
sesampai nya di rumah opa, Kenan memarkir kan mobil nya di tengah pelataran rumah ke dua opa nya
'' ayo turun, sebelum Kenan kunci dari di dalam..?'' ucap Kenan
ia pun keluar begitu cepat dari dalam mobil, sedang kan Kiara dan Hani, berebut hendak keluar lebih cepat,
gak mau Kenan berbuat gila, dengan mengunci mereka di dalam mobil berdua, percuma mereka sudah sampai di rumah opa
kalau mereka tak bisa masuk ke dalam rumah, malah terkunci di dalam mobil
dan mereka tak bisa turun, kan, tidak lucu, sama sekali
'' enak aja mau main kunci kamu.. mau jadi anak durhaka kamu ya..?'' sungut Han
'' mana ada, kan, tadi Kenan bilang cepat turun, kalau tidak, Kenan kunci mobil nya dari luar..'' ujar Kenan
membuat Hani bersungut kesal, ia pun berjalan masuk ke dalam rumah orang tua nya lebih dulu, meninggal kan suami serta anak nya di luar
sedang kan Kiara, mengekori Hani, menyisakan kenan yang sedang menggendong Hanum
'' ini gimana sih. Yang, anak nya kok di tinggal kan..?'' ucap Kenan melihat kiara yang pergi bersama Hani
'' itu juga kan, anak kamu? ya, urus saja sendiri..?'' ujar Kiara melengos pergi
membuat Kenan berdecak kesal menatap kepergian Kiara dan juga sang mama
'' memang dasar wanita, nggak mau mengalah sama sekali. mau nya menang terus..?'' ujar Kenan geleng kepala
'' abai kan saja mereka, ayo ke rumah opa Adam, lebih baik kita selidiki lebih cepat, biar rampung, sebelum papa pulang..'' ucap Aldo, berjalan meninggal kan Kenan
Kenan pun akhir nya mengikuti langkah kaki Aldo, sambil membawa Hanum dalam dekapan kenan
sedang kan Hani dan Kiara kini, mereka masuk begitu saja setelah mengucap kan salah, karena pintu depan terbuka lebar
'' ma.. kenapa pintu nya tidak di tutup..'' tanya Kiara kepada Hani
'' mama aja nggak tau, ada apa ya.. kenapa pintu nya di buka begitu saja, biasa nya Oma mau nggak pernah mau se teledor itu..'' ujar Hani, celingukan mencari keberadaan sang mama
sedang kan Kiara, terus saja mengikuti langkah kaki sang mama mencari Oma
'' nggak ada di dapur, apa mungkin di dalam kamar ya,, tapi? tadi kamar nya tertutup..?'' ujar Hani
'' iya..ya, kemana Oma pergi nya, opa pun tidak terlihat di belakang rumah..?'' ujar Kiara yang mengintip di balik jendela dapur
__ADS_1
'' coba mama lihat di kamar nya..'' putus Hani berjalan ke arah depan kembali
sedang kan Kiara, ia langsung mengikuti kemana Hani pergi nya, ia tak mungkin berdiam diri di dapur,
''' ma.. mama ada di mana..'' teriak Hani mencari keberadaan sang mama
namun tidak ada sautan sama sekali, membuat Hani mengulang teriakan nya berulang kali,
'' ma.. pintu nya tidak terkunci sama sekali..?' ujar Kiara memutar knop pintu kamar sang Oma
'' berarti ada di dalam..'' ucap Hani
ia pun berjalan cepat menghampiri Kiara yang masih membuka kan pintu kamar opa nya tersebut
'' loh.. ada apa ini, kenapa ramai sekali,..'' heran Kiara
semua mata kini tertuju ke arah mereka, terhubung kamar opa Alan, kedap suara, maka dari itu, ketika Hani memanggil berulang kali pun, tak ada yang bisa mendengar nya
walau pun kini, di dalam kamar Oma opa nya sedang ramai, namun tidak ada yang mendengar nya sama sekali
'' Kiara,, sudah dari tadi..?'' tanya Oma ana, ketika melihat Kiara berada di ambang pintu
'' sudah sejak tadi Oma.. kenapa dengan opa, apa semakin parah..'' tanya Kiara berjalan mendekat ke arah Oma nya
'' papa mu sedang demam Hani, kamu kenapa menangis seperti itu..'' tanya Oma ana
sedang kan yang lain terdiam, ketika Hani dan Kiara masuk ke dalam kamar,
di dalam kamar, terdapat banyak orang, yaitu, ke dua anak angkat ana, yaitu, Dion dan diana, Fikri dan Dina,
sedang kan yang duduk di sofa, ada Dita dan Dito, sedang menatap ke arah Kiara yang berjalan ke arah ranjang opa Alan
'' kenapa tidak ada yang mengabari Hani, kalau papa semakin demam parah..'' ujar Hani masih menangis sambil memeluk sang papa
'' kami kenapa sih,, papa hanya demam sayang..'' ucap Alan mengelus kepala Hani dengan sayang
'' aldo mana Hani..?'' tanya ana
'' papa lagi di rumah Oma Adam, papa ada pekerjaan Oma..'' saut Kiara
'' opa mu lagi nggak ada di rumah, baru pagi tadi pergi menuju kota D, kata nya ada pekerjaan mendesak, tapi Oma gak tau apa..'' saut ana
'' biar kan saja mereka Oma,, Kenan pun tidak tau memang, kalau opa sedang tidak berada di rumah..'' ujar Kiara
__ADS_1
sedang kan Dito dan Dita, sejak tadi terus saja menatap ke arah Kiara, entah apa yang mereka pikir kan, sampai Fikri yang melihat nya terasa aneh
hingga sore hari, mereka masih berkumpul di kediaman Alan, walau pun terlihat Alan sudah tersenyum lebar, namun kondisi nya belum stabil seperti semula
'' kak. apa kalian memang tinggal di sini, atau tinggal bersama dengan mama..?'' singgung Dito
'' kenapa dit,'' tanya Kiara yang kurang paham, arah pembicaraan Dito
sedang kan Kenan, kini tengah menemani Hanum membeli jajan dan eskrim, sejak tadi, Hanum selalu sibuk meminta Kenan menemani nya
'' maksud Dito, kakak masih tinggal di dekat kafe itu, atau memang sudah pindah lagi..?'' tanya Dito dengan sorot mata mengarah ke Kiara
'' masih tinggal di sini, kenapa rupa nya dit..'' heran Kiara, apa kah Dito tidak tau diri nya tetap tinggal di kota yang sama
'' oh.. berarti benar kata Dita..'' saut singkat dito
'' apa yang di ucap kan Dita pada mu..'' tanya Kiara keheranan
'' sudah tak penting lagi, yang penting, sekarang aku tau, bagai mana sifat kalian..'' ucap Dito tersenyum sinis
'' apa yang kau katakan? kenapa kau seolah membenci ku..?'' ujar Kiara
'' ya.. sudah lah, tak usah di perjelas, aku cukup tau saja, bagai mana kalian,, kalau tadi kalian masih tinggal di rumah mama dan papa, aku memaklumi nya, tapi? kalian masih tinggal di kota yang sama dengan Oma..'' ujar Dito lagi
membuat Kiara semakin kebingungan atas apa yang di ucap kan Dito kepada diri nya, dan mengarah kemana percakapan mereka saat ini
'' ada apa dengan anak ini..?'' heran Kiara menatap Dito yang berlalu pergi meninggal kan nya dengan sejuta kebingungan di kepala nya
'' kau kenapa kak..?'' tanya Hani, yang melihat Kiara seperti melamun
'' eh.. ma, nggak apa kok ma..?'' bohong Kiara
tak mungkin ia mengatakan yang sebenar nya kepada Hani. sedang kan ia sendiri pun masih dalam mode kebingungan..
'' bisa tidak kak, bantu mama membawa ini semua ke meja makan, biar kita semua makan malam..'' ujar Hani meminta tolong pada Kiara
'' bisa kok ma.. apa sih yang gak bisa, kalau untuk mama..'' ujar Kiara mencoba tersenyum palsu kepada Hani
...****************...
hai teman-teman jangan lupa like'komen hadiah vote ya
terima kasih
__ADS_1