Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
#65


__ADS_3

" rahasia " wanita tersebut pergi dengan dengan sedikit berlari karena takut sudah di tatap sang tuan yang menginginkan jawabannya itu yang di anggap sang dokter rahasia


setelah dokter Erin keluar kini Nara hanya membaringkan badannya saja, ia tidak mau melanjutkan membuka pesan yang lainnya, yang mungkin hanya kekhawatiran yang mereka lakukan


di lain tempat berbeda seorang gadis yang tidak jauh dari anak kecil berumur 7 tahun selalu ngedumel kala mendapat pesan dari orang suruhannya yang sengaja ia jadikan untuk mengawasi seluruh mansion milik cloyeri.


**


" dasar para penjilat " geram nya hingga menimbulkan bunyi nyaring saat dirinya membanting ponsel miliknya di lantai yang terbuat dari marmer, ponsel tersebut tidak lah utuh karena membanting nya begitu kuat


" ada apa ka El " tanya ank kecil tersebut ,


meski sudah keluar dari rumah sakit R. P hospital tapi mereka berdua tidak segera pergi dari daerah sana karena mereka tahu masih ada bahaya lain yang masih mengincarnya, dan beruntung ny saat itu ada yang menolong nya


saat sudah merasa baikan gadis tersebut ingin meminta pulang saja, di izinkan pulang tapi malah di suruh pindah tempat saja yang berada di lantai atas gedung tua tersebut


" hah!! sungguh lelah jika seperti ini terus? "


merasa menanggung beban yang terlalu berat saat kepergian kedua orang tuanya yang meninggal karena sabotase dalam kendaraan


" apakah kita akan menyerah begitu saja ?" tanya si mungil.


" tidak! sedikit lagi kita bisa bertemu !" meyakinkan diri sendiri


padahal orang yang mereka cari sudah ada di sekitar mereka, tapi mereka tidak tahu dan tidak mengenali orang orang yang berada di bawah pengawasan R P hospital. ia hanya tahu seseorang yang telah menjaganya dan itu pun perintah dari sang tuannya


sedang si gadis berambut hitam mata biru laut itu masih ingin mengucapkan terimakasih pada orang yang sudah mau menolongnya


meski pertama kali yang di lakukan gadis berambut hitam dan mata biru laut itu terkesan dengan wajah sedih dan pilu saat kecelakaan tersebut. berbeda dengan saat ini yang sudah terlihat biasa saja tegas dan anggun yang ia lakukan


tok


tok


tok

__ADS_1


" permisi " ucap sang pelayan mengetuk pintu untuk mengantarkan makanan untuk sang tamu yang berada di rumah gedung tua tersebut.


" siapa "


" kami pelayan nona, ingin mengantarkan makan siang "


gadis tersebut berjalan menuju daun pintu yang sengaja di kunci agar tidak sembarangan orang bisa mesum , meski dirinya sadar mereka hanya menumpang, dan tidak ingin mengungkap identitas nya pada orang sekitar R P hospital


cklek


cklek


bunyi suara pintu yang terkunci kini terbuka, melihat benar mereka pelayan segera di titah masuk


" masuk " dengan suara yang anggun tapi tidak keras


gadis tersebut merasa tau diri jika mereka di sini hanya menumpang dan hanya seorang tamu, dan yang ternyata sang tuan yang menolongnya adalah pemilik R P hospital dalam gedung tua yang ia singgahi


pelayan tersebut menyajikan berbagai hidangan makan malam untuk dua orang berbeda usia. tidak lupa dengan obat yang di perintahkan oleh dokter yang berada di bawah untuk memberikannya pada anak kecil yang wajahnya masih di lilit oleh perban


" silahkan di nikmati hidangannya nona, tuan muda "


setelah kepergian pelayan yang mengantarkan makanan kini dua orang berbeda usia sudah duduk dengan nyaman di atas kursi yang memang tersedia untuk menjadi meja makannya


dengan anggunnya mereka memakan makanan yang di siapkan dan di sediakan oleh pelayan tadi


"lumayan enak ka " dengan raut wajah yang di buat antusias oleh si anak kecil tersebut. padahal di balik ke antusias nya itu merasa ada kebosanan di dalam matanya


" habiskan "


" hmm " anak tersebut mengangguk dengan pelan


makan malam yang hanya di dampingi makanan sehat sudah keseharian semenjak berada di dalam gedung tua tersebut,


dua orang dari keluarga cloyeri sedang menikmati santapan makan siangnya. sedang di ruang lain gadis yang sekarang sudah berhadapan dengan dokter Erin kini masih menatapnya penuh dengan tekanan yang sedari tadi ia layang kan pada dokter wanita yang sudah setengah paruh itu

__ADS_1


" he he he , qu queen " masih takut gugup dan ragu untuk menyapa nya, sesekali menelan Saliva nya dengan susah payah


" rahasia apa yang kau maksud saat berada di ruangan ku "


bertanya dengan wajah datar


" i itu " ( aduuh.. gimana ini? kok malah gugup sama takut gini sih ? kan memang sudah biasa si nona selalu membuat tekanan, ?! ) .". melanjutkan perkataannya dengan pemikirannya yang seperti orang kalut


" kenapa wajah mu seperti orang bingung, ada apa !! "


orang yang di sebut dokter terlonjak kaget, dengan ada nada sedikit keras saat menanyainya ada apa!.


" Hufh. " menghela nafas pelan , untuk mengatur nafasnya agar tidak begitu terkejut lagi nantinya


" baik lah, " sedang gadis bermata biru ke abuan itu mengernyit, sejak tadi menunggu jawaban tapi tak kunjung keluar dari mulut si dokter itu


sang dokter mengambil sebuah amplop yang berada di laci meja tampak ia bekerja dan menyerahkan pada sang nona nya yang sudah lama tidak pernah berkunjung lagi ke rumah sakitnya


" ini " dokter itu menyerahkan amplop putih yang berukuran lumayan besar


" apa ! " tangan gadis yang berada di hadapan nya belum juga mau mengulur untuk mengambil amplop putih tersebut


" itu hasil tes DNA yang nona inginkan " kini wajah nya sudah tidak merasa gugup lagi, dokter itu ingin terlihat tenang


" tes DNA. " meyakinkan pada dokternya, dan dirinya pun berpikir sejak kapan ia meminta tes DNA itu


" kami han.." belum selesai berbicara sudah terpotong oleh gadis bermata biru keabuan yang di panggil nona atau pun queen oleh orang sekita R P hospital itu


" kami, " mengangkat alis sebelah dengan rasa bingungnya" siapa saja yang terlibat " dengan datarnya berkata


" ehh, i itu, " kini kembali gugup lagi,


" apa ! "


" maaf kan kami nona, yang sudah lancang " dokter Erin segera beranjak dari kursi dan membungkuk di hadapan queenara sang pemilik R P hospital

__ADS_1


" kami hanya ingin memastikan saja nona, dan dugaan kami semua benar benar membuat kami merasa terkejut dengan hasil nya


bersambung"


__ADS_2