Putri Yang Hilang

Putri Yang Hilang
#26


__ADS_3

Dua orang yang berbeda gender dan beda usia itu berjalan beriringan menuju gubuk dan langsung masuk kedalam untuk menyapa wanita tua yang berada di kasur kapuk yang sudah lumayan mengeras


" permisi , boleh saya masuk " mengucap dengan sopan dan menyeret kakinya


wanita paruh baya itu hanya mengangguk dan tersenyum" masuk saja nak" mempersilahkan nya untuk masuk ke tempat tidur yang sudah tak layak pakai


" duduk di sini saja" sambil menepuk pinggiran kasur yang masih kosong


Nara hanya tersenyum dan berjalan menyeret kakinya lagi untuk menuju wanita tua di tersebut


" siapa namamu nak"


" Rara Bu" menjawab dengan sopan, memang Rara dari kecil sudah di ajarkan untuk lebih sopan sama orang yang lebih tua darinya, dirinya pun memakai nama yang di beri ole Dwi pranata


" dari mana asalmu nak, kenapa bisa sampai sini" bertanya langsung pada intinya


Nara pun sempat tertegun dan menelan ludahnya dengan susah payah


( dari mana wanita tua ini tau, bahwa aku bukan orang sini) bertanya dalam hati masih memandangi wajah yang ada di depan matanya yang nampak familiar di benaknya tapi siapa

__ADS_1


" saya dari kota S Bu, saya pun tidak tahu, saya hanya berjalan tak tentu arah" ucapnya


wanita paruh baya itu pun mengangguk mengerti


" baik lah, tinggal lah di sini untuk beberapa hari, anggap saja tempat sendiri" dengan suara yang agak serak


" apa saya boleh tinggal di sini Bu" bertanya lagi


" boleh, " tersenyum" hanya saja di sini para pemberontak agak kurang sopan pada anak anak dan para wanita seperti saya ini yang sudah tua" ukhuk ukhuk berbatik, Rara pun segera mengambil air mineral tadi yang ia ambil dari pengawal bayangannya yang mengikutinya


" minum dulu Bu"


" terima kasih" mata wanita paruh baya itu menatap lekat mata milik queenara , wanita tua itu pun sama sama merasakan perasaan yang sangat familiar


di sebuah penginapan yang lumayan bagus di daerah kota Z, tiga orang pria sedang berunding membicarakan bagaimana cara mencari dua orang


" Ray, coba kau cari informasi tentang gadis yang mirip dengan queen, tapi yang berbeda ada lah bola matanya" ucap wilLie sambil menyerahkan tiga foto yang berbeda.


foto queen yang sekarang dengan bergaya sendiri dan foto waktu kecil queenara dan queenira yang sedang bermain boneka di halaman samping ,

__ADS_1


itu adalah foto satu satunya Queenara dan queenira bersama, foto nira saat sendiri pun tak tertinggal . Willie pun menyerahkan foto foto itu pada Rayan


" ini adalah queenara saat kecil dan queenira, lihat baik baik bila matanya milik nira ke coklat an seperti mata kucing, sedangkan Nara bola matanya berwarna biru" Willie menjelaskan pada Rayan dan Bima


" mereka kembar tuan" ucap Bima masih memastikan foto masa kecil Nara versi remaja dan dewasa


" ya, mereka kembar, tapi terpisah" dengan tatapan yang sedih


" ada apa tuan, kenapa anda terlihat sedih"


Willie menggeleng " tidak apa apa, hanya saja sudah lama kami terpisah, takdir mempermainkan kehidupan keluarga kami"


" apa yang sebenarnya terjadi tuan" ucap Rayan


" sebenarnya saya dari keluarga yang tidak ingin saya sebut namanya" memejamkan matanya guna menjernihkan pikiran untuk sejenak dan menarik nafas dalam-dalam" saya dari keluarga Nugraha "


" apa!!!!!" Bima dan Rayan kompak menjawab dan terkejut karena nama Nugraha adalah nama yang sudah lama tidak di dengar lagi oleh para pembisnis.


keluarga Nugraha adalah raja pembisnis nomor satu yang tidak terkalahkan, tapi sudah dua puluh tahun silam nama tersebut hilang bagai di telan bumi , tidak ada yang tahu dimana keberadaan keluarga tersebut, hanya segelintir orang yang masih memiliki kerjasama dengan perusahaan nya lah yang tahu

__ADS_1


dunia berfikir keluarga Nugraha meninggal karena sakit yang berkepanjangan, setelah hilangnya Putri keluarga Nugraha yang paling di kasihi satu orang pun yang tahu dimana keberadaan keluarga tersebut saat terakhir berita hilangnya Putri tercintanya


bersambung


__ADS_2