Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
74


__ADS_3

" sudah kewajibanku memberi perhatian untuk adikku. tidak seperti si wilLie sialan itu " dengan rasa gemes nya pada wilLie yang membiarkan adik nya berkeliaran kembali seperti awal sebelum berjumpa dengan keluarganya


" sudah tidak baik. biar bagaimanapun dia adalah kakak tertuaku "


" tapi kenapa kalian sungguh berbeda " pertanyaan yang membuat seorang ilmuwan di buat bingung sendiri


" hanya keturunan yang tertentu "


" benarkah " dengan binarnya saat mendengar keturunan yang tertentu.


jelas tahu , hanya orang sebagian yang mampu memiliki gen dari nenek moyangnya yang di zaman dahulu,


hanya keluarga tertentu yang mampu meneruskan gen nya yang di mana sungguh sangat tidak identik dari orang tuanya seperti macamnya keluarga dari Wanda cloyeri ini. yang mana ibu dari queenara yang asli keturunan cloyeri tapi tidak memiliki mata yang sama seperti orang tuannya dan juga anaknya yaitu queenara


" sudah jangan bahas itu. aku Inging obat itu "


" heeeyyy.. " serunya " sejak kapan kau menginginkan obat itu " selidiknya. pas melihat dengan teliti dari wajah gadis mungil bermata biru abu itu terlihat pucat sekali seperti kertas kosong. tidak terlihat rona merah pada pipinya yang gembil itu


" aku hanya ingin saat ini "


" tapi itu tidak untuk sembarangan sayang "


" tidak apa apa bang, hanya untuk kali ini ajj aku membutuhkannya "


" huh, tapi itu obat bukan sembarang obat queen,,, aku takut takut reaksinya berbeda " dengan gusar menjawabnya takut jika queenara memakainnya


" bukan kah Abang sudah pernah uji coba , " tanya queenara pada Abang yang di anggap benar benar kakak nya yang sedari kecil selalu bersama saat dia masuk TK,SD,SMP, hingga SMA, dan kuliah mereka selalu bersama seperti perangko yang tidak pernah lepas.


hingga queenara memilih memasuki sekolah SMA kembali di saat udah mendapat kan S2 nya untuk menghilangkan jenuh yang sering di katakan oleh queenara. yang sudah mempunyai jurusan bisnis dan juga ilmuwan seperti Kyuhyun itu


" anggap saja aku percobaannya " tegasnya pada teman semasa kecilnya hingga saat ini.


" baik lah " Kyuhyun pun pasrah jika sudah melihat raut wajah garang sang sahabat yang di anggap adik itu


Kyuhyun berjalan menuju ruang yang biasa untuk khusus menyimpan obat yang sudah jadi. hanya beberapa pil saja yang di buat oleh Kyuhyun, queenara pun tahu reaksi itu akan sediki menyakiti seluruh tubuhnya, tapi jika sudah melewati masa efek nya pun akan kembali bugar, hanya butuh satu atau dua jam untu menahan reaksi tersebut


" nih, " menyodorkannya dengan wajah cemberutnya


" gak cocok buat mata sipit seperti mu merajuk bang " berkomentar pada temannya tapi yang di omongin malah tambah cemberut

__ADS_1


" ish, bukannya ngomng yang enak ini malah tambah kesel ajj " Kyuhyun melegos meninggalkan queenara di tempat penyimpanan obat dan dirinya mengambilkan minum.


Kyuhyun bukan berarti marah pada ucapan queenara yang sekena nya. gadis itu jika sudah bertemu dengan kawannya tidak akan sedingin yang di lakukan ya saat di luar


queenara berjalan melihat lihat obat obatan apa yang sudah pernah di bikin oleh teman seangkatan nya itu.


" glek " queenara langsung meminum obatnya tanpa air untuk membantunya agar dapat di cerna,


masih dengan perlahan berjalan mengitari laboratorium miliknya yang sengaja di bangun khusus, sedang di atas tempat rumah sakit hanya untuk orang yang mampu meneruskan, dan dokter alin dan Andre lah yang aktif berada di laboratorium tersebut yang masih setia pada tuannya


" arrghhh " reaksi tersebut sudah mulai , queenara menahan rasa sakit yang begitu dalam sehingga mengeluarkan keringat sebesar biji jagung.


" ughuk ughuk" hingga beberapa menit akhirnya queenara mengeluarkan darah yang begitu kental dan hitam saat batuk


" darah hitam " gumamnya saat melihat darah kental yang keluar dari mulutnya,


dan menyeka pakai lengan kiri nya sedang tangan kanan menumpu pada dinding agar tidak jatuh saat tubuh nya tidak seimbang, hingga masa reaksi nya hilang queenara berkali kali batuk darah yang berwarna hitam pekat, tapi setelah darah hitam keluar semua darah segar pun tergantikan,


" hah ,, lega nya, pantas saja badan selalu lemah setelah akhir akhir ini " bergumam dengan suara yang begitu lirih.


" kenapa tuh ank gak balik lagi " bertanya sendiri


cklek


" apakah sudah teratasi " tanya nya sambil berjalan dan menyodorkan air hangat


" thanks bang "


" ish jorok nya kamu ini queen " berpura pura marah dengan wajah yang di buat


" nanti aku bersihkan , bawel sekali kamu "


" bagai mana tidak, kamu mengeluarkan darah begitu banyak dan berceceran dimana mana, dan ini darahnya berbeda " rutuknya masih berpura-pura marah dan di buat bingung


" I'm okay bro " setelah meminum segelas air hangat queenara pun berdiri dan berjalan menuju ruang di mana tempat alat untuk membersihkan darah karena ulahnya sendiri


" hey hey hey, kenapa kamu bawa itu "


" kata kamu itu jorok " tanya nya dengan wajah polosnya

__ADS_1


" aduh " Kyuhyun menepuk keningnya " kumat ini mah klo udah mode polos " gumamnya


" kenapa, apa aku salah lagi, tadi kamu bilang itu jorok dan " belum melanjutkan bicaranya sudah terpotong oleh Kyuhyun


" sudah, biarkan saja, nanti ada asisten aku yang aku membersihkan nya "


" oohh ya sudah, " mengembalikan alat bersihnya ke tempat semula


" ayo kita makan dulu, kau butuh energi untuk saat ini "


" heemmm "


Kyuhyun geleng geleng kepala setelah melihat tingkah random nya itu. kadang polos, usil, jail dan dingin. itulah dia gadis bermata biru ke abuan yang hanya di perlihatkan pada orang yang bisa d percaya seperti Kyuhyun. sedang keluarganya sendiri mungkin sudah lupa bahwa queenara memiliki mata yang berbeda dari saudara yang lain


kini dua manusia berbeda gender sedang menikmati makan yang sudah tersedia di meja makan yang hanya memiliki dua bangku saja


" kemana asistenmu," tanya queenara di sela makan nya yang hampir mau habis


" gak tau " Kyuhyun mengedikan bahunya


sedang orang yang mereka bicarakan sedang membersihkan darah yang berceceran ulah queenara


hachi


hachi


" ini kenapa sih hidung, perasaan gak pilek deh " menggosok hidungnya hingga merah


" jangan sering kasih kebebasan, nanti ngelunjak " ujarnya


" kebebasan gimana, orang kita ajj jarang keluar, itu pun kalo kita sedang kehabisan bahan makan dan juga bahan obat "


" ooh , bagus klo gitu "


" CK, hanya itu yang kamu tanya "


queenara mendongak menatap temannya yang ada di hadapannya


" lalu aku tanya apa, tentang kamu , ogah , basi tau " lalu beranjak dari kursi untuk menaruh piring bekas makannya di wastafel dan mencucinya

__ADS_1


bersambung


__ADS_2