
Luluh sudah pertahanan apa yang selama ini di pendamnya dengan keceriaan dan kekonyolannya, sekarang hanya gadis yang rapuh akan kekecewaan nya terhadap keluarga yang telah membuat nya sakit tak berdarah
hiks
hiks
hiks
" apa gunanya aku bertahan hidup, hanya untuk kasih sayang" dengan lutut di tekuk untuk menopang kepala yang di pendamnya
" mamah, papah, mommy , Daddy, kak Demian,"
hiks
hiks
" hanya kalian yang menyayangi ku tanpa pamrih, maafkan aku jika banyak salah pada kalian, hiks" menelungkup kan kepalanya pada tupuan kaki, meringkuk bagai orang ketakutan akan sesuatu
,,,
" Lea, Lei, apa kah kalian tidak kembali" ucap Alexa pada si twins yang sedang asik menatap beberapa orang berkumpul, entah apa yang ia lihat dan cari
" Hem,, kebiasaan, begini nih kalo ngomng sama patung" dengan greget nya lussy menyindir si twins
" kami bukan patung atau boneka, kami hanya menjalankan tugas atas perintah tuan"
" ya , ya, terus aja begitu jawabnya, lama lama bosen juga kita" lussy mendengus kesal dengan jawaban si kembar yang kompak dengan apa yang di jawabnya
" kita kembali, hari sudah malam, apa kalian tidak ingin istirahat" tanya Alexa
" terimakasih nona" si kembar menjawab dan melangkah keluar dari persembunyiannya bersama dua wanita yang di anggap saudara oleh tuannya
" setelah di suruh istirahat, langsung kabur ajj tuh si patung"
__ADS_1
" emang kamu masih mau di sini"
" ya nggak juga lexa, kita juga butuh istirahat, supaya besok bisa lebih fresh lagi" dengan senyum yang di buat mania
" huwek, jijik aku lihat senyummu itu" Alexa langsung melenggang keluar dari persembunyiannya yang bersama si kembar
" hey , tungguin" teriaknya" ih, kenapa sih pada ninggalin aku" menginjakkan kakinya dengan kesal
Alexa sampai terlebih dulu di dalam mobil yang di kendarai ya untuk mengawasi Willie" hah, lelah juga, masih mending ngurus perusahaan dan butik, ketimbang mengawasi orang yang tidak punya perasaan seperti mereka" rutuknya hingga meninju setir mobil
lussy yang kaget setelah sampai mobil saat ingin membukanya, di suguhkan dengan Omelan temannya
" sabar, sabar" mengelus dada sangkin kaget saat Alexa memukul stir mobil" kenapa marah marah gak jelas" bertanya dengan kepolosannya
" tidak ada" lalu menyalakan mesin mobilnya menancap gas dengan kencang hingga lussy sampai memegang sabuk pengaman dan kursinya dengan kuat
" Alexa, pelankan lajunya, aku belum mau mati lexa" teriaknya
" berisik " tak di gubriskan perkataan lussy hingga menambahkan kecepatannya
sampai dalam penginapan lussy langsung keluar dalam mobil dan mengeluarkan semua yang ada dalam perut nya
huwek
huwek
Alexa dengan santainya berkata" lemah"
lussy yang mendengar apa yang di ucapkan oleh Alexa tidak bisa menjawab, hanya suara muntahan yang di keluarkan nya
huwek, awas kau Alexa" geram nya
,,,
__ADS_1
ruangan yang penuh dengan berbau obat obatan di mana letak seorang gadis yang sedari kemaren tidak sadarkan diri sangkin lemahnya
" Bu, kakak kapan bangun Bu, sudah dua hari kakak tidak bangun untuk makan Bu"
" ibu juga tidak tau Ardi" dengan wajah cemas
" selamat pagi nyonya, "
" saya bukan nyonya dok"
" oh, maaf, " ucap dokter meminta maaf
" boleh sayang mengecek keadaan pasien," meminta izin pada wanita paruh baya yang menunggu di ruangan tersebut
" silahkan dokter, " mempersilahkan nya untuk mengecek keadaan sang majikan yang ia jaga dari kecil
" gimana keadaan kakak saya dokter," tanya Ardi pada wanita yang memakai pakaian dinasnya dengan mata sipitnya
" pasien sudah cukup baik, karena sudah saya kasih obat vitamin pada cairan infusnya, kamu tidak perlu khawatir, mungkin sebentar lagi ia akan sadar" terangnya
" terimakasih dokter,"
" sama sama, saya hanya menjalankan tugas seorang dokter"
" lebih baik kalian juga istirahat, karena kalian terlihat lelah sekali, apa kalian tidak tidur semalam" ucap dokter tersebut saat melihat kantung mata pada dua orang yang berbeda usia,
" kami sudah istirahat kok dokter, walau cuma sebentar" jawab Ardi dengan rasa enggan untuk meninggalkan kakaknya seorang diri di ruang rawat
" tidak apa, lebih baik kalian istirahat saja, biar kami para dokter yang akan menjaga"
" baiklah" dengan pasrah nya Ardi menuruti ucapan dokter tersebut, memang ia sudah sangat kelelahan, tidak tidur hanya untuk menemani ibunya yang tidak ingin meninggalkan kakak yang tidak sadarkan diri dari kemaren
Ardi pun berjalan keluar dari ruangan tersebut, meski di tempat itu ada kasur yang bisa menampung tiga orang, tapi tidak berani menempati tempat tidur tersebut, hanya duduk di kursi sofa yang sudah tersedia di ruangan
__ADS_1
,,,
bersambung