
'' masa iya Tan,, Dania tidak pernah loh.. melihat Kiara masak untuk kami, ketika ia tinggal bersama kami kemarin..'' ujar Dania
'' jelas saja, Kiara tidak pernah menyentuh dapur, dia anak kesayangan Aldo, tidak boleh menyentuh apa pun yang membuat anak gadis nya terluka.?'' ujar Ella mengejek Kiara
'' ah... begitu rupa nya, aku bersyukur, anak ku jatiluh ke tangan yang tepat,.'' ucap Dania seraya tersenyum lebar
'' kau tidak tau saja Dania, Kiara itu seperti anak emas, tak pernah di marah, tak pernah di suruh melakukan aktivitas hal berat, kalau pun ada, pasti dia membuat kesalahan pada Hani..'' ujar Ella menatap Kiara yang hanya tersenyum malu
'' Oma... jangan buka aib ku begitu dong..'' rengek Kiara pada Ella
'' memang begitu kok? siapa juga yang membuka aib mu itu..'' ujar Ella
'' kenan...'' teriak Kiara pada Kenan meminta bantuan
'' kebiasaan, mengadu lah tu..'' celetuk Kania yang masih mengongseng masakan terakhir nya
'' apa si Yang.. banyak orang juga..'' Kenan muncul entah dari mana menghampiri Kiara
'' Oma...'' tunjuk Kiara pada Ella yang malah tertawa lepas
'' selalu saja bertengkar, aduh...'' ujar Kenan pusing melihat Kiara yang tak pernah akur dengan keluarga nya
'' Oma selalu Bully aku..'' ucap Kiara mengadu pada Kenan
'' mama ada ya.. Oma ngomong pakta nya kok..'' ujar ella tak mau kalah..
'' ya.. ampun ma.. jangan begitu Sam cucu sendiri juga..'' Adam yang baru saja datang terlihat kesal pada sang istri yang tak pernah berubah sejak dulu, selalu saja membuat cucu nya menangis
'' bawa menjauh aja itu kak Kiara nya bang, dasar nya cengeng itu.. tukang aduan pulak .'' saut Kania memindah kan masakan nya ke dalam wadah yang besar
Dania hanya memandang bingun keluarga Aldo yang memanja kan Kiara, ia tidak menyangka, anak mereka di sayang oleh keluarga Aldo dan Hani
'' mengadu terus sama Kenan, untung suami nya Kenan, kalau bukan, aduh... gak tau deh.. mau jadi apa Kiara ini, mungkin suami nya akan cemburu, ketika Kiara mengadu pada Kenan..'' celetuk Hani kemudian
'' iya ya..'' ujar Ella menganggukkan kepala nya
'' kita lebih baik menangkap ikan saja, untuk di panggang nanti malam..'' ajak Kenan pada Kiara
dengan cepat Kiara pun melepas kan pekerjaan nya, dan menyerah kan nya kepada Hani, ia berjalan beriringan bersama Kenan
__ADS_1
'' mau kemana kau Kenan..'' tanya kiano menoleh ke arah Kenan sejenak
'' ayo ikut dengan ku, aku juga tak mau kalah dengan mu..'' ajak Kiara menarik lengan kiano
'' hei.. henti kan itu, aku tak suka kau memegang pria lain, selain aku..'' ujar Kenan menepis tangan Kiara yang berada di lengan kiano
'' hadeh... mulai lagi sikap posesif nya..'' ujar kiano sambil terkekeh kecil
'' jelas iya dong, kau kan lelaki juga..'' tunjuk Kenan pada kiano
sedang kan bunga yang tidak jauh dari mereka bertiga, menatap aneh ketiga nya, sambil geleng kepala
'' kekanakan..'' komentar bunga keluar begitu saja
'' hei.. anak kecil,, apa yang barusan kau bilang,,'' ucap Kenan menatap tajam ke arah bunga
'' Abang kekanakan..'' jawab bunga keras
membuat Kenan semakin menatap bunga tajam, sedang kan kiano tertawa lepas mendengar komentar bunga,
'' tuh.. kau dengar Kenan, anak kecil saja bisa menilai sikap mu yang terlalu ke Kanakan, kau sendiri tidak merasa..'' ujar kiano masih dengan tawa lepas nya
'' diam kau kiano, jangan sampai, sendal ku ini menyumpal mulut mu yang bau itu..'' celetuk Kenan merasa geram
'' kenapa jadi berdebat begini sih... kau mau mengajak ku, atau tidak sih..'' kesal Kiara
'' iya jadi, ayo..'' ajak Kenan
'' hei.. anak kecil, kau ikut atau tidak, apa mau di sini saja,..'' tanya Kenan menatap ke arah bunga
'' kalian mau kemana..'' tanya bunga
'' mau menanggapi ikan yang ada di belakang..'' ujar Kiara
'' ikut kak... bosan di sini..'' ucap bunga, bangkit dari duduk nya, mengikuti langkah kaki Kenan dan Kiara
'' kenapa tak bilang dari tadi, kalau kakak memiliki kolam ikan juga..'' ucap kiano cepat
'' aku lupa kiano, baru ingat ini, maka nya aku mengajak mu,..'' ujar kiara
__ADS_1
'' jenis ikan apa saja yang kau punya kak..'' tanya kiano lagi
'' cuma dua jenis saja, ada pun yang satu ny, hanya ikan koi, tapi tidak terlalu banyak, aku tidak terlalu pandai membudi daya kan nya..'' ucap Kiara menatap kiano yang ada di samping kiri nya
'' kau punya ikan koi kak.. sayang sekali, padahal itu harga nya sangat mahal..'' ujar kiano
'' kau tidak memiliki nya kan..'' tanya Kiara menoleh ke arah kiano
'' aku tidak memiliki nya, kau tau sendiri kan, di sana itu susah mendapat kan bibir nya..'' ujar Kiara
'' kau bawa lah sepasang, mana tau kau berhasil membudi daya kan nya..'' tutur Kiara
'' iya.. aku akan membawa nya nanti, saat kembali ke kota E..'' ucap kiano senang bukan main
mereka pun kini telah sampai di halaman belakang yang begitu luas, ada dua kolam yang terpampang jelas di depan mata, dan yang ketiga hanya kolam kecil, yang berukuran tidak terlalu besar, namun ada penghuni nya juga
'' wah.. cantik-cantik sekali warna nya, kau serasi mengurus nya berarti kak..'' ucap kiano
'' tidak terlalu sih.. hanya ku beri makan saja, selebih nya, Kenan menyuruh pekerja untuk mengurus nya..'' ucap Kiara jujur
'' kak.. aku boleh bawa pulang yang ini tidak..'' tangan bunga terulur ke arah ikan koi yang berwarna kunin bercampur Oren dan putih
'' boleh,, asal kan kau mengurusi nya dengan benar,..'' ujar Kiara tersenyum pada bunga
'' hei.. bocah,, aku tidak mengijin kan nya..'' Kenan melirik ke arah bunga yang tak lepas memandang ikan yang ia pinta pada Kiara
'' aku tidak butuh izin mu bang.. aku sudah dapat izin dari kakak ku kok?..'' ucap bunga
'' hei.. siapa yang membeli semua ikan ini, kalau bukan aku, CK.. kau memang bocah menyebal kan..'' Kenan berdecak kesal pada bunga
'' kenapa, jika memakai uang mu bang, bukan kah, uang Abang itu sepenuh nya milik kakak mu.. seperti bunda..'' ucap bunga membuat Kenan bungkam
'' kau jangan berdebat dengan nya kenan, kau tidak akan pernah menang..'' saut kiano tertawa lepas
'' kau benar, aku sudah kesal melihat nya sedari tadi..'' ujar Kenan jujur apa ada nya
'' aku tidak butuh Abang melihat ku,.'' celetuk bunga, namu. pandangan nya tak beralih sama sekali, pandang mata nya tetap ke arah ikan yang berenang ke sana kemari tak tentu arah
'' kalian ternyata di sini rupa nya, aku mencari kalian sedari tadi...'' Daren muncul dari pintu dapur, membuat ke empat orang yang ada di dekat kolam menoleh ke arah Daren
__ADS_1
'' kau dari mana, kenapa baru terlihat..'' tanya Kenan menoleh ke arah Daren
...****************...