertepatan pada tengah malam ia baru sampai
" kita ke mana tuan " masih dengan fokus ke depan untuk melihat jalan agar konsentrasi baik
" kita ke kedai kopi dulu "
" baik "
menyusuri jalanan yang sudah sampai di kota Y. kota yang aman tentram dan damai tidak seperti kota Z yang sudah di porak porandakan oleh beberapa pemberontak
" di sini seperti kota kakak " ucap Lei ,yang tadi nya anteng diam saja memainkan benda pilihnya, saat melihat terangnya jalanan ia mengalihkannya dari benda pipih tersebut
" waaah,, cantik cantik lampunya, " melihat lampu yang beraneka ragam warna yang berjejer di sisi jalanan
" di depan ada kedai , kita mampir di sana "
berasa meter menuju kedai kini mereka sampai dan turu dari Jeep nya
braak
menutup pintu dengan suara yang lumayan keras, empat orang yang memakai pakaian hitam dan sengaja mereka buka penutup wajahnya agar tidak di kira pemberontak,
" permisi, bisa pengen kopi dan cemilannya " ucap Lea yang memang anaknya supel ketika melihat makanan dan juga minuman ke sukaa nya
pelayan yang terpogoh pogoh datang dengan wanita paruh baya, " bisa saya bantu nona nona"
" saya mau kopi moccha dua sama, kakak sama Abang apa "
" sama kan saja " ucap Rai
" moccha empat Bu, sama kue nya ya Bu, "
" baik nona, silahkan di tunggu "
menyerahkan buku kecil yang berisikan menu yang berada di kedai tersebut, menu yang sangat sederhana dengan gaya kedai pun yang sederhana yang bisa di masuki kalangan siapa saja
" kita akan kemana lagi tuan " Rai dengan suara kecilnya
" tunggu sebentar " Nara mengeluarkan ponselnya dan menekan nomor orang tersebut
" di mana kau " dengan cepat tersambung , tidak seperti yang lalu
" aku sedang istirahat di kedai kopi " ucapnya orang di sebrang
sedangkan Nara melihat sekeliling meski ada sekarang selatan yang menutupi untuk orang yang berprivasi,
" apa kau di kedai sederhana "
" ah , ya . dari mana kau tahu " ia pun sama melihat sekelilingnya tapi hanya selatan yang ia lihat
__ADS_1
bersambung