
keputusan Fikri tak bisa di ganggu gugat, membuat leya dan sang kekasih, hanya bisa terdiam dan tertunduk
sebenar nya leya mengharap kan sang kekasih mengatakan sesuatu pada sang ayah, namun, sayang, apa yang leya harap kan tidak terkabul, leya harus mengubur dalam-dalam impian nya hidup bahagia bersama sang kekasih tercinta
'' tapi leya mencintai nya yah..'' tangis pilu leya pecah seketika
'' kau jangan bodoh leya, pria ini tidak mencintai mu.. apa yang mau kau harap kan dari nya..'' ujar Fikri menunjuk ke arah sang kekasih
'' Dina.. bawa masuk anak mu ini..'' perintah Fikri pada Dina dengan lantang
'' bang, apa tidak bisa masalah ini di bicarakan dengan baik-baik..'' pinta Dina sebelum beranjak dari duduk nya
'' aku bilang bawa dia kekamar... ya.. di bawa...? teriak Fikri membuat Dina terkejut mendengar teriakan suami nya
selama ini, tidak pernah Dina melihat Fikri Semarah ini, baru kali pertama Dina melihat sang suami marah kepada nya
Dina beranjak dari duduk nya, mendekat ke arah leya yang tengah bersimpuh di kaki Fikri,
'' ayo sayang, kita masuk ke kamar..'' ajak Dina lembut
'' ibu... leya gak mau berpisah dengan nya..'' tunjuk leya pada gali yang masih menunduk di dekat Kenan
'' sudah sayang,, ayo masuk ke kamar..'' ajak Dina lagi, Kiara pun ikut membantu Dina menarik leya dari kaki sang ayah
setelah Kiara dan Dina membawa leya masuk ke dalam kamar, baru lah Fikri menatap Kenan, dengan serius, membuat Kenan keheranan dengan tatapan sang paman
'' tunjuk kan di mana rumah mu.. kami akan mengantar kan kamu pulang..'' ujar Fikri tegas
'' om.. jangan beri tahu papa dan mama ku,, aku mohon om..'' pinta gali pada Fikri
__ADS_1
'' aku hanya ingin mengantar kan mu saja.., bawa dia Kenan..'' pinta Fikri pada Kenan
'' baik ayah..'' kenan menarik gali membawa nya mengikuti langkah kaki Fikri
'' tunjuk kan jalan ke arah rumah mu cepat..'' bentak Fikri, membuat Kenan Yang sedari tadi memegangi gali terkejut mendengar bentakan Fikri kepada gali
'' ba..ik..om..'' ucap gali gugup
sebenar nya, gali sangat mencintai leya, namun apa boleh buat, masa depan nya akan terancam, jika ia menikahi leya saat ini, kuliah nya akan di hentikan oleh sang papa,
'' mau belok kemana ini, ke kanan, atau ke kiri..'' tanya Fikri, menatap tajam gali
'' ke kanan om..'' ucap gali masih dengan kegugupan nya
Kenan yang melihat itu, sebenar nya ingin menertawa kan gali, namun ia urung, karena melihat raut wajah garang Fikri
setelah menempuh perjalanan dua puluh menit, Fikri pun menghenti kan mobil nya tepat di depan rumah gali, rumah yang tidak terlalu besar, namun terlihat minimalis
'' assalamualaikum...'' ucap Fikri keras
'' waalaikumsallam.. ada apa ini.. kenapa anak saya di seret begitu..'' tanya ayah gali dan menghampiri Fikri
'' saya datang kemari hanya ingin mengantar kan anak bapak yang terhormat ini, namun saya, etika dan tanggung jawab nya tidak ada sama sekali..'' ujar Fikri melirik ke arah gali
'' om.. gsli mohon om, jangan..'' ucap gali menggeleng kan kepala nya berulang kali
'' kenapa bapak mengatakan hal itu, apa ada yang salah dengan anak saya..'' tanya papa gali kembali
'' salah nya sangat banyak sekali pak.. dia telah membuat anak saya mengandung anak nya, dan tidak mau bertanggung jawab, dan saya kemari, hanya ingin mengantar kan nya kemari..''
__ADS_1
'' dan saya? selaku ayah dari kekasih anak bapak ini, tidak akan meminta pertanggung jawaban dari kalian, cukup satu pesan saya, jaga baik-baik anak kalian ini, jangan sampai ada anak lain lagi yang menerima benih nya..'' ujar Fikri mendorong gali ke arah sang papa
perkataan Fikri berusan membuat ke dua orang tua gali shok mendengar nya, dan menatap anak nya tak percaya
'' tidak mungkin anak saya melakukan hal demikian rupa..'' papa gali menepis tudingan Fikri
'' saya tidak meminta anda untuk percaya akan perkataan saya, namun? tidak mungkin saya datang kemari tanpa sebab..'' ujar Fikri membuat papa gali menatap tajam anak nya
'' bapak jangan mengada-ada.., anak saya tidak seperti itu, mana mungkin anak saya berbuat seperti itu.. anak saya anak baik-baik..'' mama gali membela anak nya
membuat Fikri tersenyum sinis, ke arah ke dua orang tua gali, ia pun hanya bisa menatap sejenak ke arah tiga orang yang membuat nya jengah sekaligus muak
'' silah kan, kalau kalian mau percaya anak kalian atau saya, tapi ingat, suatu saat, kalian akan mendapat kan karma nya, saya tidak akan membenar kan perkataan saya, jika bukan saya orang tua yang menjadi korban..'' ucap Fikri
'' ayo Kenan, jangan terlalu lama di sini, membuat kita hilang waras akan mereka yang sama saja, anak dan orang tua yang sama-sama tidak pernah mau bertanggung jawab..'' Fikri merangkul Kenan meninggal kan rumah gali
'' kenapa ayah membiar kan mereka..'' sejak tadi Kenan keheranan melihat ayah nya yang tidak menuntut pertanggung jawaban dari orang tua gali
'' biar kan saja, mau bagai mana pun, anak leya sekarang tetap lah milik leya, tidak akan bisa milik ayah nya, walau pun anak itu darah daging ayah nya..'' ujar Fikri membuat Kenan semakin bingung
'' maksud ayah gimana, Kenan kok? jadi bingung ini..'' ujar Kenan menggaruk pelan pelipis nya
'' begini Kenan? setiap anak yang lahir di luar pernikahan, maka anak itu akan bernasab kan ibu nya, bukan nasab ayah nya, dan sampai kapan pun itu tetap mengguna kan nasab ibu nya, maka dari itu, ayah tidak mau ambil pusing dengan leya saat ini...'' jelas Fikri pada kenan
'' oh.. begitu ya ayah.. Kenan baru tau sekarang.?'' ucap Kenan mengangguk mengerti
'' lagian ayah tidak mau nanti nya leya akan membawa beban berat, ayah sudah selidiki latar belakang kekasih leya, sejak peresmian pernikahan kamu itu, ayah sudah menaruh curiga pada leya, karena leya jatuh sakit mendadak saat itu, ayah dan ibu sampai panik kemarin, sampai ayah rela pulang lebih dulu, sampai ayah dan ibu menaruh curiga pada leya, namun leya teramat pandai menutupi semua masalah nya,..''
'' ayah kemari sudah melihat mereka bertengkar juga, tetapi ayah pikir, itu hanya pertengkaran anak muda saja, namun baru ini ayah mendengar nya secara langsung dari leya, ayah pertama tadi terkejut dan shok.. ayah gagal menjaga anak ayah..'' ucap Fikri sendu
__ADS_1
membuat Kenan berpikiran jauh, bagai mana jika ia menjadi seorang ayah, apa kah nasib nya akan sama seperti paman nya ini, atau lebih dari yang ia pikir kan
...****************...