
'' assalamualaikum opa Oma...'' ujar Kenan mengetuk pintu rumah Alan, karena rumah Adam terkunci, Kenan memilih membawa kiara dan juga Hanum ke rumah Alan
'' waalaikumsallam tunggu sebentar..'' suara ana lamat-lamat terdengar oleh Kenan dan juga Kiara
mereka berdua pun berdiri di dekat pintu menunggu tuan rumah membukakan pintu untuk mereka berdua
'' siapa ya...'' tanya Oma ana dari balik jendela, ia mengintip sedikit dari dalam
ia takut, di usia tua nya begini mendapati tamu yang membahaya kan diri nya, apa lagi, kini usaha suami dan anak nya meningkat pesat,
membuat ana selalu berhati-hati dalam menerima tamu, ia tidak terlalu menerima tamu begitu saja, apa lagi tamu yang tidak ia kenali
'' Oma.. assalamualaikum... ini Kenan Oma..'' teriak Kenan dari luar, ia tau Oma nya sedang di rumah saat ini
'' wah ... ternyata cucu ku..'' ucap ana bergerak cepat membuka kan pintu untuk Kenan dan Kiara
'' Oma... kenapa lama sekali membuka kan pintu untuk kami..'' sungut Kenan
'' maaf kan Oma sayang, Oma sudah terlalu tua, tidak dapat melihat terlalu jelas.. jadi Oma kira kalian tadi orang asing..'' ujar ana merangkul ke dua nya masuk ke dalam rumah
'' apa sering ada orang asing datang bertamu Oma..'' tanya Kenan penuh selidik.
'' kamu benar sekali,, terkadang ayah Dion sering menginap di sini, untuk menjaga Oma dan opa mu..'' jujur ana
'' membahaya kan sekali Oma,, apa tidak lebih bagus mempekerjakan satpam saja Oma,, agar lebih aman..'' ucap Kenan memberi usul
'' yah... memang seharus nya begitu,, tapi opa mu kurang setuju,, coba kamu bujuk opa kamu,, agar ada keamanan di depan rumah ini .'' ujar ana. menyuruh Kenan untuk membujuk Alan
'' eh... baru ingat Oma... mana anak kalian,, mana cicit Oma..'' ujar ana menatap ke arah Kiara
'' lagi tidur Oma,, satu malaman kami di buat bergadang,, entah kenapa ia menangis sepanjang malam..'' adu kenan pada ana
'' ya.. ampun cicit Oma kenapa begitu, nanti badan nya ada yang sakit..'' ujar ana
'' Kiara kurang tau Oma..?'' ucap Kiara
'' hhmm.... nanti kita panggil kan tukang pijat yang biasa memijat Oma..'' ucap ana
__ADS_1
'' tapi masih kecil Oma.. apa boleh di pijat..'' ujar Kenan menatap tak percaya ke arah ana
'' boleh,, tapi tidak sekerang memijat dengan orang yang sudah dewasa..'' ucap ana
Kenan hanya mengangguk saja, ia tidak terlalu mengerti akan hal itu, begitu juga dengan Kiara, mereka sama-sama baru pemuka untuk mengurus anak, apa lagi di usia mereka yang sama-sama masih muda
'' begini nih.. masih muda sudah menikah, belum tau mengurusi anak, jadi bingung sendiri kan anak nya menangis saja..'' sindir Oma pada ke dua nya
'' Kenan ini Oma.. yang buat Kiara hamil..'' ucap Kiara cepat membela diri nya
'' loh... kenapa jadi aku sih..Yang..'' ucap Kenan berdecak sebal
'' memang kamu kan.. aku dulu mau kabur aja,, tapi kamu paksa menikah..'' ujar Kiara apa ada nya
'' sudah-sudah.. kenapa jadi berdebat begini sih..'' ucap Oma ana geleng kepala melihat ke dua nya
'' bawa ke kamar aja Hanum nya, kalau kalian belum sarapan, di belakang masih ada makanan..'' lanjut Oma ana lagi
'' kami baru siap makan Oma,,sehabis makan lanjut kemari tadi..'' ucap Kenan
'' ya..sudah, kalian mau istirahat di kamar biasa saja,, Oma mau lanjut mandi, tadi Oma belum sempat mandi..'' ujar ana meninggal ka. dua cucu nya
Tampa terasa siang menjelang, Kiara pun turun bersama Beby Hanum, sedang kan Kenan masih tertidur pulas di atas ranjang
'' mau makan siang sayang..'' tanya Oma ana ketika melihat Kiara turun
'' iya Oma.. setelah aku melahir kan,, jadi mudah lapar Oma..'' ucap Kiara
'' kalau wanita sedang mengmyusui memang begitu,, apa lagi kalau anak nya asi terus,, semua yang kita makan lebih cepat terserap..'' ucap ana
'' Kenan mana,, apa ia tidak ikut makan juga..'' lanjut ana lagi
'' Kenan masih tidur Oma,, gak tega ngebangunin nya,, tidur nya nyenyak sekali Oma..'' ucap Kiara
'' ya.. sudah,, Hanum nya bawa sini,, biar Oma yang menjaga nya selagi kamu masih makan..'' ujar ana meminta Hanum dari Kiara
'' apa tidak pa.pa Oma...'' tanya Kiara sedikit takut,
__ADS_1
bukan Kiara tidak percaya dengan kemampuan Oma nya dalam menjaga anak nya, namun, yang Kiara takuti adalah, jika Oma nya tidak kuat menopang berat badan Hanum yang mulai sedikit berisi
'' gak apa,, Oma masih kuat kok? hanya saja, Oma kurang terlalu lihai dalam penglihatan..'' ucap ana mengambil alih Hanum dari pangkuan Kiara
Kiara pun memberikan Hanum begitu saja kepada Oma ana, selama Hanum tidak menangis, Kiara akan mengambil kesempatan itu untuk mengisi perut nya yang tengah lapar berat
'' kamu puasin aja makan nya, Oma mau ke ruang tamu bersama Hanum..'' ucap Oma ana berlalu dari hadapan Kiara
Kiara hanya mengangguk kecil saja ketika sang Oma berlalu pergi meninggal kan nya seorang diri di atas meja makan
'' hhmm... enak nya masakan Oma.. jadi rindu masakan mama... padahal baru dua bulan yang lalu masak untuk ku..'' gumam Kiara seorang diri
sedang asik menyantap makanan nya, tak berapa lama Kenan datang, dengan berjalan gontai ke arah Kiara yang sedang menikmati makanan nya
'' mau makan gak ajak-ajak kamu Yang..'' ucap Kenan sembari duduk di dekat Kiara
'' kamu tidur nya pulas sekali, jadi gak tega ngebangunin kamu..'' ujar Kiara menatap sekilas ke arah Kenan
'' aku juga laper Yang..'' ucap kenan lagi
'' ya.. makan sih..'' ucap Kiara cuek
pasal nya Kenan datang mengganggu makan nya, tanpa mendengar kan protes Kenan, Kiara melanjut kan makan nya kembali, tanpa memperduli kan Kenan yang mengambil makan nya sendiri
'' melayani suami itu dapat pahala loh..'' sindir Kenan kepada Kiara
'' ya... aku tau itu..'' saut Kiara cuek
melihat Kiara yang cuek saja, membuat Kenan mendengus sebal, bukan nya peka, Kiara malah melanjut kan makan nya kembali
selesai makan, Kiara baru menoleh ke arah Kenan yang makan dengan manyun, ia tau Kenan saat ini ingin di layani, namun waktu nya kurang tepat,
apa lagi ia tengah lapar berat, entah kenapa ia harus mengisi perut nya dengan cepat, dengan mengabai kan Kenan begitu saja
'' kamu ini,, bukan nya peka, malah cuek aja..'' sungut Kenan, ketika ia tau Kiara tengah memandangi nya sejak tadi
'' aku tengah lapar berat Kenan,, jadi? jangan salah kan aku, kalau aku tidak melayani mu,, lagian aku sedang terburu-buru.. mumpung Hanum belum menangis..'' ucap Kiara celingukan ke arah ruang tamu
__ADS_1
mendengar alasan Kiara, Kenan mengurung kan niat nya, benar? Kiara juga membutuh kan waktu banyak ketika Hanum sedang tidak rewel
...****************...