Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
bab 141


__ADS_3

'' assalamualaikum..'' ucap Oma Ella sambil mengetuk pintu


Kiara masih sibuk dengan piring kotor nya sejenak mendengar ada suara ketukan pintu berulang kali membuat nya mrnghenti kan pekerjaan nya sejenak


'' kayak nya ada tamu sayang..'' ujar Kiara mengering kan tangan nya dan menghampiri Hanum


Kiara memilih membawa Hanum, takut nya jika di tinggal Hanum Malah meronta minta di turun kan dan akan terjatuh nanti nya


'' waalaikumsallam...'' saut Kiara cepat sambil membuka pintu rumah


dan tampak lah Oma Ella yang tengah berdiri memandang Kiara dengan wajah lesu


'' kenapa lama sekali sih... kaki Oma pegel ini..'' ucap Oma Ella


'' maaf Oma... Kiara tidak dengar, tadi Kiara sedang mencuci piring..'' ujar Kiara sambil mempersilah kan Oma Ella masuk ke dalam


'' heh... cicit Oma yang paling cantik..''' ucap Ella membuat Hanum tersentak kaget


membuat Hanum menangis seketika di buat oleh ella, melihat Hanum menangis karena nya, Ella malah tertawa lepas


'' gitu saja sudah menangis,, anak perempuan macam apa itu .'' ejek Ella


membuat Kiara menatap jengah Oma Ella nya tersebut, bukan nya mendiam kan, malah mengejek pula


'' Oma... nangis nya makin kuat ih..'' kesel Kiara


'' biarin aja, siapa suruh senyum-senyum begitu di depan Oma,, jadi nya kan, Oma gemes sendiri..?'' ungkap Kiara


'' Oma jahat ih...'' ucap Kiara besengut kesal


'' kemana pergi nya si Kenan..'' tanya Oma menoleh ke arah Kiara


'' mungkin masih kuliah Oma..'' saut Kiara


'' sepi.. juga ya.. rumah kamu..'' tanya Oma Ella berjalan menuju pintu belakang yang terhubung ke arah kebalakang


'' nama nya juga cuma tinggal bertiga oma.. kalau mau ramai ya.. di kafe sebelah Oma..'' ucap Kiara melirik sang Oma

__ADS_1


'' bangunan di sebelah sudah selesai Kiara..'' tanya Ella lagi menatap ke arah Kiara


'' baru tiga puluh persen Oma..'' ucap Kiara


'' hemm.. kenapa lama sekali jadi nya..'' keluh Oma Ella


'' sabar aja lah Oma,, apa lagi kemarin, pas Hanum masih umur enam bulan, ada aja halangan nya, yang mandor nya melarikan diri lah yang pemborong nya entah kemana..'' ujar kiara


'' cari tukang yang benar dong, yang menjamin semua nya akan cepat selesai..'' ujar Oma Ella


'' entah lah Oma,, semua Kenan yang mengatur, Kiara mau nya juga begitu, cepat selesai,, Kiara udah gak sabar punya karyawan juga..'' ucap Kiara bertopang dagu duduk di depan meja makan


'' anak nya di urus itu..'' tunjuk Oma Ella yang melihat Hanum berputar di bawah meja makan


'' eh... kemana dia Oma..'' tanya Kiara menatap ke arah Oma Ella


'' di bawah meja makan itu, nanti dia nya tehantuk ke siku-siku meja..'' ujar Oma Ella menunjuk ke arah Hanum yang malah asik sendiri bermain


'' kita pindah saja sayang..'' ajak Kiara pada Hanum


.Kiara mencoba menggapai tubuh Hanum yang berpindah-pindah tempat, membuat Kiara kewalahan menggapai Hanum


'' ke ruang tengah Oma,, di sana banyak mainan nya, biar Hanum nya anteng Oma..'' ujar Kiara


'' hmm.. padahal Oma masih mau melihat ke arah kolam mu..'' ucap Oma Ella


'' nanti saja Oma,, kalau Hanum sudah tertidur..?'' ucap Kiara lagi


'' hmm.. baik lah, Oma hanya ingin mengelilingi daerah sini saja, kamu masuk lah lebih dulu dengan Hanum, Oma masih mau melihat perternakan ikan mu..'' ucap Oma ella,,


'' isi nya tidak banyak oma,, hanya ada beberapa saja, kemarin Kiara habis memanen nya.. ?'' ucap Kiara sedikit tidak enak hati kepada Oma Ella


'' sudah panen,, Oma gak di bagi..'' Oma Ella melirik ke arah Kiara sejenak


'' maaf Oma,, semua hasil nya di jual, Kiara yang punya saja tidak di sisa kan..'' saut Kiara pelan


'' oh.. ya sudah lah, kan? masih ada yang lain..'' ucap Oma Ella seraya tersenyum

__ADS_1


'' masih kok Oma.? Oma lihat saja ke sana,..'' ujar Kiara lagi


ia pun berlalu ke ruang tengah, dengan Oma Ella berjalan keluar area dapur,


sore hari, di mana kini Kenan pun sudah kembali ke rumah, dengan Oma Ella masih berada di rumah mereka


'' Oma sudah lama di sini..'' tanya Kenan ketika ia baru saja pulang dari bekerja, dan melihat keberadaan Oma Ella


'' sudah dari pagi,, opa kamu kemana Kenan..'' tanya Ella menatap heran dengan Kenan yang berjalan masuk sendiri ke dalam rumah


'' masih di pabrik Oma, masih ada yang di kerjakan,, mungkin bertar lagi akan pulang.. '' ucap kenan


'' Oma ingin pulang, tapi? opa kamu kenapa lama sekali..'' keluh Oma Ella


'' apa perlu Kenan antar Oma..'' tanya Kenan


' tidak perlu,, Oma biar di jemput oleh opa mu saja, kalau sebentar lagi opa mu belum datang, biar Oma hubungi, mana tau opa pun itu lupaan..'' ucap Oma Ella


'' apa mungkin opa lupaan Oma,, sedang kan di kantor, opa lah yang tidak pernah melupakan sesuatu hal, walau sekecil apa pun..'' ujar Kenan mengingat bagai mana opa Adam nya jika bekerja di dalam kantor


'' Oma pernah di tinggal kan opa mu itu di pasar.. ketika Oma lagi belanja mingguan, dan di sat Oma masih lagi memilih bahan masakan untuk siang, ketika Oma kembali ke parkiran, Oma sudah tak melihat ada nya mobil opa mu di situ, dan ketika Oma hendak mengambil ponsel? ingin hati menelpon opa mu, namun sayang, ponsel Oma ketingalan di rumah..'' ucap Oma Ella menggebu-gebu


membuat Kiara dan Kenan tertawa lepas, mendengar kan cerita lucu Oma Ella, mungkin kah, tua nanti mereka akan merasa kan hal yang sama dengan Oma mereka


'' jadi Oma pulang nya naik apa..'' tanya Kenan masih dengan tawa nya


'' terpaksa Oma pesan becak, mau pesan ojol, belanjaan Oma banyak, tidak akan muat jika hanya memakai ojol saja, mana jauh lagi, dari pasar ke rumah..'' sungut Oma Ella


'' ya..ampun, selupa itu opa pada Oma..'' ujar Kiara terkekeh kecil


'' kalian tau, yang lebih mengheran kan lagi, Oma dan opa mu tidak saling melihat satu sama lain, membuat opa mu kembali menyusul Oma, di saat Oma sudah di tengah jalan..'' ucap Oma Ella


'' jadi cerita nya, saling mencari akhir nya..'' tanya Kenan


'' ya... seperti itu lah, mana Oma sampai rumah, pintu terkunci rapat, mana kunci rumah ada di mobil, dan mau ke rumah Oma ana mu, ia pun lagi tak ada di rumah, membuat Oma hari itu juga,, kesal setengah mati kepada opa mu, mana panas haus... semua jadi satu, menambah kesan kesal Oma pada opa mu itu..'' ungkap Ella kala teringat di mana masa-masa mereka berdua


'' hemm .. seperti nya enak sampai tua bersama..'' celetuk Kenan membuat Kiara dan Oma Ella menatap ke arah Kenan m

__ADS_1


...****************...


__ADS_2