Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
#09


__ADS_3

Dwi datang dengan baju tidur ya di pilih oleh istrinya


" masak apa mah" tanyanya


" bibi yang masak mas,"


"kok tumben bibi yang masak ," tanyanya bingung


" iya mas tadi sore aku ketiduran jadi aku menyuruh bibi untuk memasak" berbohong pada suaminya


" ohhh"


" Rara mana mah," tanya Dwi


" Rara masih di tempat Wulan mas, mungkin bentar lagi dia pulang" jawabnya


setelah makan malam selesai tepat apa yang di katakan Sinta Rara pulang dengan di antar oleh Wulan,


"assalamualaikum" menyalami tangan Dwi dan Sinta


" wa'alaikumsalam" jawab bersamaan


" aku bawa brownies kesukaan mamah"sambil menyodorkan brownies nya pada Sinta


" makasih sayang" mengelus kepala Rara dan mengecupnya


" loh loh kok papah gak di kasih" berpura pura merajuk


" ada ko buat papah," menyodorkan bungkusan gelas


" apa ini" menerima dengan mata berbinar setelah melihat apa yang dibawa oleh putri angkatnya ini


" ya ampun,, kamu tau ajj sayang kalo papah lagi pengen kopi latte ini" tersenyum" makasih banyak ya"


" sama sama, apa sih yang gak buat papah sama mamah" tersenyum senang melihat kedua orang tua angkat nya bahagia" semoga kalian selalu tersenyum seperti ini, anggap lah aku putri kandung kalian" gumamnya dalam hati


" Rara kekamar dulu ya pah mah"


Dwi dan Sinta hanya mengangguk, melihat Rara sudah masuk ke kamarnya


" pah,, betapa senang nya aku dulu saat kamu membawa Rara kerumah ini mas" tanyanya dengan mata sudah berkaca-kaca


" mamah kenapa, ko nangis" tanya nya

__ADS_1


Sinta menggelengkan kepala, " gak apa apa mas" tersenyum kembali" hanya senang saja ada yang perhatian pada kita yang sudah tua ini" terkekeh sendiri, suaminya pun ikut terkekeh juga


" banyak banyak lah kita bersyukur, karna kita tidak tau apa yang akan terjadi kedepannya" menasehati istrinya


Sinta mengangguk dan tersenyum lalu memeluk sang suami


###


dalam apartemen yang sangat mewah terdapat seorang pria yang sedang duduk sambil merokok, tidak lupa tangannya memegang segelas wine,


tok tok tok


" tuan ada tamu"


" siapa"


"tuan Steve, tuan"


" suruh dia tunggu di ruang kerjaku"


" baik tuan, saya permisi"


lelaki itu pun bangun dari sofa yang empuk berjalan keluar kamar dan menuju ruang kerjanya .


" maaf tuan saya mengganggu istirahat Anda." menjawabnya


" langsung ke intinya ajj" ujarnya dengan menatap tajam pada sang asisten


" ini informasi yang tuan inginkan yang ada di perbatasan kota Z"menyodorkan amplop warna coklat


" mereka suruhan siapa" tanyanya


" organisasi yang selama ini membantu para pejabat dari koruptor dan rakyat yang mengalami kemiskinan tuan" ujarnya


lelaki yang sedang melihat amplop yang diserahkan oleh sang asisten. ia mengangguk melihat informasi yang di dapatkan oleh mata matanya


" kerja bagus" melempar amplop nya" kerahkan semua tim kita untuk membantu kekacauan yang ada di kota Z"


" baik tuan, laksanakan" membungkuk memberi hormat lalu keluar


A" heemm siapa sebenernya yang memegang organisasi itu" berfikir dan bergumam


" aku harus turun tangan juga untuk melihat situasi seperti apa disana"

__ADS_1


tiba tiba ia mengingat gadis yang menabrak nya dimuseum saat dia di ajak oleh temannya yang ingin melihat ada sejarah apa dalam museum itu


" manis sekali dia" tersenyum miring lalu ia mengambil ponselnya


Tut Tut Tut


" hallo"


" ya tuan"


" cari tau gadis yang menabrak saya di museum," titahnya


" baik tuan"


" lakukan sekarang saya tunggu dalam waktu sepuluh menit" ucapnya dengan ketegasan


" tapi tuan" ucapannya udah di potong duluan sebelum melanjutkan nya


" jika kamu tidak bisa mencari informasi tersebut dalam waktu sepuluh menit, akan saya pindahkan kau di cabang kota M," penuh dengan ketegasan


" baik tuan" mematikan sepihak


"dasar kurang ajar main matiin ajj" gerutunya dan menaroh ponselnya dengan kasar


###


di tengah malah seorang gadis menyelinap keluar rumah disaat orang tua angkatnya telelap dan memasuki hutan yang ada di sebrang jalan dia berjalan menyusuri jalan setapak yang tidak di ketahui oleh siapapun kecuali tangan kanannya, (bukan Bima sama rayan ya... )


gadis itu adalah Rara, ia memang memiliki organisasi yang lain. ia memang bergabung dengan kakak nya agar orang tidak mengetahui siapa dia sebenarnya.


Rara adalah gadis yang baru menginjak usia sembilan belas tahun yang memiliki organisasi sendiri, ia pun memiliki perusahaan yang sama seperti kakaknya dan masih banyak lagi yang ia miliki, ia mendirikan organisasi saat berusia lima belas tahun dan mendirikan perusahaan setelah organisasi itu maju di urutan pertama,


Rara berjalan dengan penuh wibawa, ia adalah gadis yang sangat kejam terhadap musuh dan tak kenal ampun saat berhadapan dengan musuhnya


klik


suara mesin yang membuka sebuah gerbang pintu gerbang itu adalah gua dan orang tidak akan ada yang tahu bahwa itu adalah markas sang Queen yang terkenal kejam dan sadis


"selamat datang princess" ucap sang tangan kanannya


" heemm" berjalan dengan penuh ketegasan" berkumpul diruang rapat kak" titah Rara


yang ia panggil Kakak mengekor di belakangnya sedangkan yang lain sudah menuju ruang rapat. masing masing sudah di beri tahu lewat earphone yang selalu terpasang ditelinga masing masing

__ADS_1


bersambung


__ADS_2