Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
bab 88


__ADS_3

" eh... kirain tidak ada orang kan yang,, aduh kenapa lagi ada tikus kecil yang selalu mengganggu seperti ini.." ucap Kenan melepas kan Kiara sejenak,


" sana keluar, ngapain kamu masuk ke dalam kamar ku,, apa kau mau melihat live streaming secara langsung., ujar Kenan merasa terganggu dengan ada nya Dita


" apa sih bang.. main usir aja.. kayak gak senang bila aku ada di sini.." sungut Dita,


" kau memang ya.. tak bisa di biar kan begitu saja,, makin di biar kan, kau makin menjadi-jadi.." kesal Kenan


" Abang.. jangan marah pada Dita,, aku hanya ingin bersama mu saja.." ucap Dita semakin membuat Kenan kesal,


" kau ini ya..?" kesal Kenan


kenan menarik tangan Dita, dan membawa nya keluar dari dalam kamar mereka, lama-lama, kenal terlihat kesal pada Dita yang selalu mengganggu nya, di setiap aktivitas


ingin rasa nya Kenan memakan Dita bulat-bulat, namun itu tak mungkin ia lakukan, karena ia masih ada sedikit kesabaran dan kewarasan


" bang.. jangan tarik tangan ku, sakit ini.." ucap Dita merengek pada Kenan


" aku tidak perduli, mau kau kesakitan atau kau mati sekali pun, aku tidak akan perduli pada mu..,? ucap Kenan lantang, membuat Dita sedikit takut, atas suara lantang Kenan


" Abang jahat sekali pada ku..," Dita mulai menangis, namun Kenan tetap tidak perduli


" tidak salah dengar kah aku ini..," Kenan menatap sinis ke arah Dita


" jangan pancing emosi ku, karena stok kesabaran ku sudah habis..," ucap Kenan menunjuk wajah dita


setelah mengatakan itu, Kenan masuk ke dalam nya, dan mengunci pintu dari dalam kamar,


" loh.. sudah cantik saja,, aku belum membuat mu berkeringat kembali..,?" ujar Kenan sambil terkekeh kecil


" kemana sekarang Dita nya," Kiara menoleh ke arah kenan, yang sedang memilah baju yang akan ia kenakan


" ku usir dia keluar, entah pulang atau masih di sana, aku tak tau.." ucap Kenan masih dalam aksi nya, yaitu memilah baju


" kenapa Dita ini seperti bukan anak om Dion kan... apa memang dulu nya Tante Diana begitu,.." ujar Kiara

__ADS_1


" jangan berbicara asal Yang... nanti om Dion dan Tante Diana sakit hati loh? mendengar ucapan mu itu.,? Ujar Kenan,


Kiara yang merasa perkataan nya salah pun, hanya bisa diam, setelah rapih dan wangi, Kenan dan Kiara kembali ke kafe


karena Kiara tidak pernah memasak untuk mereka berdua, hanya pagi saja, di saat pergi kuliah, baru lah Kiara memasak,


rutinitas mereka sekarang adalah mengontrol kafe dan pabrik, jika hotel kini masih ada yang memegang kendali, ada Dito yang siap siaga membantu Alan dan Dion,


sedang kan fikri, kini di alih kan ke rumah penginapan yang ada di kota B,


" kenapa mereka semua pada mengintip keluar begitu ya..,? begitu mereka masuk, Kenan dan Kiara di suguh kan dengan pemandangan, semua karyawan mereka tengah mengintip ke arah keluar kafe


" tidak tau, apa yang terjadi.., tadi sepulang dari sini, semua baik-baik saja,," ucap Kiara


mereka berdua pun mendekat ke arah keramaian yang ada di parkiran kafe


" ada apa ini ribut-ribut.." tanya Kenan pada salah satu karyawan mereka


" itu mas, ada yang sedang bertengkar di depan.." tunjuk nya, membuat kenan dan Kiara semakin penasaran


" tolong geser sedikit.." ujar Kenan membuat jalan, agar diri nya dan Kiara bisa lewat


" aku tidak mau, aku hanya ingin kau bertanggung jawab atas apa yang telah kau perbuat, kita sudah melakukan dosa besar... jangan di tambah lagi..,? ucap seorang wanita itu dengan sesunggukan


" Kenan.. itu kan leya..,? ujar Kiara cepat


" iya? kenapa dengan nya..? ucap kenan


mereka berdua pun mendekat ke arah leya yang terduduk sambil menangis, di hadapan lelaki yang membetak nya


" aku tidak mungkin melakukan hal itu, masa depan ku masih panjang, dan satu lagi, tidak mungkin aku menghancur kan nama baik keluarga ku demi diri mu..,? ujar nya kasar


" tapi kau mencintai ku kan, dan kenapa kau ingin membuang anak kita.. aku mohon, jangan seperti ini, aku ingin kau bertanggung jawab pada ku, aku hanya ingin kita hidup bahagia... apa salah nya, kau menikahi ku, banyak kan, anak kuliahan menikah di saat mereka masih menjadi pelajar.." ujar leya lagi mengibah di depan lelaki tersebut


" jangan harap itu dari ku, aku tidak akan mau membuat hidup ku lebih kacau lagi, lagian kau yang mengandung, tidak ada urusan nya dengan ku.." ucap nya kasar dan ingin menendang leya yang ada di kaki nya

__ADS_1


" hei.. kau jangan kasar begitu kepada wanita.." ucap Kiara cepat, sambil mendekat kepada leya


" kau siapa,, jangan ikut campur dengan urusan ku.." sentak pria tersebut


" kau tidak perlu tau aku siapa, yang jelas, kau akan menanggung akibat nya nanti.." ucap Kiara marah


" kak Kiara..? leya terkejut melihat Kiara dan Kenan ada di hadapan nya saat ini


" iya.. ini kakak? kau berdiri lah,..?" pinta kiara


'' kak? kenapa kakak bisa ada di sini..' leya sedikit takut, dengan kehadiran dua saudara jauh nya


'' kakak tinggal di sini.. kau tidak apa...'' tanya Kiara kemudian. leya hanya menggeleng kan kepala nya


'' kalian jangan ikut campur? ini urusan kami..'' pria yang tadi bertengkar dengan leya, begitu emosi melihat Kiara dan Kenan membantu leya


'' kalau ini urusan kalian, kenapa tidak di selesai kan secara baik-baik.. tanpa menimbul kan keributan di depan umum seperti ini..'' sentak kenan, membuat pria tersebut, terdiam sejenak


'' apa sebenar nya yang kalian ribut kan..'' tanya Kiara pada leya yang ada dalam dekapan nya


'' aku hamil kak.. dia tidak mau bertanggung jawab..'' ucap leya menunjuk ke arah pria yang membuat nya seperti sekarang ini


'' apa? kau hamil..?''' Kenan yang terkejut melihat ke arah leya


'' iya bang.. tapi bang...


tak sempat leya melanjut kan perkataan nya, Kenan sudah menghajar pria yang membuat adik nya sampai hamil


'' kau harus bertanggung jawab pada adik ku, kau tak bisa lari dari ku..'' Kenan menarik kerah baju pria tersebut ke arah halamam rumah nya


'' hei... lepas kan aku, mau kau bawa kemana aku..'' pria tersebut berontak, mencoba melepas kan diri, namun Kenan tak melepas kan nya begitu saja


'' kalian berdua... cepat lah kemari, ayo kita ke rumah ayah..'' ucap Kenan memanggil Kiara dan leya


'' kita mau kemana kak..'' leya sedikit takut dengan Kenan yang sudah terlanjur emosi

__ADS_1


'' sudah., lebih baik kita ikut saja apa yang di kata kan oleh Abang mu..'' Kiara membantu leya berjalan ke arah rumah mereka


...****************...


__ADS_2