Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
76


__ADS_3

" huh , sial sial sial , kenapa harus Rara yang mereka lihat, bukan kah aku juga adik mereka " sungut nya setelah sampai kamar


" aku gak mau jika dia kembali, aku gak mau jika harus berbagi kasih sayang kakak " queenira merencanakan sesuatu yang orang lain tidak akan tahu, hanya author yang ngerti


tidak mengingat jika dirinya di selamatkan oleh adik nya sendiri, tapi kasih sayang kakak nya pun ingin ia ambil sendiri, tidak ingin berbagi pada yang lain


itu lah orang yang tidak pernah merasakan kasih sayang dari saudara nya sehingga mengorbankan saudara yang lain untuk di singkirkan nya agar tidak terbagi


brakk


setelah di suruh untuk mengobati lukanya Jonatan malah kembali kekamar dan membanting pintu nya dengan keras, tidak memperdulikan jika pintunya akan rusak


kamar yang bernuansa biru putih yang di sukai ya Sam seperti adik bungsunya, tapi queenara mendominasi warna hitam dan gold,


" brangsek !! sial !! " dengan nafas memburu hati nya tidak tenang , padahal sudah melampiaskan amarah nya pada benda yang tidak bersalah


" aarrrrggghhh!!! " teriak di dalam kamar nya sehingga menggema di ruangan tersebut, karena kedap suara ,


luluh sudah seorang Jonatan yang tadinya marah marah kini meringkuk bagai bayi yang di tinggalkan sambil menangis menahan sakit di dada nya, entah apa yang sebenarnya di rasakan oleh kembarannya, padahal kan sama tapi hanya dirinya yang merasakannya jika ada yang terjadi sesuatu oleh adik kembarnya ini


" mama , papa, kenapa kalian tega membuat kami seperti ini , kenpa " hiks hiks"


" rasanya sakit, mengingat dulu kalian tidak menyayangi nya, tapi di saat kami sedang menyayangi kenapa dia harus pergi dan mengembalikan orang yang sudah membuat dirinya kecewa , kenpa ,,,!!! "


memeluk tubuh nya sendiri dan menangis dengan kencang di dalam kamarnya ,


" dek , kapan kamu balik, mereka setiap hari meributkan mu sayang, kembali lah, " gumam wilLie memandangi foto yang ada di ponsel nya yang di jadikan wallpaper, foto dengan gaya nya yang bikin membuat orang tersenyum, muka yang di buat melotot dan menjulurkan lidahnya tangan pun berada di sekita telinga nya seakan terkesan sedang meledek sang kakak


" Abang kangen, dan apa yang terjadi dengan mu di sana, sehingga membuat Jo merasa sakit setiap waktu " dengan mat yang sudah mengembun jika tidak menengadah mungkin akan jatuh air mata tersebut,

__ADS_1


Willie tidak ingin merasa sedih atau pun terpuruk kembali, di saat sang adik sekarang lah yang sedang membutuh kannya


,


,


,


Jonatan merasak lelah sehingga tertidur di lantai marmer yang begitu dingin hingga menusuk ke kulit dan pori pori nya , sehingga menggigil kedinginan, akhirnya Jonatan pun bangun dan pidah pada ranjang empuk dan menyelimuti tubuhnya sampai rapat


tok


tok


tok


" Liam " suara yang begitu lembut ketika sedang bersama adik adik nya


cklek


" ya bang " jawab nya dengan wajah yang sudah kembali semula, tidak ada raut wajah marah dan menahan emosinya


" apa kah sudah lebih baik "


" hemm " mengangguk dan mempersilahkan kakak nya masuk ke kamar dan menutup kembali pintu nya


tapi setelah Pintu kamar Liam tertutup queenira melihat ada kakak tertua nya masuk ke kamar kakak ke dua nya


" sedang apa kak wilLie kesana " ucap nya lalu berjalan menuju ke arah pintu, tujuannya adalah untuk menguping pembicaraan dua orang yang sedang membahas orang yang sedang mereka rindukan

__ADS_1


" bang, kemana lagi kita mencari "


" Rara pasti ketemu, mungkin dia sedang berlibur "


" berlibur kemana bang, ! " Willie pun mengedikan bahunya


" mungkin bersama temannya " jawab Willie santai


" sama temannya yang mana bang, sedang dua teman yang biasa bersama Rara itu sedang ada di kota S melanjutkan jenjang pendidikan nya "


" jangan terlalu cemas "


" heh " menyeringai kecil " jangan terlalu cemas kata Abang ,! lalu apa dari bulan yang lalu mengurung diri karena Rara tak kunjung kembali dan Abang menghancurkan kamar Abang sendiri, apa itu menurut Abang jangan terlalu cemas !!" marah nya lagi


" hah, Abang memang salah " menunduk dan menghela nafas pelan " Abang hanya belum sanggup " mengingat apa yang pernah di kata kan oleh teman queenara yang seorang wanita dewasa ,


" ( awas saja jika kau membuat air mata princess kami mengalir setetes pun, jangan pernah harap bisa bertemu kembali ) "


ingatan itu begitu terngiang ngiang di kepalanya , sehingga dirinya tidak ingin jika adik nya tahu, bahwa dirinya lah yang meminta untuk mencari queenira, sehingga berujung pertengkaran hingga saat ini pun tak ada satu pun balasan lagi dari adik bungsunya .


" bang " panggil Liam pada kakak nya yang di lihat nya sedang melamun, dari pandangan nya pun sudah kosong,.


" Abang " akhirnya Liam menepuk punggung sang kakak agar tersadar kembali


" ah maaf, "


" does not matter . apa yang Abang pikirkan saat ini " ucapnya yang sudah mulai kembali menguasai amarahnya agar tidak sampai meledak kembali saat melihat sang kakak melamun


" akan Abang hubungi mereka, untuk menanyakan keberadaanya dimana "

__ADS_1


" Hem "


" ish apa sih yang mereka omongin, kok gak jelas suaranya " gerutunya masih berusaha mencuri pembicaraan ke dua kakak nya yang ada di dalam kamar Liam


__ADS_2