Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
77


__ADS_3

" ish apa sih yang mereka omongin, kok gak jelas suaranya " gerutunya masih berusaha mencuri pembicaraan ke dua kakak nya yang ada di dalam kamar Liam


" non " ucap pelayan yang berada di rumah tersebut


" eh " queenira terkejut sehingga menimbulkan suara seperti orang mengetuk,


" aduuhhh, bi ! jangan ngagetin dong,, " mengusap keningnya yang kepentok pintu


" maaf non " jawab pelayan muda yang berada di rumah tersebut


" ada apa " tanya nya dengan ketus


" di luar ada tamu tuan , "


" oh,,, ya sudah sana kembali " titahnya menyuruh nya untuk kembali ke asalnya


sedang orang di dalam mendengar suara pintu nya terketuk, dan dua orang pemuda tersebut pun menghampiri nya untuk melihat siapa yang mengetuk


cklek


" kamu disini " tanya Liam celingak celinguk melihat kanan kiri apa ada orang lain lai selain adik nya yang ada di depan pintu


" eh kakak," menunduk tidak berani menatap wajah Liam "ii itu, tadi bibi ngasih tahu kalo ada tamu di bawah kak " jawabnya dengan gugup takut kepergok sang kakak , padahal kan udah ketahuan sama pelayan rumah nya yang tidak sengaja melihatnya sedang meraba raba daun pintu


" kamu mau kemana "


" a aku mau kebawah untuk mengambil air kak "


" istirahat, Jang berkeliaran " ucap wilLie sambil berlalu dari hadapan dua manusia berbeda gender


degh


" apa maksud kak Willie, ?? tidak , tidak, tidak mungkin kakak tahu sesuatu tentangku ". berucap dalam hati sambil menggelengkan kepalanya


" kamu sakit " tanya Liam lalu mendekatkan dirinya pada queenira lalu menyentuh kening nya


" tidak panas , apa kamu pusing "


" tidak apa apa kak " jawab nya,.


" aduuuhh bodoh nya aku ini, kenpa bisa sampe membayangkan sesuatu yang tidak tidak " memilih ujung baju yang di pakai nya dengan rasa gugup, takut jika ketahuan


" eemmm aku ke bawah dulu ya kak "


" ya sudah, langsung kembali setelah minum "


eemm " berlalu dari hadapan kakak keduanya itu sampai mengelus dada nya merasa aman sudah pergi dari hadapannya


" ih berasa jadi musuh saja jika menampakan wajah seramnya itu , iiihhh " gumamnya lirih sambil menuruni anak tangga

__ADS_1


saat berada di tengah anak tangga queenira melihat ada dua pemuda yang belum pernah di lihatnya yang sedang berbincang dengan kakak nya


" bagai mana pencarian nya, " tanya Willie


" susah wil, data yang di miliki queen sangat tertutup rapat " ujar Rayan yang seorang hacker tapi terkalah kan oleh queenara queen nya sendiri


" lalu bagai mana dalam pencariannya , sudah berbagai kota sudah kami putari , hanya saja beberapa kota beluk kami jangkau "


" usahakan ketemu " berujar tentang nada dinginnya


" baik " jawab serempak Rayan dan juga bima


" kumpulkan kembali mereka "


" siap " lalu mereka berlalu begitu saja setelah mendapat perintah


" apa lagi sih yang di bicarakan kakak ini " gerutunya karena tidak mampu mendengarkan obrolan tiga orang yang berada di ruang tamu


" ish,, sebel " menghentakkan kakinya yang hanya memakai sandal spon bergambar kelinci milik queenara


semua yang queenara punya di ambil satu persatu oleh queenira yang sering berkata "( orang nya juga gak ada buat apa kalo tidak di pakai, kan sayang )" itu lah yang sering di katakan oleh hati queenira sendiri


setelah kepergian Bima dan Rayan, Willie pun beranjak ingin masuk ke kamar tapi melihat arah tangga ada adik nya yang seperti sedang menggerutu tidak jelas


" kamu kenapa " tanya Willie saat sudah berada di depan anak tangga


" he he he gak apa apa kak " menampakan gigi nya ketika ketahuan sedang menggerutu


" jadi turun untuk minum apa tidak " tanya nya seakan mencari tahu


" baru mau ambil kok kak " dengan senyum yang di buat agar kakak nya percaya


" ya sudah, kakak naik dulu ya, jangan lupa istirahat " melewati adiknya setelah mengusap kepala dan mencium keningnya


" huh,, udah lah, nanti lagi mikirin nya " berjalan menuju kulkas , mengambil botol lalu kembali lagi ke kamar nya


***


dua gadis yang berbeda usia dan tidak lupa si kecil gembul, yang selalu di bawa kemanapun gadis dewasa itu pergi


" kak, kita mau kemana " tanya Edwin ketika mereka sedang dalam perjalanan menuju kota X dengan menaiki sebuah kapal pesiar,


karena perjalanan kali ini tidak begitu baik jika menuju bandara dengan memakai pesawat terbang. hanya jalur laut lah satu satu nya agar tidak di ketahui oleh musuh.


" kita akan kembali ke tempat bibi ilung " jawabnya


" kenapa kita kembali kak, apa terjadi sesuatu dengan bibi ilung " tanyanya ketika mengetahui kemana mereka akan pergi


" bisa di bilang iya , bisa juga tidak " jawabnya

__ADS_1


" berapa jam yang harus kita tempuh queen " tanya eliza ketika queenara baru datang entah dari mana


" mungkin kita akan berlayar selama tiga atau empat hari "


" selama itu ?? " jawab Edwin yang masih duduk anteng dengan memangku makanan kesukaannya


" itu pun kalo tidak ada kendala " ujarnya lagi, melihat ada makanan yang berada di pangkuan anak kecil itu pun langsung mencomot


" ih aka itu unya aku " ujar nya dengan mulut yang penuh makanan


" kata siapa " jawab queenara


" ata akwu lah huh " kesalnya


" lagian kamu kenapa sih, makan terus " tanya eliza pada Edwin yang akhir akhir ini setelah sembuh dari kecelakaan nya waktu itu jadi nafsu makanya malah tambah besar


bukannya kalo orang habis sakit itu jarang sekali orang Inging makan terus, ber beda dengan Edwin sehingga membuat tubuh serta Pipi nya tambah berisi


" tau, ini itu jangan di gedeiiinn" queenara mencubit pipi gembil Edwin yang mirip bakpau


" ih kak Ara,,!! sakit tau !! " rajuknya


" dih ngambek, ? jelek amat kalo ngambeknya " goda queenara


" iiihh kakak,,,,,!! kak Elza, kak Ara nya !!?? " mengadu pada Eliza


" queen,,, " tegur nya


" oke oke " mengangkat kedua tangannya , tapi hanya sebentar lalu mencubit kembali dan langsung berlari


" kakak!!!!!" teriak nya sedang queenara langsung tertawa pecah


" ha ha ha ha " hingga suara tawa itu sedikit menghilang


" kak Elza, ka Ara nya " rengek nya setelah queenara menghilang setelah apa yang di lakukan nya pada anak kecil yang lumayan berisi tubuhnya


" biarkan, tidak terluka kan " ujarnya


" ih kakak sama saja " dengusnya lalu beranjak dari sofa menuju kamar yang sudah tersedia di kapal pesiar tersebut


" CK CK CK sungguh kekanakan sekali " menggeleng kepala setelah melihat apa yang di lakukan dua orang yang berbeda gender dan usia itu


setelah apa yang di lakukan queenara pada Edwin kini gadis bermata biru keabuan itu menuju kabin atas untuk melihat suasana malam di luar dengan dinginnya angin yang berseliweran hingga menembus kulit pori nya


" hah " menghela nafas nya dengan begitu berat


rencana awal yang ingin berkunjung pada temannya kini malah berbeda tujuannya, entah lah apa yang sebenarnya di inginkan oleh queenara dengan arah tujuan yang berbeda


bersambung

__ADS_1


__ADS_2