
'' mari makan.. semua sudah selesai..'' ujar Hani berteriak ke arah depan
'' kenapa harus berteriak begitu..'' relasi Ella kepada Hani
'' biar pada dengar ma.. '' ujar Hani terkekeh kecil
'' tidak mesti berteriak begitu juga Hani..'' ucap Ella menasehati menantu nya
'' hehehe... maaf ma..'' ucap Hani cengengesan
'' kamu ini, jangan seperti itu lagi, cara seperti itu, mengajar kan anak-anak nanti nya .'' ucap Ella
'' iya..iya ma..'' ujar Hani tak mau berdebat panjang dengan Ella
'' mana yang lain nya..'' tanya mama ana begitu datang ke meja makan
'' belum ada yang datang ma..'' ujar Hani menoleh ke arah ana
'' panggil sana, biar mama yang membantu Dania..'' ujar ana pada Hani
'' baik ma..'' ucap Hani menurut
ia pun bergegas berjalan ke arah ruang tamu, mencari penghuni rumah kemana pergi nya, sedang kan di posisi Kiara kini tengah di suap oleh Kenan dengan telaten nya
'' makan lebih banyak, agar anak kita sehat nanti nya..'' ucap Kenan kepada Kiara
'' jangan banyak-banyak dong, nanti aku bisa gemuk..'' ucap Kiara kepada Kenan
'' gak apa, kamu kan sudah gemuk juga kan..'' ucap Kenan terkekeh kecil
'' kamu menghina aku ya..'' sungut Kiara pada Kenan
'' eh... enggak kok? kamu kan tetap cantik di mata aku..'' ujar Kenan merasa bingung menghadapi Kiara yang tengah besungut
'' kamu pasti bohong kan, ngomong nya gak tulus begitu .'' ucap Kiara pada Kenan
membuat Kenan menghela nafas panjang, ia hanya geleng kepala melihat Kiara yang tengah merajuk kepada nya
'' salah lagi aku ini mah..'' ucap Kenan menghembus nafas berat
__ADS_1
Kenan memilih untuk diam, tak mau menambah masalah lagi dengan Kiara yang kini tengah merajuk, ia memilih untuk mengelus kepala Kiara perlahan
berharap Kiara tak lagi merajuk kepada nya, Kenan pikir setelah Kiara melahir kan, semua nya akan berubah seperti dulu lagi
'' kamu makan dulu Kenan, semua nya sudah makan..'' ucap Hani masuk ke dalam kamar Kenan dan Kiara
'' iya ma...'' ucap Kenan menoleh ke arah Hani yang berdiri di ambang pintu kamar
'' aku makan dulu ya... kamu di sini aja, di temani sama mama..'' ujar Kenan menatap ke arah Kiara
Kiara hanya mengangguk saja, ketika Kenan beranjak pergi, kini tempat Kenan di isi oleh Hani yang menatap ke arah Kiara dengan tatapan lembut
ia tidak menyangka, dari anak angkat, kini menjadi menantu nya, dan kini ia telah memiliki seorang cucu dari anak dan anak angkat nya
***
dua Minggu telah berlalu, setelah dua hari yang lalu Hani pulang kembali ke kota E, menyisakan Kiara dan Kenan saja, kini Kiara seorang diri merawat bayi mereka dan di bantu oleh Kenan
'' yang... air mandi nya sudah selesai..'' ujar Kenan berseru dari dalam kamar mandi
'' iya... sebentar Yang..'' ujar Kiara beranjak perlahan dari atas ranjang
'' agak gimana gitu rasa nya kalau berjalan.. kayak melayang gitu tubuh nya..'' ucap Kiara menatap ke arah Kenan
'' kamu juga agak kurusan Yang,, nanti makan yang banyak ya... biar nampak sedikit gemoy..'' ucap Kenan terkekeh kecil
'' gak mau ah.. aku mau segini aja berat badan nya, lebih terasa ringan..'' tanggapan Kiara berbeda dengan pemikiran Kenan
Kenan sudah takut jika Kiara akan merajuk kembali, ketika kenan mengatakan nya agak kurusan sedikit
'' terserah kamu aja deh,, aku ikut apa mau kamu..'' ucap Kenan tak mau banyak berdebat dengan Kiara
Kiara hanya tersenyum saja, ketika Kenan mengatakan hal itu, ia pun memposisi kan bayi mungil nya di atas pemandian bayi
untung saja, Hani telah mengajar kan nya tentang membersih kan bayi yang baru lahir, jadi Kiara tidak ada sedikit rasa takut, hanya pertama kali nya saja, setelah nya, Kiara sudah mulai terbiasa memandi kan bayi mereka
'' mama kemarin ajarin kamu apa aja..'' tanya Kenan ketika Kiara mulai menghembus ke dua kupin bayi mungil milik Kiara
'' mama ajarin ini, kalau masuk angin telapak kaki nya di pijit sampai jempol kaki nya, agar masuk angin nya hilang..'' ujar Kiara menoleh ke arah Kenan
__ADS_1
'' kamu bisa..? soal nya, kita hanya tinggal berdua saja..'' ucap Kenan merasa sedikit khawatir dengan keadaan baru mereka sekarang
'' bisa dong, lagian kan, ini anak kita berdua, udah jadi orang tua, kita tak boleh membebankan semua masalah kita kepada orang tua, apa lagi sekarang kita punya anak, ini anak kita, kita yang buat, kita juga harus bertanggung jawab dong sama anak kita..'' ucap Kiara masih membenahi Beby sanum
'' iya.. ya.. kan Yang, nanti kita zolim ke orang tua kita..'' ucap Kenan membenar kan ucapan Kiara
'' betul itu,, kecuali mereka yang memaksa, apa boleh buat..'' ucap Kiara
'' sini biar aku pangku,, kamu makan sana, itu sudah aku siap kan di meja, sekalian minum obat nya ya..'' pinta kenan
Kiara pun memberikan Beby sanum kepada Kenan, dengan senang hati Kenan menyambut nya dengan gembira
'' siap bos,, tapi aku bosan deh ,, di suruh minum obat terus..'' keluh Kiara
'' harus mau dong Yang, demi kesehatan kamu juga kan..'' ucap Kenan berkata lembut
Kiara hanya bisa menghela nafas berat, ketika Kiara harus di hadap kan oleh bermacam obat di depan mata,
kegiatan Kiara dan Kenan terus berlanjut, sehingga Kiara sendiri kuawalah menghadapi anak nya yang terkadang rewel,
sedang kan Kenan harus mengejar target, antara nata kuliah dan juga pekerjaan nya, apa lagi sekarang di tambah kafe menjadi tanggungan Kenan,
..mau tak mau Kenan harus berputar setiap waktu nya, mana di rumah pun harus membersih kan rumah, karena Kiara terkadang tidak sempat mengurus rumah, di karena kan anak yang begitu rewel sekali
'' aduh... aku mengantuk sekali..'' keluh Kiara ketika malam sudah menunjukan pukul sembilan malam
'' kamu mau tidur,, padahal tadi, aku mau kasih kamu mata pelajaran yang aku ambil dari teman sekampus kamu..'' ujar Kenan mengambil beberapa lembar kertas dari dalam dan di berikan kepada Kiara,
'' apa aku akan sanggup menerus kan semua mata pelajaran kuliah ku, atau aku berhenti saja kuliah nya..?'' tanya Kiara kepada Kenan
'' kamu gak boleh berhenti kuliah di tengah jalan gini, kamu harus siap kan pendidikan kamu sampai selesai..'' ucap Kenan pada Kiara
'' aku takut tidak bisa pokus nanti nya..?'' ujar Kiara
'' harus pokus, gak boleh berhenti di tengah jalan, kita harus berjuang sama-sama..?'' ucap Kenan seraya tersenyum lebar kepada Kiara
membuat Kiara sedikit tenang, tidak terlalu memikir kan ke depan nya, semua di jalani dengan ikhlas dan lapang dada
seiring nya waktu, Kiara sudah terbiasa mengurus bayi mereka, dan kini Kiara sudah mulai lihat mengurus anak mereka.
__ADS_1
...****************...