
'' kenapa aku selalu sakit kepala terus akhir-akhir ini ya..'' tanya Kiara ketika ia hendak bangun pagi
'' aneh,, biasa nya tidak pernah begitu..'' tanya Kenan mengerut kan kening nya
'' itu juga yang membuat ku merasa sedikit aneh..'' saut Kiara sambil memijat kepala nya yang berdenyut-denyut
'' kenapa seperti itu,'' tanya Kenan heran
'' gak tau,, tolong bantu aku untuk berdiri..'' pinta Kiara pada Kenan
'' kenapa seperti ini, apa sering seperti ini setiap hari..'' tanya Kenan lagi
masih dengan wajah heran dan merasa ke anehan di tubuh nya, yang menurut nya agak sedikit membuat nya kesal dan lemas
'' baru beberapa Minggu ini saja, biasa nya aku tidak seperti ini setiap pagi, tapi entah kenapa sudah ada satu Minggu ini, aku merasa ada sedikit aneh di tubuh ku, lebih sering mengantuk dan pusing..'' ujar Kiara memberitahukan ke anehan di dalam tubuh nya
'' aneh sekali, padahal kamu tidak pernah tidur terlambat lagi, atau begadang di malam hari lagi..'' ujar Kenan terheran-heran
'' entah lah, aku sendiri saja bingung..'' keluh Kiara lagi pada Kenan
membuat Kenan menatap bingung ke arah Kiara, ia pun di buat pusing oleh ke anehan yang ada di tubuh Kiara
'' nanti kamu minum pil tidur..'' tanya Kenan menerka apa yang telah terjadi
'' tidak mungkin ku lakukan, itu adalah hal terkonyol yang pernah ku ketahui..'' ucap Kiara berdecak kesal
" apa kau ada salah makan atau minum.." tanya Kenan lagi
'' tidak ada Kenan,, kau jangan menambah sakit kepala ku.. cepat bantu aku..'' sungut Kiara sedikit kesal
merasa Kiara sudah berubah menjadi monster, Kenan dengan cepat membantu Kiara yang tengah berbaring dan membantu nya untuk duduk
'' mau kemana..'' tanya Kenan ketika ia membantu Kiara
'' mau ke kamar mandi Kenan,, aku ingin buang air kecil..cepat bantu aku..'' ucap Kiara
''iya..iya...akan ku bantu..'' ucap Kenan
untung pagi ini Hanum belum terbangun, dan tidak menyaksi kan pertengkaran di antara mereka berdua,
membantu Kiara berjalan ke kamar mandi dengan telaten, ia melupakan berangkat bekerja dengan cepat pagi ini karena Kiara
'' mau mandi sekalian kah..'' tanya Kenan yang melihat kiar hendak membuka baju
'' iya... badan ku sudah bau sekali, sekalian mau membasuh rambut ku yang terasa berat ini..'' ujar Kiara menunjuk ke arah kepala nya sendiri
__ADS_1
'' baik lah,, biar ku bantu..'' ujar Kenan mendekat ke arah Kiara
'' jangan...?. lebih baik kau pergi sarapan saja dan pergi bekerja,, biar aku sendiri saja .'' ucap Kiara, menghalangi Kenan untuk membantu nya
'' tidak apa ini..'' tanya Kenan sedikit ragu
'' tidak apa,, kau pergi lah sarapan..'' ucap Kiara lagi
membuat Kenan mengurung kan niat nya, ia pun perlahan meninggal kan Kiara yang masih berada di dalam kamar mandi
'' kenapa kepala ku sangat berat sekali sih..'' ucap Kiara setelah ia selesai mandi
melihat Hanum masih tertidur pulas, Kiara pun berjalan ke arah luar kamar, ia ingin mengisi perut nya yang tengah kosong
'' mau makan yang..'' tanya Kenan menoleh ke arah Kiara
'' eh... belum berangkat juga..'' heran Kiara ketika melihat Kenan masih berada di rumah
'' baru aja selesai makan..Yang..'' ucap Kiara sambil mengangkat gelas yang ia genggam
'' oh..'' saut singkat Kiara
ia pun berjalan ke arah tempat piring, mengambil piring dan juga sendok, berjalan ke meja makan, mengisi piring dengan nasi beserta lauk
'' aku mau berangkat Yang..'' pamit Kenan mendekat ke arah Kiara
'' itu sudah pasti? karena ada anak dan istri ku yang menunggu kepulangan ku..'' saut Kenan seraya tersenyum lebar
Kiara mengabaikan nya, ia pun menyuap kan nasi ke dalam mulut nya,
begitu hendak menyuap kan nasi, Kiara sedikit agak mual, namun dengan terpaksa Kiara menyuap kan Nasih tersebut,
alhasil, bukan nya tertelan, Kiara berjalan cepat ke arah kamar mandi, yang berada di dapur, ia memuntahkan isi perut nya yang tengah kosong
'' kamu gak apa Yang..'' tanya Kenan menghampiri Kiara
tadi Kenan sempat hendak beranjak, namun begitu melihat Kiara yang berlari cepat ke arah kamar mandi
membuat Kenan sedikit merasa khawatir dengan kesehatan Kiara akhir-akhir ini, membuat Kenan selalu was-was atas apa yang menimpah Kiara
'' kenapa belum berangkat juga..'' tanya Kiara ketika ia sudah merasa mulai nyaman dengan perut nya
'' aku khawatir dengan mu,, ada apa sebenar nya..'' tanya Kenan sedikit heran
'' aku juga tidak tau,, aku sangat lapar sekali..'' ucap Kiara tak mau berbohong dengan kondisi nya saat ini
__ADS_1
'' apa perlu kita periksa kan saja ke dokter..'' ajak Kenan
'' tapi kamu hendak berangkat ke kampus... dan nanti siang akan ke pabrik..'' ujar Kiara yang mengingat jadwal kerja Kenan
'' itu semua bisa di pending, yang penting keselamatan kamu..'' ucap Kenan mencoba membujuk Kiara
.'' Hanum bagai mana..'' tanya Kiara sedikit ragu
'' kita bawa dong,, mana mungkin di tinggal..'' ujar Kenan menatap heran ke arah Kiara
membuat Kiara yang di tatap hanya bisa salah tingkah, sudah menikah lebih dari dua tahun, rasa berdebar malu itu masih ada di hati kiara
'' mana tau kamu mau meninggal kan nya..'' saut Kiara enteng
'' mana mungkin aku meninggal kan nya,..'' saut Kenan sinis
'' kau pergi saja lah,, jangan pikir kan aku,,'' ujar Kiara mencoba mengusir Kenan
membuat Kenan menghela nafas panjang, ketika Kiara sudah di mode keras kepala
'' tak apa ini,, kalau begitu aku pergi ke kampus..'' pamit Kenan setelah membantu Kiara ke ruang makan kembali
'' tak apa,, kau berangkat lah,, kalau terjadi apa-apa dengan ku, aku akan menghubungi mu nanti..'' ucap Kiara mantap
'' baik lah kalau begitu.. assalamualaikum..'' ucap Kenan
'' waalaikumsallam...''
setelah melihat Kenan berlalu ke luar rumah, Kiara memilih untuk ke kamar saja, ia tidak memperduli kan bagai mana rumah nya yang serasa mau pecah
Kiara memilih merebah kan tubuh nya di samping Hanum yang tertidur pulas, membuat Kiara menatap sejenak dan ikut tertidur juga
jam sembilan, Kiara terbangun setelah mendengar tangisan Hanum di samping nya, melihat itu membuat Kiara cepat-cepat mengambil Hanum ke dalam dekapan nya
'' kenapa menangis sayang,, mama ada ini..'' ujar Kiara menatap Hanum dengan tersenyum
Hanum melirik sekilas kepada Kiara, setelah memastikan itu adalah mama nya, tangis Hanum mulai mereda,
'' ayo kita mandi sayang..'' ajak Kiara pada Hanum
walau kepala Kiara terasa berat, Kiara tetap mencoba memandi kan Hanum, walau jalan dengan perlahan
selesai memandi kan hanum dan mendandani nya, Kiara membawa Hanum ke meja makan, untuk memberi nya asupan dan mengisi perut
'' makan yang banyak sayang,, biar cepat besar..'' ujar Kiara penuh kasih sayang
__ADS_1
...****************...